
"Jadi gimana, kamu sudah menemukan allea???" tanya aidan seketika saat menerima panggilan tanpa basa basi .
Deggggg.....
mendengar aidan menyebut nama allea seketika membuat dada aqilla bergemuruh.
Jadi kak aidan masih berusaha mencari keberadaan kak allea batin aqilla merasakan sesak didadanya....
"Ya sudah ... teruskan mencari dan segera hubungi aku jika sudah menemukan" ucap aidan seketika mematikan ponselnya.
Aqila akhirnya hanya mengambilkan nasi karena melihat raut wajah tak menyenangkan aidan membuat aqilla menciut.
"Makanlah yang banyak agar nanti bisa tidur nyenyak" ucap aidan yang melihat aqilla hanya mengambil nasi sedikit.
"Aku tadi sore udah ngemil banyak kak jadi ngerasa kenyang aja" ucap aqilla mencari alasan padahal sebenarnya nafsu makan nya hilang sejak tau aidan masih mencari keberadaan allea.
"Hmm ... ya sudah aku cuma nggak mau kamu sampai sakit" ucap aidan dan aqilla hanya diam saja.
Jujur aqilla binggung dengan sikap aidan yang terlihat perhatian dan membuatnya harus bersabar menunggu aidan membuka hatinya untuk aqilla tapi melihat aidan yang masih gencar mencari allea bahkan sampai ia menyewa detektif bayaran membuat aqilla sedikit menciut.
Sabar aqilla .. sabar... kamu harus sabar agar bisa mempertahankan rumah tangga mu batin aqilla.
Selesai makan malam, aidan membantu aqilla membereskan meja makan dan membantu aqilla mencuci piring.
Awalnya aqilla keberatan karena itu sudah tugasnya tapi melihat aidan yang memaksa ia pun akhirnya pasrah dibantu oleh aidan.
"Nanti tangan kak aidan kasar kalau kena sabun cuci tangan" ucap aqilla yang sadar betul jika seumur umur aidan belum pernah mencuci piring, maklum saja horang kaya.
"Ngehina banget ya, mentang mentang kakak nggak biasa nyuci piring" ucap aidan yang nampak lihai mencuci piring membuat aqilla sedikit heran .
"Udah selesai, aku istirahat duluan ya kak" ucap aqilla yang terlihat buru buru memasuki kamarnya.
"Eh .. nggak mau nonton tv dulu ??" tanya aidan yang sama sekali tak di gubris oleh aqilla membuat aidan sedikit binggung, ada apa dengan aqilla ??? batin aidan.
Dikamar aqilla langsung menangis, sebenarnya ia sudah tak tahan ingin menangis sejak mengetahui kenyataan pahit itu tapi ia tahan karena tak ingin aidan tahu apa yang ia rasakan.
Aqilla sesenggukan karena memang ini menyakitkann untuknya hingga tak sadar tangisanya membawanya terlelap ke alam mimpi.
.....
Pagi hari aqilla nampak sibuk menyiapkan sarapan untuk aidan karena hari ini aidan sudah berangkat kekantor dan juga ia sudah mulai berangkat ke kampus.
__ADS_1
"Pagii... hari ini kamu ngampus juga ya??" tanyabm aidan yang sudah rapi dengan setelan kantornya.
"Iya kak, sarapan dulu kak, qilla udah bikinin nasi goreng" ucap qilla nampak sibuk menyiapkan piring untuk aidan.
"Iya ... makasih ... " ucap aidan yang langsung menyantap nasi goreng buatan aqilla.
"Enak, .. kok kayak bikinan mama sih" ucap aidan.
"Masa sih kak," jwab aqilla.
"Kamu habis nangis ya??" tanya aidan yang memperhatikan raut wajah aqilla yang terlihat sembab.
"Ehh.. enggak kok kak???" ucap aqilla salah tingkah diperhatikan aidan.
"Masa sih ... kok mata kamu sembab???" tanya aidan sambil terus mengunyah nasi goreng.
"Mungkin kena uap nasi goreng tadi kak jadi keliatan sembab" ucap aqilla mencari alasan.
"Emang gitu ya kalau lagi masak ??" tanya aidan heran.
"Iya mungkin kak" ucap aqilla sedikit menunduk.
"Hmm ya udah berangkat bareng aku ya??" ajak aidan.
"Jani siapa ???" tanya aidan.
"Temen kampus kak, nanti kapan kapan aku kenalin ke kakak" ucap aqilla.
"Ya sudah ... seriusan nihh nggak mau bareng???' tanya aidan sekali lagi.
"Iya kak " jawab aqilla.
"Ya udah kalau gitu kakak berangkat dulu" ucap aidan nampak berdiri.
"Kak..." panggil aqilla nampak mengulurkan tangan ingin mencium tangan aidan.
Aidan awalnya ragu kemudian memberikan tanganya pada aqilla , segera aqilla mengambil tangan aidan dan mencium punggung tangan aidan, membuat dada aidan sedikit bergetar merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan.
"Jadi ini yang dilakukan pasangan suami istri" batin aidan karena memang ini pertama kalinya untuk aidan.
"Kakak hati hati ya berangkatnya, semangat kerjanya" ucap aqilla dan aidan hanya mengangguk saja karena bibirnya teraasa berat untuk menjawab.
__ADS_1
Setelah kepergian aidan, aqilla nampak menghela nafas.
"Ini baru awal, semoga aku selalu diberi kesabaran untuk mempertahankan rumah tangga kita kak" ucap aqilla.
....
Selepas dari kampus aqilla langsung menuju mansion zen mertuanya karena anna menghubungi aqilla agar mengunjungi nya.
"Ma..." panggi aqilla saat melihat anna sedang sibuk menyiram bunga bunga nya.
"Hay sayang,... mama kangen, kamu gimana kabarnya??" ucap anna nampak memeluk menantunya itu.
"mama... padahal baru kemarin pindah" ucap aqilla.
"Tapi sepi... biasanya ada kamu sama aidan, sekarang udah pindah" ucap anna.
"Maaf ya mah, kak aidan pengen nya biar kita mandiri " ucap aqilla merasa kasian pada anna mertuanya itu.
"nggak apa apa , selama kalian bahagia terus" ucap anna sambil mengelus rambut putrinya itu.
"Iya dong ma pasti" ucap aqilla.
"Gimana?? aidan memperlakukan kamu dengan baik kan??" tanya anna saat keduanya duduk dikursi taman.
"Iya ma, kak aidan baik kok sama qilla" ucap aqilla.
"Ya syukur kalau gitu, mama seneng dengernya , berarty bentar lagi mama bakalan dikkasih cucu nih sama kalian??" ucap anna mengoda aqilla.
"Mama apa sih... " ucap aqilla nampak malu malu padahal senenarnya ia sedih karena sejak pertama memasuki apartemen mereka tidak sekamar, bagaimana bisa memberikan cucu pada mertuanya yang sudah berharap itu batin aqilla sedih.
"Mama sabar nunggu kalian ngasih mama cucu... mama sekarang bahagia karena aidan jodohnya sama kamu, nikahnya sama kamu karena mama yakin kamu wanita baik untuk aidan, mama harap bagaimana pun sikap aidan sama kamu, kamu bisa sabar ngadepin aidan yaa" nasehat anna untuk aqilla.
"Iya ma ... pasti... " ucap aqilla.
Anna cukup tau bagaimana perasaan aidan dan juga aqilla, aidam yang mungkin masih belum bisa menerima aqilla dan juga aqilla yang mungkin merasa diaabaikan oleh aidan, tetapi anna selalu berharap aidan bisa mencintai aqilla karena aqilla wanita baik yang nantinya bisa membuat aidan bahagia.
"Ya udah yukk masuk, mama udah bikinin cemilan buatn kamu" ajak anna nampak mengandeng putrinya itu.
Bahagia... itulah yang dirasakan aqilla mendapatkan mertua yang menganggapnya putrinya , ia memang harus bersabar lagi agar bisa mendapatkan aidan dan melengkapi kebahagiaanya.
**Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen ya readers... makasihhh**..