Mentari Untuk Fajar

Mentari Untuk Fajar
BAB 12- Amukan Pria Arogan


__ADS_3

Namun tanpa dia sadari, keluarganya juga menjadi bagian dari tamu undangan. Bahkan salah satu dari tamu kehormatan, lantaran Tristan adalah rekan bisnis dari pemilik perusahaan yang menggelar pesta itu.


Begitupun dengan Gerald, Astrid dan Oma Violet. Mereka sudah kembali dari Swiss sekitar satu minggu yang lalu. Untuk seterusnya mereka memutuskan akan menetap di Magelang, dan mengurus salah satu perusahaan Lazuardi group yang berada dikota itu.


Para tamu terus berdatangan. Acara hendak dimulai. Para petugas katering semakin sibuk dalam menyiapkan dan menyajikan makanan. Tari dan teman-temannya dengan gigihnya menghidangkan makanan kedalam pemanas lauk, diatas meja-meja yang disediakan sebagai tempat penyajian menu makanan dan minuman.


Gerald berjalan dengan angkuhnya menuju meja yang dipenuhi dengan minuman. Dari arah yang berlawanan, Ranty juga tengah berjalan dengan membawa wadah piring saji berisi daging krengseng. Namun tiba-tiba....


BRUK!!


Tanpa sengaja Ranty menabrak Gerald, hingga daging itu tumpah ruah kebaju Gerald dan mengotori hampir sekujur tubuh lelaki itu. Wadah piring saji itu terlepas dari tangannya dan jatuh hingga pecah serta berserakan dilantai.


Membuat semua orang terlonjak hingga mulut mereka terbuka lebar dan mata terbelalak memandangi mereka berdua. Termasuk Tari yang juga sedang membawakan sup ayam sosis ditangannya, yang hendak dia sajikan kedalam prasmanan diatas meja.


Namun insiden itu membuat aktivitas dia dan teman-temannya yang lain harus terhenti, lantaran mau tidak mau mereka harus menjadi penonton gratisan. Gerald menatap bajunya yang kotor dan lengket dibagian dadanya hingga kebawah, akibat tumpahan kuah daging itu dengan tatapan kemarahan.


Sedangkan Ranty menutup mulutnya yang terbuka dengan kedua tangannya. Dia memandangi lelaki itu dengan ketakutan, karena menyadari jika dirinya telah melakukan kesalahan pada tamu. Sekalipun dia tidak sengaja melakukannya. Namun tetap saja itu sebuah kesalahan.


"Ma-maaf Pak, sa-saya tidak sengaja" Ranty mengeluarkan sapu tangan dari dalam celemeknya, dan mendekati Gerald untuk membersihkan tubuh pria itu yang kotor akibat ketidak sengajaannya. Saking shocknya dia sampai bingung harus melakukan apa. Hanya tindakan itu yang terpikirkan olehnya.


"Awas!!" Teriak Gerald dengan marah sembari mendorong tubuh Ranty dengan kasar, hingga gadis itu terhuyung kebelakang. Membuat Tari dan yang lainnya semakin tersentak melihat sikap kasar lelaki itu.

__ADS_1


Orang-orang yang sebelumnya berada agak jauh dari posisi mereka, mulai mendekat dan mengerumuni dua orang itu saking penasarannya, termasuk Oma Violet, Astrid, Tristan, Claudia dan Moza.


"Dasar pelayan bodoh! Tidak berguna! Kamu sudah mempermalukan saya dalam acara sepenting ini!" Gerald mencaci maki Ranty dengan geram. Dia memandangi stelan jas bersih dan rapi yang dikenakannya, namun kini sudah penuh dengan lumuran kuah dengan gigi yang gemeretak.


"Saya benar-benar minta maaf Pak. Saya tidak sengaja. Tolong maafkan saya. Saya mohon Pak...." Ranty berkata dengan wajah memelas. Tubuhnya tampak gemetar menghadapi kemarahan lelaki didepannya itu.


Moza yang hanya diam menyaksikan bersama yang lainnya, merasa terkejut mengetahui salah satu dari orang yang sedang membuat drama itu adalah Ranty, sahabat karib Tari. Hatinya bertanya, jika Ranty berada disini sebagai pelayan, apa mungkin Tari juga berada disini?


"Maaf?!! Kamu pikir dengan minta maaf, masalahnya bisa selesai dengan semudah itu?!! Kamu lihat badan saya sekarang!! Hancur karena ulahmu!! Entah siapa yang sudah mempekerjakan pelayan tidak berguna sepertimu! Yang hanya bisa membuat kekacauan, dan tidak bisa bekerja dengan becus!!"


Gerald terus mencaci maki Ranty dengan suara tinggi dan mata melotot, tanpa mempedulikan tatapan-tatapan ilfil yang ditujukan oleh semua orang untuknya melihat sikapnya yang kekanak-kanakan dan seperti orang yang tidak terpelajar.


"Gerald udah, malu banyak orang disini. Sekarang sebaiknya kamu ketoilet dan bersihkan badanmu. Biar nanti Mama hubungi supir untuk membawakanmu baju ganti" Bisik Astrid seraya memandangi orang-orang yang sedang berkerumun menyaksikan adegan itu. Dia merasa sangat malu atas sikap anaknya itu.


"Lalu maksud Mama masalah ini dilupakan begitu saja?! Mama lihat dong badan aku. Aku sudah terlanjur malu gara-gara pelayan bodoh ini! Kalau kali ini kita biarkan, besok-besok dia bisa ngelunjak! Pokoknya aku mau pelayan tidak becus seperti ini dipecat!!"


Gerald masih tidak mau mengalah atau mendengarkan saran Mamanya. Dia kembali menatap Ranty dengan penuh amarah. Kemudian dia mengambil segelas jus diatas meja dan menyiramkannya kewajah gadis itu.


PYAAASS


"Aauw!" Ranty menjerit terkejut saat cairan berwarna itu mengguyur wajahnya, yang membuat rambut dan pakaian seragamnya juga ikut basah.

__ADS_1


"Ini bukan apa-apa. Aku bahkan bisa melakukan lebih dari ini, pada orang yang berani bermain-main dan mempermalukanku!" Ancam Gerald dengan tatapan nyalang. Ranty hanya terdiam sembari mengusap wajahnya yang basah.


Sementara Astrid dan Oma Violet semakin merasa malu dengan kelakuan Gerald yang kasar dan tidak mencerminkan kedudukannya sebagai orang terpandang dan berpendidikan, direktur Lazuardi group. Mereka merasa tidak memiliki muka, saat melihat tatapan-tatapan sinis dan gelengan kepala dari orang satu aula hotel.


Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Gerald mengamuk dan bersikap kasar pada orang yang posisinya jauh lebih rendah darinya. Dirumah maupun dikantor, dia selalu bersikap seperti itu terhadap pelayan, pengawal, security, asisten, staf hingga cleaning servis hanya karena kesalahan kecil yang mereka lakukan.


Mama dan Omanya selalu memperingatinya supaya menjaga attitudenya sebagai orang terpandang dan terpelajar. Namun tidak pernah digubris oleh Gerald yang memang memiliki tabiat seperti itu.


Tari semakin geram melihat perlakuan kasar dan tidak beretika, yang diberikan oleh pria arogan itu kepada sahabatnya hanya karena persoalan sepele. Dengan kemarahan yang sudah menggebu-gebu dalam dadanya, dia berjalan mendekati kedua orang yang sedang berseteru itu tanpa merasa gentar sedikitpun.


Kemudian dia menepuk-nepuk pundak Gerald yang sedang berdiri membelakanginya. Gerald berbalik dan melihat siapa orang yang telah menepuk-nepuk pundaknya. Dia menatap Tari dengan heran. Dari pakaian yang dikenakannya, dia bisa tau bahwa wanita itu juga salah satu pelayan ditempat itu.


Tari tersenyum geram, sebelum akhirnya dia menumpahkan sup yang berada dalam wadah piring saji ditangannya kewajah Gerald dengan beraninya.


BYUUR!!


Kini sekujur tubuh lelaki itu sudah basah kuyup dan kotor oleh kuah, daging dan sayur-sayuran sup itu. Suasana menjadi semakin heboh. Semua orang semakin terkejut dengan pertunjukan yang semakin seru itu.


Mereka semua tidak menyangka jika Tari yang notabenenya hanya seorang pelayan, bisa berbuat seberani itu pada seorang tamu. Meskipun mereka semua sangat mengagumi keberanian perempuan itu.


Tristan, Claudia dan Moza pun sangat terkejut melihat kemunculan Tari dalam acara itu. Mereka tidak menyangka jika sekarang anak itu berprofesi sebagai pelayan katering.

__ADS_1


__ADS_2