Mentari Untuk Fajar

Mentari Untuk Fajar
BAB 10- Penghianatan Dan penghinaan!!


__ADS_3

Kedatangan Mama Violet yang berada dipihaknya membuatnya sangat bahagia, karena mantan ibu mertuanya itu mati-matian membela dan mempertahankannya. Dan hal itu menyelamatkannya dari menjadi gelandangan dijalanan.


Wanita itu bersikeras menentang pernikahan Andre dan mantan baby sitter rendahan itu. Tetap memberinya posisi sebagai menantu dikeluarga Lazuardi meskipun dia sudah diceraikan. Membantunya mendapatkan hak asuh Gerald sepenuhnya.


Bahkan mengancam tidak akan memberikan apapun pada Andre, jika mantan suaminya itu tetap bersikukuh mempertahankan pernikahannya dengan wanita rendahan itu. Semua itu dilakukan Violet akibat hasutan darinya.


Astrid berpikir hal itu bisa membuatnya mendapatkan Andre kembali. Namun ternyata dia salah. Karena pria itu bersikeras tidak akan meninggalkan istrinya. Apalagi untuk kembali padanya yang sudah bermain serong dengan pria lain.


Bahkan Andre sampai memutuskan untuk menetap diluar kota dan memulai hidup baru. Lelaki itu pasrah sekalipun tidak mendapatkan Gerald dan pengakuan sebagai bagian dari Lazuardi group.


Hingga saat ini Astrid masih tidak bisa menerima kekalahan itu. Dia tidak terima karena Andre yang dulu sangat mencintainya, malah lebih memilih baby sitter kampungan itu ketimbang dirinya, Gerald dan harta kekayaan keluarganya sendiri!


Dia tau dia memang bersalah, tapi bukankah setiap orang berhak mendapatkan maaf dan kesempatan kedua?! Dia sangat senang karena Violet tidak menerima Fajar sebagai cucunya, dan tetap menjadikan Gerald sebagai satu-satunya cucu mahkota penerus Lazuardi group.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sudah hampir satu bulan Tari menekuni pekerjaannya diperusahaan katering bersama Ranty. Perusahaan tempatnya bekerja adalah salah satu perusahaan katering terbesar di Magelang, yang jasanya sudah biasa digunakan dalam acara-acara hajatan kalangan pejabat, pengusaha hingga selebritis.


Tari menekuni pekerjaannya dengan gigih dan rajin. Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menghasilkan uang untuk biaya kehidupannya sehari-hari. Selain itu dia juga masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliahnya, yang untuk saat ini terpaksa dia harus berhenti dulu lantaran masih terkendala biaya.


Karena kesibukannya, sudah tiga minggu lebih dia tidak bertemu dan putus kontak dengan Darren, kekasihnya sejak dia diusir oleh Papanya. Dia sudah berusaha menghubungi lelaki itu, dan mengirimnya pesan melalui WhatsApp disela-sela kesibukannya hingga berulang kali.


Namun dia heran kenapa Darren tidak pernah mengangkat ponselnya, ataupun membalas pesannya. Padahal selama empat tahun mereka pacaran, pria itu selalu memperlakukannya dengan romantis. Selalu menghubungi dan mengirimnya pesan hingga minimal sepuluh kali dalam sehari.

__ADS_1


Namun dia merasa jika sekarang sikap lelaki itu berubah cuek terhadapnya. Namun dia tidak ingin berburuk sangka. Mungkin Darren juga memiliki kesibukan hingga tidak ada waktu untuknya sekarang. Entah itu kesibukan kuliah atau hal lainnya. Yang jelas dia tidak ingin berasumsi yang macam-macam.


Karena tak kunjung bisa berkomunikasi dengan kekasih tercintanya, akhirnya Tari mencoba untuk mencari Darren dicaffe favorit mereka selama empat tahun menjalin kasih.


Dia berharap bisa menemukan Darren dicaffe itu, lantaran sepertinya tidak mungkin dia mencari pria itu dikampus mereka. Karena kata Ranty, nama baiknya dikampus itu juga sudah tercemar karena ulah Moza yang telah menyebar luaskan foto dan video syur hasil rekayasanya disana.


Dan keputusannya untuk mencari Darren dicaffe itu adalah keputusan yang tepat. Karena dia berhasil menemukan sosok kekasih tercintanya dimeja favorit mereka berdua.


Namun perasaan sumringahnya seketika langsung berubah menjadi perasaan terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Hatinya terasa tercabik-cabik melihat Darren tidak duduk sendirian. Melainkan sedang duduk bermesraan dengan Moza.


Tari terperangah melihat Darren memegang dan mengecup tangan Moza dengan lembut dan penuh cinta. Apa yang sebenarnya terjadi pada Darren? Mengapa lelaki itu memperlakukan Moza dengan cara yang sama, seperti perlakuan yang selama ini dia berikan untuk dirinya?! Apa mereka berdua sudah....?!


Tidak-tidak, ini tidak mungkin! Apa ini yang menyebabkan Darren akhir-akhir ini mengabaikannya?! Karena dia lebih memilih Moza ketimbang dirinya?!


Tari berjalan mundur kemudian berbalik hendak meninggalkan tempat itu. Namun karena pikirannya sedang kacau dan hanya fokus pada dua orang yang telah menghianatinya itu, membuatnya sampai tidak memperhatikan sekitarnya. Hingga tanpa sadar dia sampai menabrak seorang waitress yang sedang membawa nampan berisi beberapa gelas jus.


BRUK!


Nampan beserta gelas jus itu jatuh berserakan dilantai, dan menimbulkan suara bising yang mengganggu semua penghuni Caffe itu, hingga mereka semua tersentak dan langsung menoleh.


Betapa terkejutnya Darren dan Moza melihat keberadaan Tari ditempat itu dan menyaksikan kebersamaan mereka berdua.


"Aduh Mbak, hati-hati dong" Waitress itu mengomel lantas berlutut memungut dan membereskan pecahan-pecahan gelas kaca itu.

__ADS_1


Tari tidak menghiraukan omelan wanita itu maupun tatapan-tatapan aneh dari semua penghuni Caffe itu. Pikirannya terlalu galau. Dia kembali memandangi Darren dan Moza sesaat dengan tatapan penuh kekecewaan, sebelum akhirnya dia kembali berbalik dan berlari keluar.


Darren kembali melirik Moza. "Sebentar ya" Dia beranjak dan berlari keluar mengejar Tari.


Meninggalkan Moza dengan perasaan puas, karena semua yang diimpikannya selama ini akhirnya sekarang benar-benar sudah menjadi kenyataan. Yaitu dimana dia berhasil menjatuhkan Tari dengan telak. Merebut semua yang dimiliki oleh gadis itu, tanpa menyisakan apapun untuknya.


"Tari! Tari tunggu! Tari tunggu dulu! Tari" Darren berusaha mengejar Tari yang terus berjalan dengan langkah lebar tanpa mengindahkan seruannya.


Namun akhirnya Dia berhasil mensejajarkan langkahnya dengan Tari dan menangkap lengan gadis itu. Hingga mau tidak mau Tari terpaksa harus berhenti.


"Mau apalagi?! Untuk apa kamu kejar aku?! Sana, lanjutkan kencanmu bersama pacar barumu! Pantas saja ya, aku telpon hingga WA, tidak kamu angkat atau balas sekalipun. Ternyata begini kelakuanmu dibelakangku?!" Ujar Tari dengan suara nyaring saking emosinya. Namun Darren hanya menanggapi kemarahannya dengan sinis.


"Udahlah, kamu tidak usah sok suci. Kamu juga tidak jauh lebih baik dari aku. Bahkan lebih parah"


"Maksudmu?" Tari bertanya dengan bingung.


"Moza sudah cerita kok semuanya. Dan aku juga sudah melihat sendiri semua buktinya. Jujur aku tidak begitu terkejut. Karena kita semua tau kalau kamu adalah primadona kampus. Dan hal seperti itu juga sudah menjadi rahasia umum. Aku tidak heran jika wanita sepertimu bisa melakukannya.


Tapi aku kecewa karena kamu melakukannya dengan pria-pria lain. Tapi kamu selalu menolak setiap aku mengajakmu untuk melakukan itu. Alasannya dosalah, tunggu sampai kita menikahlah. Menurutku itu munafik. Seharusnya kalau kamu memang merasa gatal, katakan saja padaku. Aku bisa kok memuaskanmu melebihi mereka....."


PLAAK!


Perkataan Darren yang secara blak-blakan menghina dan merendahkannya sebagai wanita murahan, membuat Tari tidak mampu lagi membendung emosinya yang telah memuncak. Sehingga tangannya terangkat dan melayang kewajah lelaki itu dengan keras.

__ADS_1


__ADS_2