Mentari Untuk Fajar

Mentari Untuk Fajar
BAB 93- Kemarahan Fajar


__ADS_3

Apakah sebenarnya memang Gerald yang sudah menghamili Tari? Bukan dirinya? Fajar menjadi begitu gelisah memikirkan kemungkinan itu. Kepalanya rasanya mau pecah. Semua yang dikatakan Gerald sangat mengusik ketenangan pikirannya.


Dia memandangi flashdisk pemberian Gerald yang ada ditangannya. Apakah flashdisk ini bisa memberinya jawaban apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu?


Tapi jika semua yang dia dengar dari mulut Gerald memang kenyataan yang sebenarnya, sanggupkah dia menerima kenyataan bahwa janin yang sudah sangat dia sayangi bukanlah darah dagingnya? Tapi apapun itu, dia harus tetap memastikannya dengan mata kepala sendiri, agar dia tau mana yang benar.


Fajar membuka flashdisk itu dan memasangnya pada laptop dimejanya. Tubuhnya serasa bergetar saat membuka video yang ada dalam flashdisk itu. Dia sangat takut jika kenyataan sama seperti yang dikatakan Gerald.


Matanya membulat sempurna saat dia menonton adegan demi adegan dalam video itu. Tubuhnya serasa lemah dan semakin bergetar, melihat bagaimana Gerald membekap dan menyeret Tari masuk kedalam mobilnya.


Sepertinya video ini diambil dari rekaman CCTV yang ada ditempat parkir cafe itu. Sehingga Fajar tidak bisa melihat apa yang dilakukan Gerald pada Tari dalam mobil itu. Beberapa jam kemudian dia muncul dalam keadaan mabuk parah dan membuka mobil itu.


Semua yang dikatakan Gerald benar adanya. Lelaki itu memukulnya hingga dia tak sadarkan diri. Lalu membawa dan memasukkannya kedalam mobilnya sendiri dengan bantuan anak buahnya, bersama Tari yang sudah dia lecehkan! Fajar merasa dunianya seakan runtuh.


Jadi benar, bayi yang dikandung Tari bukan anaknya? Tapi itu adalah anaknya Gerald, kakak tirinya?! Selama ini pria itu sudah menjebak dan mempermainkannya!


"Gerald!!!"


PRANNKK!!!


Fajar berteriak dengan keras seperti orang kesetanan, sembari menepis semua benda yang ada dimejanya hingga jatuh berserakan dilantai. Seumur-umur belum pernah dia semarah ini. Namun kali ini dia benar-benar sudah dipermainkan. Dan dia tidak terima semua ini!


"Dokter. Dokter baik-baik saja? Apa ada masalah" Seru Vera yang tiba-tiba sudah berada diruangan itu. Dia berlari menghampiri atasannya dengan khawatir, melihat ruangan itu yang sudah seperti kapal pecah.


"Vera, kamu cancel semua jadwal saya hari ini. Kalau ada jadwal operasi, suruh dokter lain untuk menggantikan saya" Titah Fajar yang berusaha mengatur nafasnya yang memburu akibat luapan emosi yang membumbung tinggi, dan tanpa menoleh kearah asistennya itu.

__ADS_1


"Baik Dok. Tapi dokter mau kemana?" Seru Vera yang merasa cemas melihat keadaan atasannya yang tampak sedang sangat marah, setelah beberapa saat yang lalu didatangi oleh kakaknya.


Fajar tidak menghiraukan asistennya, dia terus memacu langkahnya meninggalkan ruangan itu. Tujuannya saat ini hanyalah memberi pelajaran pada sibr*ngs*k yang telah menipu dan mempermainkannya!


Fajar memacu kendaraan roda empatnya dengan kecepatan tinggi, tanpa mempedulikan ribuan kendaraan yang berlalu lalang dijalan raya yang bisa saja mengakibatkan kecelakaan karena ulahnya. Pikirannya benar-benar kalut. Hati dan tubuhnya sedang dikuasai oleh amarah besar.


Bagaimana hal ini terjadi padanya?! Bagaimana bisa bayi yang sudah sangat dia sayangi melebihi dirinya sendiri, ternyata itu bukanlah darah dagingnya?!


Dan Tari? Ternyata dia bukanlah orang yang merenggut mahkota wanita itu! Dan bagaimana dia menghadapi istrinya nantinya? Apakah Tari mengetahui semua ini? Bukankah sekarang dia magang diperusahaan sibr*ngs*k itu?!


Apakah sibedebah itu sudah memberi tau Tari terlebih dulu? Apakah selama ini Tari juga ikut menyembunyikan kenyataan ini darinya? Dan, dia dan Gerald....?


Berbagai pikiran negatif merasuki kepalanya. Fajar tidak sanggup membayangkan jika apa yang dipikirkannya itu memang benar.


Tit tit tit!!!


Pintu gerbang rumah itu terkunci sehingga Fajar harus mengklakson berkali-kali dengan sangat keras, agar ada yang datang dan membukakannya. Emosi membuatnya tidak terkendali sehingga dia tidak sabar untuk masuk kedalam, dan menemui orang yang saat ini sangat dia benci.


Seorang penjaga muncul dan membukakan pintu gerbang, karena merasa terusik oleh bunyi klakson mobil yang sangat bising dan mengganggu. Melihat ada yang datang, Fajar pun dengan cepat keluar dari mobil dan berjalan kearah pria itu.


"Maaf Tuan, tapi nyonya besar sudah berpesan, kalau anda tidak boleh ma...." Dengan ragu dan takut penjaga itu menghadang Fajar agar mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam, karena dia tau nyonya besarnya sangat membenci cucunya itu, dan tidak mengijinkannya untuk datang kerumahnya.


"Minggir!" Teriak Fajar sembari mendorong pria itu agar tidak menghalangi langkahnya menuju kedalam.


"Tuan! Tuan!" Teriak penjaga itu berusaha mengejar Fajar yang berjalan melewati pintu gerbang dengan langkah lebar.

__ADS_1


"Gerald!! Gerald keluar!! Jangan terus-terusan menjadi pengecut!!" Fajar berteriak seperti orang gila sembari terus berjalan mendekati gedung rumah mewah itu.


Beberapa pengawal berlari mendekatinya, dan berusaha menghadangnya supaya tidak masuk kedalam.


"Tuan. Tolong jangan buat keributan disini. Tolong tinggalkan tempat ini. Tolong jangan buat nyonya besar ma...." Seru salah seorang dari mereka dengan wajah garang. Namun sikap mereka sama sekali tidak membuat Fajar gentar.


"Dan kalian, tolong jangan ikut campur!! Aku tidak ada urusan dengan kalian" Seru Fajar berapi-api. Dia kembali menatap pintu rumah mewah yang tertutup itu dan melangkahkan kakinya, lalu kembali berteriak-teriak memanggil-manggil Gerald.


"Gerald!! Keluar kamu!! Sudah cukup selama ini menjadi pengecut!! Sekarang keluar dan hadapi aku!! Gerald!!!"


Para pengawal itu kembali menghadangnya. Mereka mendorong pundaknya agar menjauhi rumah majikan mereka. Sikap Fajar yang sangat brutal membuat mereka kehilangan sabar.


"Tolong jangan buat keributan disini. Tolong tinggalkan tempat ini. Atau kami terpaksa bertindak kasar"


"Jangan banyak bicara! Cepat panggil tuan kalian! Katakan padanya jangan terus-terusan menjadi pengecut, dan bersembunyi dengan melempar kotorannya kewajah orang lain! Atau aku akan menghabisinya!" Pekik Fajar menatap para pengawal itu dengan berapi-api.


Karena tidak bisa diberi pengertian, mereka pun terpaksa menggunakan kekerasan. Hingga perkelahian antara Fajar dan para pengawal itu pun terjadi didepan pekarangan rumah mewah itu.


Fajar yang sedang kalap, meladeni serangan mereka dengan senang hati. Menjadikan para pengawal itu sebagai pelampiasan emosinya yang sedang memuncak.


Astrid dan Oma Violet yang sedang bersantai dan bercengkrama ria sembari menonton acara televisi diruang keluarga, terkejut saat tiba-tiba mendengar suara ribut-ribut diluar. Karena penasaran mereka pun menuju pintu depan untuk melihat apa yang terjadi.


Betapa terkejutnya Astrid dan Oma Violet saat mereka sampai didepan teras rumah, dan menyaksikan pertarungan antara para abdi setianya dengan orang yang paling mereka benci.


"Berhenti!!" Pekik Oma Violet antara tegang dan marah melihat Fajar yang berani datang kerumahnya, dan membuat keributan dengan para pengawalnya.

__ADS_1


__ADS_2