Mentari Untuk Fajar

Mentari Untuk Fajar
BAB 65- Kondisi Tari Dan Gerald


__ADS_3

"Lalu sekarang kamu dimana? Dan bagaimana dengan Tari?!" Seru Fajar yang sudah bisa lagi membendung kekhawatirannya setelah mendengar pengakuan supir itu.


"Mmm.... Begitu baterai ponsel saya sedikit terisi, saya langsung menghubungi bengkel dan pak Yanto untuk menggantikan saya menjemput Nyonya. Tapi barusan beliau menghubungi saya, katanya Nyonya sudah pulang Tuan...." Ungkap Ahmad.


"Apa, pulang? Pulang dengan siapa? Dan kenapa dia belum sampai juga dirumah hingga sekarang?!" Seru Fajar dengan perasaan yang semakin kalut, memikirkan keberadaan istrinya yang entah sedang bersama siapa dan dimana.


"Ma-maaf Tuan, saya kurang tau...."


"Sekarang juga kamu cari istri saya sampai ketemu! Saya tidak mau tau!" Titah Fajar dengan emosi.


"Ba-baik Tuan...."


Fajar menutup panggilan suara itu dengan perasaan cemas dan gelisah yang semakin meningkat. Kemudian dia mencari nomor Tari dan menghubunginya. Nomor ponsel wanita itu tersambung, namun tak kunjung diangkat. Kekhawatiran Fajar semakin memuncak. Namun Fajar tidak menyerah. Dia tetap menghubungi ponsel istrinya sampai lima kali, hingga akhirnya panggilannya terjawab.


"Hallo Tari, Alhamdulillah akhirnya kamu angkat juga ponselnya! Kamu ada dimana sekarang...." Fajar merasa lega, meskipun rasa khawatirnya masih belum menguap, lantaran dia masih belum mengetahui dimana keberadaan istrinya sebelum ada jawaban diseberang sana.


"Maaf Pak, apakah anda keluarga dari pemilik ponsel ini....?" Terdengar suara lembut seorang wanita dari ponsel, namun bukan suara Tari. Fajar terkejut mengetahui ponsel istrinya berada ditangan orang lain.


"Iya saya suaminya. Maaf ini siapa ya? Kenapa ponsel istri saya bisa ada pada anda? Istri saya dimana sekarang?" Cecar Fajar dengan kalut.


"Maaf Pak, saya perawat dirumah sakit xxx. Pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada diruang UGD...." Wanita diponsel itu memberi penjelasan yang membuat Fajar tersentak bagai disambar petir.


"Apa?! Istri saya mengalami kecelakaan?! Lalu bagaimana keadaannya sekarang?! Dia baik-baik saja kan?! Dia juga sedang hamil! Bayi dalam kandungannya juga tidak kenapa napakan?!" Seru Fajar dengan tidak sabaran.


"Sekarang beliau sedang diperiksa oleh dokter Pak. Sebaiknya anda datang saja kemari"

__ADS_1


"Iya-iya, saya kesana sekarang" Fajar langsung menutup panggilan itu.


"Tuan, Nyonya Tari mengalami kecelakaan?" Tanya Bu Zaitun yang juga ikut merasa khawatir mendengar Tari mengalami kecelakaan.


"Iya, aku harus kesana sekarang. Aku pergi dulu ya Bu" Jawab Fajar yang hendak membalikkan badannya. Namun Bu Zaitun kembali bersuara.


"Tuan, apakah saya boleh ikut? Saya juga sangat mengkhawatirkan keadaan Nyonya" Ucap Bu Zaitun jujur.


Selama beberapa bulan ini Tari masuk kerumah ini sebagai nyonya mudanya, Bu Zaitun sudah merasa dekat dan sayang pada wanita itu. Karena istri tuannya itu tidak pernah neko-neko. Selalu bersikap sopan padanya maupun semua pelayan yang ada dirumah ini.


Bahkan tak jarang perempuan itu ikut bergabung dengan mereka dalam mengerjakan pekerjaan rumah, sekalipun sudah dilarang dengan keras.


"Iya baiklah, ayo" Fajar mengangguk dan mengajak Bu Zaitun untuk ikut dengannya.


Mereka pun menuju rumah sakit yang dimaksud oleh perawat ditelpon itu. Perasaan cemas, khawatir dan gelisah yang membuncah dihati Fajar sudah tidak terkendali lagi. Kabar kecelakaan Tari membuatnya kembali teringat pada insiden kecelakaan yang dulu menimpa Shreya dan calon bayinya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Fajar dan Bu Zaitun tiba dirumah sakit. Setelah bertanya pada resepsionis, dengan buru-buru dan tidak sabaran mereka menuju UGD untuk melihat Tari.


Sesampainya didepan ruang UGD, Fajar tercengang melihat dua orang yang sangat dikenalnya, sedang mondar-mandir didepan pintu ruang UGD. Dua orang itu tak lain adalah Oma dan ibu tirinya, yang sudah lama tidak ditemuinya sejak dia menikah dengan Tari.


Kedua perempuan itu terlihat sangat cemas, dan sesekali berusaha mengintip kedalam melalui pintu UGD yang terbuat dari kaca. Yang membuat Fajar heran adalah, kenapa mereka berdua bisa berada dirumah sakit? Memangnya siapa yang sakit? Dan dia juga tidak melihat Gerald diantara mereka.


Sebenarnya dia merasa enggan bertemu dengan mereka. Karena dia tau, pertemuan itu ujung-ujungnya pasti akan berbuntut pada pertengkaran lagi. Namun untuk enyah dari tempat itu pun rasanya sangat tidak mungkin. Karena dia harus menemui istrinya.

__ADS_1


Fajar menoleh menatap Bu Zaitun yang berdiri disampingnya. Memberinya kode agar kembali meneruskan langkah mereka, yang mau tidak mau harus berhadapan dengan Oma dan ibu tirinya itu. Bu Zaitun mengangguk dan mengikuti tuan mudanya.


"Oma, Tante Astrid?" Fajar menegur kedua orang itu dengan lirih dan hambar. Oma Violet dan Astrid langsung menoleh menatap Fajar dan Bu Zaitun dengan bingung.


"Kamu ngapain disini? Perasaan ini bukan rumah sakitmu?" Tanya Oma Violet dengan ketus dan heran.


"A-aku...."


Jawaban Fajar masih menggantung saat pintu ruang UGD terbuka. Mereka semua langsung mengalihkan perhatiannya pada dokter lelaki yang baru keluar dari ruangan itu. Mendekatinya untuk memastikan kondisi orang-orang yang mereka cemaskan.


"Dokter, bagaimana keadaan cucu saya? Dia tidak terluka parah kan?!" Cecar Oma Violet dengan nafas memburu saking cemasnya.


"Iya Dok, saya mamanya. Anak saya Gerald baik-baik saja kan?" Timpal Astrid yang sama cemasnya dengan ibu mertuanya.


Fajar sedikit terkejut mendengar perkataan dua wanita berbeda generasi itu. Ternyata alasan mereka berada disini karena Gerald yang mengalami kecelakaan? Tapi yang membuatnya bingung, kenapa kecelakaan Gerald bisa bersamaan dengan kecelakaan yang dialami Tari? Ini kebetulan, atau bagaimana?


Fajar masih belum bisa memahami ataupun menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi pada istri dan kakak tirinya. Dia mencoba mengabaikan hal itu, karena untuk saat ini prioritasnya adalah keadaan Tari yang belum dia ketahui.


"Dokter, saya suami dari perempuan korban kecelakaan yang bernama Mentari. Bagaimana keadaan istri saya? Dia baik-baik saja kan? Istri saya juga sedang hamil, bayi yang dikandungnya juga tidak kenapa-napakan....?" Fajar juga ikut mendekati dokter dan bertanya dengan gelisah.


"Pak, Bu, tolong tenang dulu ya. Jadi kalian ini, keluarga dari pak Gerald dan ibu Mentari yang mengalami kecelakaan mobil bersama itu?" Ujar dokter dengan suara lembut, berusaha menenangkan keluarga pasiennya.


Perkataannya membuat mereka semua terkesiap dan saling pandang dengan bingung, saat mengetahui bahwa Tari dan Gerald berada dalam satu mobil saat kecelakaan itu terjadi?


Hati mereka bertanya-tanya ada hubungan apa antara kedua orang itu? Kenapa mereka bisa mengalsmi kecelakaan bersama? Khususnya Fajar. Entah kenapa dia merasa emosi, mengetahui istrinya sedang bersama kakaknya.

__ADS_1


Sebenarnya mereka berdua ada hubungan apa? Apa dia perlu menanyakan hal ini pada Tari nanti?


__ADS_2