MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
49


__ADS_3

Tentu saja kai tak akan melepaskanmu, karena dia mencintaimu" ucap rio santai.


Tampak tania membulatkan matanya tak percaya dan terkejut dengan ucapan rio.


"Jangan bercanda , jika dia mencintaiku dia tak mungkin memperlakukan aku seperti sampah!!" ucap tania penuh penekanan.


"Ya dia memang sebrengsek itu, tapi asal kamu tau , jika kai tidak mencintaimu dia juga tak mungkin membantu perusahaan papahmu yang memang sudah tidak bisa diperbaiki lagi, nilainya cukup besar dan kai bukan tipe seseorang yang dengan senang hati membantu jika tak ada maksud tertentu" jelas rio.


"Tentu saja maksudnya dengan menjualku para pria hidung belang rekan bisnisnya" ucap tania lagi.


"Ya karena dia memang kecewa denganmu" ucap rio.


"Aku tau dan cukup sadar itu" ucap tania tampak menyesal.


"Sudahlah tak perlu menyesali ini, dan sepertinya aku hanya ingin membicarakan ini karena aku ada janji setelah ini" ucap rio sambil melihat jam yang melingkar ditangannya.


"Ya baiklah , aku juga akan pulang" ucap tania.


"Mau kuantar ???" tawar rio.


"Tak perlu, aku membawa mobil sendiri" ucap tania .


"Baiklah , aku pergi dulu" ucap rio nampak sudah berdiri dan berjalan keluar meninggalkan kafe.


"Apa benar kai mencintaiku???" batin tania kemudian terlihat pipinya merona.


 


\\*


 


Anna tampak duduk disofa memangku satu toples kripik kentang sambil menonton kartun kesukaannya , akhir akhir ini anna memang lebih menyukai kartun ketimbang drama korea yang biasanya ia tonton, mungkin ini pengaruh hormon karena ia sedang hamil.


Hingga anna mendengar deru mobil milik zen yang terdengar berhenti didepan mansion.


Anna tampak menggerutkan alisnya, dilihatnya masih pukul 3sore, tidak seperti biasanya zen pulang seawal ini, biasanya zen akan pulang larut apalagi kemarin zen sempat tak masuk kantor karena mengajaknya kemakam orangtua zen.


Zen tampak memasuki mansion dengan setelan kantornya, kemeja lengan panjang yang dilipat keatas dan tangan kirinya yang nampak menenteng jas mahalnya yang membuat dia terlihat gagah dan keren.


"Apa aku terlalu tampan hingga membuatmu memandangku seperti itu???" tanya zen yang tampak mendekati anna.


"Tentu saja tidak,!!!! aku hanya heran kenapa pulang seawal ini??" bantah anna terlihat gugup.


"Entahlah aku sedikit lelah dan merindukanmu" ucap zen kemudian menyandarkan kepalanya dipangkuan anna.


"Apa perlu kusiapkan air untuk mandi???" tanya anna sambil mengelus elus kepala zen.


"tak perlu, aku hanya ingin seperti ini sebentar saja " keluh zen kemudian dia menghadap keperut anna dan mengelus elus perut anna yang sudah membuncit.


"Halo sayang, bagaimana kabarmu hari ini??? jangan nakal ya , mama sama papa selalu menyayangimu" ucap zen kemudian mencium perut buncit anna.


"Dia menendang zen !!!" ucap anna tampak sumringah.


"Benarkah ???" ucap zen kemudian mendekatkan pipinya dan menempel pada perut anna.

__ADS_1


"Beneran dia nendang nendang ?!!!" ucap zen tampak bahagia.


"Dia dengerin ucapan papahnya, adek pinter banget ya" ucap anna tampak mengelus elus perutnya penuh sayang.


"Pinter donk , anak papah harus pinter ya ... dia cewek apa cowok ya sayang???" tanya zen pada anna.


"Cewek atau cowok sama saja yang penting sehat" ucap anna yang diangguki oleh zen.


"Kamu nggak mandi ???, aku siapin air ya ???" tawar anna pada zen.


"Nggak perlu aku bisa sendiri , kamu duduk manis disini aja sambil nungguin aku selesai mandi" ucap zen yang membuat anna cemberut.


"Padahal aku pengen jadi istri yang baik yang bisa melayani suaminya" ucap anna tampak cemberut.


"Aku cuma nggak mau kamu kecapekan sayang" ucap zen sambil mencubit hidung anna.


"Cuma ngambilin air zen, nggak bakalan capek kali" balas anna tampak sewot.


"Ya udah deh , suka suka kesayanganku aja, tapi kayaknya mandi bareng lebih seru sayang" goda zen sambil tersenyum menyerigai pada anna.


"Katanya nggak mau aku kecapekan??!!!'' ucap anna tampak mencebikkan bibirnya.


"Enggak bakalan dibikin capek kok tapi bakalan dibikin kenikmatan " bisik zen ditelingga anna.


"Iya iya , tapi 1ronde cukup" ucap anna tampak pasrah.


"3ronde cukup!!!" jawab zen dengan senyuman usilnya.


"Zenn!!!!" ucap anna tampak kesal, membuat zen hanya tertawa kemudian menggendong anna ala bridal menuju kamar mandi.


 


 


Alenna tampak melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya.


Terlihat dia mendesah kesal, pasalnya sudah hampir setengah jam ia menunggu dan masih belum terlihat seseorang yang ditunggunya.


"Hay , maaf ya lama!!!" ucap seseorang yang baru saja datang.


"Aku baru saja sampai juga !!" ucap alenna dengan nada judesnya.


"Tapi kok kayak ngambek gini sihh" goda pria itu yang tak lain adalah rio.


"Enggak kok, kamu ada apa kok ngajak ketemuan disini??" tanya alenna.


"enggak boleh ya kalau aku mau ketemu bidadari aku ???ucap rio yang langsung membuat pipi alenna merona.


"Aku serius , " ucap alenna dengan wajah masih memerah.


"Aku juga serius" ucap rio sambil tersenyum.


Alenna hanya menunduk diam karena menahan malu pasalnya baru pertama kali ada pria yang semanis ini padanya.


"Kamu udah makan???' tanya rio dan alenna tampak menggeleng.

__ADS_1


"Gimana kalau kita makan dulu sambil jalan jalan gitu" ucap rio.


"Mau makan dimana ???" tanya alenna.


"kamu maunya makan apa ??" rio malah balik bertanya.


"Terserah , aku nurut aja !!" ucap alenna.


"The power of jawaban para wanita jika ditanya makan dimana" goda rio tampak tertawa.


alenna hanya tertawa mendengar ucapan rio.


Tampak rio mengajak alenna memasuki mobilnya , dan membuat alenna sangat takjub pasalnya baru pertama kali ini alennaa bisa menaiki mobil mewah , karena biasanya dia hanya bisa melihat mobil mewah milik tuanya zen tanpa bisa menaiki.


Didalam mobil alenna tampak gugup, ya dia takut mempermalukan dirinya sendiri didepan rio karena belum pernah menaiki mobil mewah, biasanya hanya angkutan umum.


Rio yang sedari tadi melirik kearah alenna hanya tertawa melihat alenna tampak gugup sampai ia tak memasang sabuk pengamannya hingga membuat rio berinisiatif untuk memasangkanya.


Rio tampak mendekat kearah alenna membuat alenna tambah gugup karena takut rio berbuat macam macam padanya.


"Tenang saja , aku hanya ingin memasangkan ini" ucap rio sedikit terkekeh karena melihat kekhawatiran dari wajah alenna.


"Aku bisa sendiri!!" ucap alenna tampak langsung merebut seatbelt dari tangan rio.


Rio hanya terkekeh kemudian mulai melajukan mobilnya menuju sebuah mall yang sangat besar dikota itu.


Alenna sedikit tercenggang ketika rio mengajaknya kemall karena sungguh alenna sudah lama sekali ingin jalan jalan ke mall.


Rio tampak membukakan pintu mobil dan kemudian mengandeng mesra tangan alenna membuat alenna tampak tersipu.


Saat memasuki mall tampak banyak mata memandang iri pada rio dan alenna, karena memang rio dan alenna terlihat serasi.


Rio yang tampan dan alenna yang cantik.


Entah sudah berapa jam yang dihabiskan alenna dan rio di mall, makan bersama , belanja belanja dan tentu saja rio yang membayar semua itu membuat alenna tampak khilaf membeli barang barang yang sudah lama diicarnya.


Setelah puas belanja dan makan , kini rio dan alenna tampak berjalan menuju parkiran mobilnya dengan tangan alenna yang menenteng barang barang belanjaannya yang dibantu oleh rio.


"Kamu seneng nggak ???" tanya rio setelah mereka memasuki mobilnya.


"Seneng banget, makasih ya kamu kok baik banget belanjain aku sebanyak ini" ucap alenna tampak sumringah.


"Nggak masalah, apapun buat kamu!!" ucap rio membuat alenna tersipu.


Rio kemudian melajukan mobilnya untuk mengantar alenna pulang.


"Duh tajir juga nih cowok, oke banget buat dideketin, si lisa pasti iri sama gue ntar" batin alenna tampak tersenyum sinis.


 



 


Bersambung.......

__ADS_1


Jangan lupa like koment dan vote nya ya readerss....


__ADS_2