MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
40


__ADS_3

Anna keluar dari mobil intan, sejujurnya ia masih malas bertemu zen tapi anna ingat ucapan intan bahwa ia harus berjuang menyingkirkan para wanita penganggu dalam hubungan nya, toh anna juga harus mencari tau dimana keluarga sekarang berada jadi mungkin belum saat nya anna pergi dari sisi zen.


Anna sadar sekarang sedang mengandung buah cinta nya dengan zen , jadi ia merasa masih sangat sangat membutuhkan zen.


Jadi anna akan mengikuti saran intan untuk menyikirkan para wanita pengoda suaminya.


Setelah melambaikan tangan pada intan , intan kemudian melajukan mobilnya untuk pulang.


Anna berjalan memasuki mansion, dari jauh sudah terlihat zen berlari kearahnya .


Dan semakin dekat semakin dekat kemudian grepppp.


Zen memeluk anna membuat anna sedikit terkejut dengan sikap zen.


"Zen...." ucap anna mencoba melepaskan pelukan zen , tapi sayang zen malah ssmakin erat memeluk dan tak menjawab panggilan anna.


"Lepas zen, aku nggak bisa nafas" keluh anna barulah zen melepaskan pelukan nya kemudian tersenyum pada anna.


Zen kemudian menggandeng tangan anna memasuki mansion dan masuk ke kemar mereka.


Setelah sampai dikamar, anna duduk diranjang kemudian zen  berlutut didepan anna membuat anna sedikit tak nyaman.


"Jangan pergi lagi sayang, kamu salah paham, bahkan kamu nggak dengerin penjelasan aku malah langsung kabur gitu aja, aku khawatir takut kamu kenapa napa " jelas zen pada anna.


"Siapa wanita tadi???" tanya anna lagsung.


"Aku bakalan ceritain ke kamu, tapi kamu janji bakalan ngerti dan nggak marah sama ku ya???" ucap zen .


Anna tampak mengangguk.


"Dia itu dulu pacar aku, tapi dulu sebelum dia mutusin buat ninggalin aku trus nikah sama jauh sebelum aku nikah sama kamu," jelas zen.


"Tapi kok masih deket gitu, samppe pangku pangkuan gitu lagi" ucap anna cemberut.


"Dia emang gitu,aku udah ngelarang tapi masih aja nempel sama aku" ucap zen .


"Yang tegas donk makanya , kalau nggak tegas ya dideketin terus " ucap anna jengkel.


"Hmmm , ceritanya istriku cemburu banget nihhh" goda zen .


"Engakkk!!!" jawab anna malu malu.


"Percaya sama aku, aku setia sama kamu sayang, engga bakalan deh macem macem, apalagi bentar lagi udah mau punya dedek" ucap zen sambil mengelus perut anna membuat anna tersenyum.


"Gitu donk, kalau senyum gitu kan cantikk" ucap zen lagi.


"Tau ah , aku masih mau ngambek!!" ucap anna sambil tersenyum.


"Duh jangan lama lama donk sayang ngambek nya, aku nggak betah tau" ucap zen lagi.


'Biarin" ucap anna ssmbil memeletkan lidahnya.


"Cium bolehhh ???" ucap zen terlihat gemas.


"Nggak boleh!!!"


"Duh galak amat nyonya zen " goda zen lagi membuat anna tersenyum.

__ADS_1


"Zen aku mau tanya lagi, tapi kamu jawab jujur ya??" ucap anna.


"Apa sayang???" tanya zen.


"Dimana keluargaku zen ??? Aku kok ngerasa kamu nyembunyiin mereka dari aku" tanya anna.


Tampak zen menghela nafas lelah.


"Kamu percaya kan sama aku???" ucap zen.


"Iya aku percaya sama kamu, aku cuma...." belum sempat anna melanjutkan ucapan nya sudah dijawab oleh zen.


"Kamu harus percaya sama aku anna, apapun yang aku lakuin sekarang demi kebaikan dan kebahagiaan kamu" ucap zen tampak menjeda.


"Aku bakalan pastiin kamu bahagia , hmmm" ucap zen.


"Tapi zen aku kangen sama mereka" ucap anna zen hanya diam .


Kalau kamu tau apa yang udah mereka lakuin ke kamu, mungkin kamu nggak akan pernah nanya kayak gini lagi, aku cuma nggak mau kamu sakit kalau sampai tau kenyataanya batin zen .


"Zennn...." panggil anna melihat zen melamun dan zen nampak tersentak dari lamunan nya.


"Udah ya sayang, kamu istirahat biar aku masakin makan malam buat kamu" ucap zen nampak membuat anna semakin cemberut..


"Aku sayang kamu" ucap zen mencium kening anna kemudian meninggalkan anna dikamarnya dan nampak anna terlihat sedih.


"Kenapa kamu nggak jujur sama aku zen, aku bener bener penasaran apa yang kamu sembunyiiin." ucap anna lirih.


Zen nampak berjalan ke arah dapur, saat anna menanyakan perihal keluarganya, zen sedikit kesal makanya ia lebih baik menghindari anna.


Zen hanya ingin anna tau sendiri kenyataan nya tapi ia juga tak ingin anna tau sekarang karena posisi anna sedang hamil, tak ingin membuat anna banyak pikiran.


"Ya aku hanya ingin memasak kan untuk anna makan malam" ucap zen.


"Tuan ingin memasak apa??? biar saya bantu" ucap susi nampak mendekati zen.


"Spaghetti mungkin" ucap zen nampak menaru panci berisi air diatas kompor.


"Saya siapkan bahanya dulu tuan" ucap susi tampak sedikit girang, bagaimana tidak ia berkesempatan untuk memasak bersama tuan tampan nya.


 



 


Tampak seorang gadis cantik nan seksi sedang menunggu seseorang disebuah kafe, tania ya tania sedang menunggu rekan jahatnya rio.


"Udah lama kakak ipar" ucap rio yang datang mendekati meja tania dan duduk didepan tania.


"Sedikit" ucap tania tampak cuek.


"Sepertinya misi pertama berhasil" ucap rio tampak menyerigai.


"tentu saja " ucap tania sedikit sombong.


"Misi kedua aku ingin anna keguguran" ucap rio yang membuat tania terkejut.

__ADS_1


"Apa???!!! Kau sudah gila???' ucap tania sedikit kasar.


"Tentu saja , aku gila karna wanita itu ya anna yang membuatku sudah gilaa" ucap rio.


"Jika ini berhasil apa kau akan membebaskan ku dari kegilaan kakak mu itu" tanya tania.


"Sampai kau berhasil membuat mereka pisah , aku pastikan kamu akan diceraikan kai" ucap rio santai.


Mata tania sedikit berbinar mendengar ucapan rio.


"Baiklah , aku akan pastikan mereka berdua pisah dan membuat anna keguguran, apa kau puas!!!" ucap tania sebal.


Tampak rio terkekeh " tentu sja kakak ipar, dan kamu bisa kabur dari kai" ucap rio.


 


\*


 


Roni tampak berjalan memasuki mansion zen, dan matanya teralihkan sebuah pemandangan dimana lisa sedang asyik memberi makan ikan hias milik zen.


Cukup lama roni berdiri ditempatnya memandangi wanita yang akhir akhir ini membuat ia merasakan jatuh cinta setelah sekian lama ia menutup pintu hatinya rapat rapat kini hati itu kembali terbuka.


Hanya pada lisa , dan hanya untuk lisa.


"Kakakkk...." panggil lisa yang entah kapan lisa sadar sedang dipandangi roni.


"Sedang apa???" tanya roni.


"Nihh memberi makan ikan" ucap lisa sambil memperlihatkan bungkusan berisi makanan ikan.


"Kakak mau ketemu tuan??" tanya lisa.


"Iya , hanya memberi laporan, ahh iya bisa kah kita jalan jalan malam ini??" tanya roni.


"Emmm tentu saja kak, tapi sepertinya enggak usah menginap " ucap lisa sedikit pelan.


"Kenapa???" tanya roni.


"Ya , merasa sedikit tak enak saja dengan para senior "ucap lisa.


"Baiklah kita tak akan menginap, ya sudah lanjutkan dulu pekerjaan mu hmm" ucap roni mnegelus rambut lisa kemudian meninggalkan lisa.


Roni berjalan memasuki ruang kerja zen , dan tampak zen sudah menunggu.


"Jadi bagaimana??" tanya zen .


"Seperti dugaan kita tuan, sepertinya mereka mengetahui rencana kita" ucap roni.


"Hahaha... Baiklah , sepertinya permainan akan segera dimulai !!" ucap zen tampak ter senyum menyerigai.


Bersambung.....


hay hay....


jangan lupa like vote dan kome. nya yaaa ,

__ADS_1


thankyuhhhh


__ADS_2