
Aqilla berjalan menuju apartmen aidan, ia pulang sedikit larut hari ini karena tadi ia menemani mama mertuanya menonton film korea hingga lupa waktu dan ia pulang diantar oleh sopir dimansion zen.
"Kok baru pulang dek ???" tanya aidan sesaat setelah ia memasuki apartemen aidan.
"Maaf kak, tadi qilla mampir kemansion mama dan nonton film bareng sampai lupa waktu... kakak udah pulang dari tadi ya???" tanya qilla pada aidan.
"Enggak kok baru aja habis mandi, tadi mama juga udah ngabarin kakak, kamu tadi kakak telepon nggak kesambung" ucap aidan.
"Iya kak soalnya hp aku batrenya habis lupa mau charger saking asik nya nonton film, kakak udah makan?? nih tadi mama masak ikan pesmol kesukaan kak aidan" ucap aqilla sambil memperlihatkan rantang berisi makanan pada aidan.
"Duh enak nihh... kebetulan kakak juga belum makan" ucap aidan.
"Ya udah kak, aku siapin ya " ucap aqilla nampak meletakan rantang dimeja makan.
"Kamu bersih bersih badan dulu aja biar aku yang nyiapin" ucap aidan.
"Enggak apa apa kak, aku siapin dulu" ucap aqilla mengambil sebuah mangkuk yang cukup besar.
"Dah dek, kalau dibilangin suami yang nurut" ucap aidan sedikit dingin membuat aqilla menciut.
"Ya kak, qilla kekamar dulu" ucap qilla nampak berjalan memasuki kamarnya.
Dalam hati qilla nampak bahagia aidan menyebut dirinya suami berarti aidan sudah menganggap qilla istrinya bukan adiknya batin qilla sambil tersenyum.
Selesai membersihkan badan dan mengganti pakaian, aqilla keluar menuju meja makan, terlihat semua makanan yang ia bawa dari mansion sudah tertata rapi dimeja makan.
"Lama ya kak??, makan duluan aja nggak apa apa kak nggak usah nungguin qilla kalau lama" ucap aqilla merasa tak enak.
"Enggak apa apa dek, lagian kan enak kalau makan bareng bareng" ucap aidan.
Segera aqilla mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya, barulah ia mengambilkan untuk dirinya sendiri, awalnya aidan merasa keberatan tapi pada akhirnya ia cukup mengerti keinginan aqilla yang menjalankan peran istri yang baik untuk aidan.
Selesai makan, aidan nampak membantu aqilla membereskan peralatan makan seperti biasa.
"Kak, kata mama kalau kakak ada waktu luang mama pengen ketemu" ucap aqilla.
"Baru aja kemarin nggak ketemu, mama udah kangen aja" ucap aidan sedikit pamer.
__ADS_1
"Iya lah kak, namanya juga anak semata wayang" ucap aqilla dengan nada sedikit meledek.
"Wahhh, udah berani ngledek nihh sekarang" ucap aidan nampak mencubit hidung aqilla membuat jantung aqilla berdegub kencang dan tersipu malu, aidan yang awalnya tak sadar kini ia juga sedikit kikuk karena tak biasanya ia sedekat ini dengan aqilla.
"Kak aku duluan masuk kamar, banyak tugas!!" ucap qilla nampak buru buru memasuki kamar.
"Ya " jawab aidan juga ikut merasa tak enak.
Didalam kamar aqilla nampak memeganggi jantungnya yang berdegub kencang. ia merasa sangat bahagia karena ia sedikit lebih dekat dengan aidan.
Semoga ini awal yang baik batin aqilla.
....
Aidan yang kini nampak sibuk dengan pekerjaan kantor tiba tiba ia didatangi oleh anna kekantornya.
"Hay sayang... gitu ya sekarang, udah punya istri, mama dilupain!!" ucap anna nampak pura pura cemberut.
"Enggak dong mama, kok tumben mama kesini?? kangen mesti sama aidan" ucap aidan nyengir.
"Iya mama kangen sekalian nih mama bawain makan siang, kamu belum makan kan??" ucap anna pada aidan.
"Kalau sama papa kan tiap hari udah ketemu, kalau sama anak mama yang ganteng ini kan udah jarang jadi ya nggak apa apa sekali" ucap anna santai.
"Iya deh iyaa... wah enak ini masakan mama" ucap aidan memuji makanan yang mama bawakan dan sedang mama siapkan.
"Uhh bisa ya ngerayuuu mamanya " ucap anna.
Selesai makan siang anna nampak ingin berbicara serius pada aidan putranya.
"Apa kau bahagia sayang???" tanya anna pada aidan.
"Kok mama nanya nya gitu???" ucap aidan.
"Mama tau kamu sakit hati karena allea dan sekarang malah harus menikah dengan aqilla, mama sedih jika itu nggak bisa membuatmu bahagia" ucap anna merasa sedih.
"Mama nggak usah sedih, aidan juga udah nggak mau mikirin allea lagi, aidan juga mau melupakan masa lalu aidan sama allea" ucap aidan.
__ADS_1
"Apa kamu bisa menerima aqilla sebagai istrimu ???"tanya anna.
"Aidan masih belum tau ma, dan belum bisa janjiin mama apa apa" ucap aidan.
"Mama ngerti, jika memang susah lebih baik segera lepaskan karena aqilla juga butuh bahagia dan mama berharap kamu tak akan melakukan itu" ucap anna.
"maksud mama???" tanya aidan.
"Mama harap kamu nggak akan nglepasin aqilla, dia wanita baik dan mama yakin kamu pasti bahagia dengan dia ... tapi semua terserah aidan karena aidan yang ngejalani" ucap anna.
"Iya ma, aidan usahain" ucap aidan tampak menggengam erat tangan mamanya.
"Emm , kamu masih berusaha nyari keberadaan allea???" tanya anna.
"Mama kok bisa tau???" tanya aidan binggung.
"Mama sama papa tau kok bahkan mertua kamu juga tau, jangan lupakan kalau mertua kamu ayah roni itu detektifnya papa" ucap anna membuat aidan sedikit panik.
"Trus gimana mah ayah roni??" tanya aidan sedikit tak enak.
"Sepertinya ia cukup mengerti" ucap anna.
"Aidan cuma pengen tau aja ma, alasan allea ninggalin aidan... itu aja kok" ucap aidan menunduk membuat anna merasa iba.
"Hmm ya udah, nggak usah bahas lagi, sini pelukk mama" ucap aidan yang kini sudah berada didekapan mamanya.
"Mama takut jika kamu nanti tau kenyataanya , kamu bakalan membenci mama sama papa, karena mama sama papa penyebab allea menyakitimu" batin anna masih memeluk aidan.
Bersambung....
Teng teng teng....
penasaran nggak nihh apa maksudnya mama anna 😁
ini lagi dikasih bahagia bahagia dulu yakk sebelum konfliknya mulai ...
pantengin trus readersss...
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komen ... makasihh 😘😘😘