
"Mengatakannya memang mudah Oma. Tapi menghapus kenyataan itu adalah hal yang mustahil. Sekalipun Oma menyangkal, pada kenyataannya aku dan Gerald sama-sama cucu Oma"
Fajar menanggapi ucapan wanita tua itu dengan santainya. Dia sudah menduga jika plotnya memang akan seperti ini. Tatapan antipati dan sikap ketus mereka bertiga.
"Dan kamu pikir aku sudi, memiliki adik dari wanita pelakor seperti Ibumu? Wanita yang sudah menghancurkan rumah tangga orang tuaku?" Gerald menimpali dengan datar.
"Pelakor? Kamu tidak salah?" Fajar tersenyum sinis. Mereka masih menatapnya dengan tatapan antipati.
"Oke baiklah. Itu hakmu mau mengatakan apa. Lagipula aku juga tidak bisa membungkam mulut siapapun untuk mengatakan apa yang mereka inginkan. Tapi sekarang aku ingin bertanya padamu Jika kamu menjuluki Ibuku sebagai pelakor, lalu julukan apa yang akan kamu berikan untuk Ibumu?
Seorang wanita berstatus sebagai istri, tapi malah berselingkuh dengan teman suaminya sendiri. Dan yang lebih memalukannya lagi, bukannya mengakui kesalahannya, tapi malah bersikap layaknya korban yang diselingkuhi. Sementara korban malah dijadikan pelakunya"
Sindir Fajar yang lantas menatap Astrid dengan sinis.
Wanita itu adalah istri pertama ayahnya yang diceraikan akibat berselingkuh dengan rekan bisnisnya sendiri. Sedangkan ibunya Fajar saat itu bekerja sebagai baby sitter, yang mengasuh Gerald yang masih berusia sekitar satu tahun lebih.
Begitu mengetahui perselingkuhan Astrid, Andre Lazuardi marah besar dan menceraikan wanita itu. Dia juga membawa Gerald bersamanya, meninggalkan rumah mewah yang mereka tempati selama hampir tiga tahun setelah menikah. Dan memilih untuk menetap diapartemennya bersama Gerald.
Karena kesibukannya, Andre menyadari bahwa dia tidak mungkin bisa menjaga Gerald selama 24 jam. Akhirnya dia tetap mempekerjakan Desi, ibunya Fajar diapartemennya. Karena sebelumnya Desi bekerja sebagai pengasuh Gerald dirumahnya bersama Astrid.
Awalnya Andre hanya membutuhkan Desi sebagai pengasuh Gerald. Namun lama kelamaan dia mulai merasakan perasaan yang berbeda. Kepolosan, kesederhanaan dan ketulusan wanita itu membuat Andre jatuh cinta terhadapnya. Singkat cerita, keduanya pun menikah hingga Desi mengandung Fajar. Hasil pernikahan mereka.
__ADS_1
Namun kedatangan Oma Violet membuat situasi menjadi kacau. Tapi menjadi angin segar bagi Astrid. Karena takut kehilangan posisinya sebagai menantu keluarga Lazuardi, yang membuatnya tidak mendapatkan apa-apa, Astrid melakukan kelicikan.
Dia memutar balikkan fakta bahwa yang berselingkuh adalah Andre dan Desi. Oma Violet langsung menelan mentah-mentah pengakuan menantu kesayangannya itu, tanpa mempedulikan ataupun mencari tau kebenarannya.
Ditambah lagi, dia tidak sudi memiliki menantu yang tidak lain adalah seorang bekas baby sitter. Dengan kata lain, berasal dari kalangan bawah dan tidak setara dengannya. Oma Violet bersikeras menentang pernikahan anak semata wayangnya dengan Desi.
Bahkan wanita itu mengancam akan mencoret nama Andre dari daftar ahli waris Lazuardi group. Dengan kata lain, dia tidak akan mendapatkan apapun. Bahkan Oma Violet pun membantu Astrid hingga berhasil mendapatkan hak asuh Gerald. Dan tidak membiarkan Andre menemui putranya sebelum dia meninggalkan Desi.
Namun Andre bersikeras tidak akan meninggalkan istri dan bayi dalam kandungannya. Keduanya pun meninggalkan kota Surabaya yang saat itu menjadi kota tempat tinggal mereka.
Mereka memilih menetap di Jakarta dan memulai semuanya dari nol. Hingga akhirnya Andre berhasil membangun perusahaan farmasinya berkat dukungan dan bantuan dari Helmi, sahabat karibnya.
Setelah kedua orang tuanya meninggal, Fajar mengambil alih untuk mengelola perusahaan farmasi milik ayahnya. Berkat kecerdasan dan kegigihannya, Fajar berhasil membuat perusahaan itu semakin sukses dan berkembang pesat hingga kemancanegara.
Namun dia berusaha agar nada suaranya tetap rendah. Dia menatap kesekelilingnya, menjaga agar perdebatan mereka tidak sampai menjadi pusat perhatian tamu undangan lain yang akan membuatnya malu.
"Berani-beraninya kamu menghina Mamaku!" Timpal Gerald dengan gigi gemeretak dan tatapan berapi-api.
"Menghina? Menghina darimana ya? Bukankah setiap orang bebas mengatakan pendapatnya? Sama seperti kamu yang merasa bebas mengeluarkan pendapatmu tentang Ibuku?" Fajar menanggapi kemarahan mereka dengan santai dan tatapan lekat.
Sebenarnya dia merasa bersalah karena bersikap kurang ajar terhadap wanita yang berstatus sebagai ibu tirinya itu. Namun apa boleh buat? Hinaan yang mereka lontarkan terhadap ibunya yang sudah tiada pun membuatnya marah dan sakit hati.
__ADS_1
Sehingga dia harus berusaha untuk menahan emosi. Dan membalas hinaan mereka dengan tenang, tanpa menggunakan emosi yang hanya akan merugikan dirinya sendiri.
"Kamu pikir dengan ocehan tidak bergunamu itu akan membuatku luluh dan mempercayai Ibumu? Sampai matipun aku tidak sudi memiliki cucu dari perempuan yang telah menghancurkan pernikahan anakku! Sampai kapanpun, satu-satunya cucu yang aku miliki hanya Gerald!" Oma Violet menimpali dengan dengan datar. Membuat Gerald dan Astrid tersenyum arogan.
Fajar kembali tersenyum sinis. "Sebenarnya aku tidak ada masalah Oma tidak mempercayai Ibuku. Tapi aku hanya merasa kasian saja pada Papaku yang sudah almarhum. Karena memiliki Ibu yang jauh lebih mempercayai orang lain ketimbang dirinya. Aku doakan, semoga suatu saat nanti mata hati Oma bisa terbuka ya. Baiklah, sampai jumpa"
Fajar bangkit dan berjalan meninggalkan ketiga orang itu dengan santainya. Setidaknya dia sudah mencoba untuk tetap bersikap baik terhadap mereka. Namun dia bisa apa, jika mereka tetap membenci dan tidak menerimanya?
Dia tidak ada waktu untuk meratapi sikap mereka terhadapnya. Karena saat ini beban pikirannya sudah terlalu banyak. Khususnya tentang Zahra yang hingga saat ini masih memenuhi pikirannya, dan membuatnya frustasi berat.
"Ma, Mama jangan terpengaruh ya, dengan ocehan anak pelakor itu. Mama taukan kalau yang berkhianat disini adalah Mas dan wanita rendahan itu. Mereka berdua main gila dibelakang aku"
Astrid mencoba memprovokasi Oma Violet, karena dia merasa khawatir jika wanita sepuh itu akan terpengaruh dengan perkataan Fajar secara perlahan-lahan. Karena jika hal itu sampai terjadi, maka boomerang untuknya!
"Kamu tenang saja Astrid. Mama tidak bodoh, hingga bisa semudah itu termakan ucapan anak dari wanita rendahan itu. Karena sampai kapanpun, menantu dan cucu Mama hanya kalian berdua" Ujar Oma Violet dengan tegas dan yakinnya. Membuat Astrid dan Gerald tersenyum puas.
Terutama Astrid yang merasa lega karena dia masih belum kehilangan pengaruhnya pada mantan ibu mertuanya itu selama bertahun-tahun lamanya. Dia sangat senang karena wanita itu lebih mempercayai pengakuannya ketimbang anaknya sendiri.
Sebenarnya hingga saat ini, dia masih menyesali perbuatannya yang telah menghianati suaminya. Setelah dia kehilangan semuanya karena tertipu oleh lelaki bermulut manis itu.
Setelah almarhum Andre mengetahui perselingkuhannya, pria itu pergi meninggalkannya bersama Gerald. Begitupun dengan selingkuhannya yang meninggalkannya dengan membawa semua harta kekayaan yang dimilikinya. Hingga Astrid tidak memiliki apapun lagi.
__ADS_1
Saat dia menyadari kesalahannya dan berniat untuk kembali pada Andre dan memperbaiki pernikahan mereka, semua sudah terlambat. Lelaki itu sudah terlanjur memberinya talak, dan memutuskan untuk menikahi baby sitter itu!