
"Ayo dicoba dulu. Aku yakin kamu pasti akan ketagihan" Ujar Fajar dengan percaya dirinya.
"Nanti saja" Sanggah Tari sembari mengambil makanan itu dari tangan Fajar, dan meletakkannya kembali diatas meja.
"Kenapa? Kamu tidak percaya, kalau aku bisa memasak dengan lezat?" Tanya Fajar dengan kecewa karena buruk sangka.
"Salah satunya sih iya" Gurau Tari yang masih ingin membalas kejahilan suaminya.
"Salah satunya? Memang salah satunya lagi apa?" Tanya Fajar dengan kening mengernyit penasaran.
"Satunya lagi karena aku belum mandi. Aku juga belum sikat gigi. Masak langsung makan? Kan jorok" Jawab Tari dengan malu. Dia hendak beranjak dari tempat tidur dengan membawa selimut sebagai penutup tubuh polosnya.
Namun Fajar dengan cepat mencegahnya dengan menarik lengannya agar kembali duduk. "Eh tunggu-tunggu"
"Apa lagi sih?"
Bukannya menjawab, Fajar malah bangkit berdiri dan menggendong Tari.
"Kamu mau ngapain?" Seru Tari yang terkejut atas perlakuan suaminya.
"Ayo, aku akan memandikanmu" Jawap Fajar sambil tersenyum nakal.
"Memangnya aku anak kecil, sampai tidak bisa mandi sendiri?"
"Tidak usah membantah, atau aku akan menciummu lagi" Ancam Fajar yang kembali mengecup wajah Tari.
"Dasar curang. Bisanya main ancam" Tari mengomel dengan kesalnya saat Fajar kembali mengecupnya bertubi-tubi, sambil berjalan membawanya kekamar mandi.
Sesampainya dikamar mandi, Fajar memasukkan Tari kedalam bathub berisi taburan kelopak-kelopak bunga yang bercampur dengan air hangat dalam bathub itu.
Tari tidak menyangka jika suaminya tiada henti-hentinya memberinya kejutan dari semalam. Kejutan yang sangat romantis yang membuatnya merasa bak ratu kerajaan. Fajar memandikan Tari dengan lembut, sambil berusaha keras agar dia tidak kembali menerkam istrinya.
Feromon tubuh Tari yang sangat memikat dan menggoda, membuat Fajar ingin mengulang kembali pertempuran panas yang mereka lalui semalam. Andai saja pagi ini dia sedang tidak ada jadwal operasi dan meeting, mungkin dia sudah benar-benar melakukannya. Mencicipi tubuh istrinya semalam membuatnya sangat ketagihan.
__ADS_1
Selesai mandi mereka kembali kekamar.
"Mau kemana sayang?" Tanya Fajar saat melihat istrinya berjalan kearah pintu.
"Mau ambil pakaianku. Kan ada dikamar sebelumnya" Jawab Tari.
"Eh, tidak perlu" Ucap Fajar sembari menarik tangan istrinya agar kembali mendekat padanya.
"Kenapa? Memangnya aku harus ******* terus?"
"Karena....." Fajar menarik tangan Tari sambil berjalan mendekati lemari pakaian besar. "Semua yang kamu butuhkan, ada disini..." Ucap Fajar seraya membuka lemari pakaian itu.
"Kok semua pakaianku bisa ada disini? Siapa yang membawanya? Kamu?" Tanya Tari yang sedikit terperangah melihat semua pakaiannya yang sebelumnya berada dalam lemari kamar yang selama ini ditempatinya, kini berada dalam lemari kamar itu, bersanding dengan pakaian-pakaian suaminya.
"Lebih tepatnya sih, Bu Zaitun dan pelayan lainnya, atas perintah dariku" Jawab Fajar sambil berpangku tangan. "Jadi mulai sekarang, kamu tidak perlu lagi bolak-balik kekamar itu lagi. Karena mulai sekarang, kita akan berbagi kamar ini" Sambungnya sambil mendekap tubuh Tari dan mengecup bibir perempuan itu.
"Huh" Gerutu Tari mendorong suaminya. "Pagi-pagi sudah mesum. Memangnya belum cukup apa semalam?"
"Dia siapa? Siapa yang bangun?" Dengan bingung Tari bertanya dan menatap kesekitarnya.
"Dia" Fajar menunjuk kebawah, kebagian selangkangannya yang tampak mengacung.
"Ih! Dasar mesum" Tari meninju lengan suaminya dengan keras saking kesalnya. Selama berbulan-bulan menikah, dia baru tau bahwa lelaki itu memiliki sisi mesum yang akut. Pantas saja dulu sampai melecehkannya, meskipun dilakukannya dulu dalam keadaan mabuk.
"Ayolah sayang, sebentar saja. Aku pengen nih" Rengek Fajar yang kembali menarik Tari dan mendekap tubuh itu. Perut besar Tari membuatnya tidak bisa leluasa menjalankan aksinya, karena dia mengingat perkataan dokter.
"Tidak. Aku lapar tau. Nanti makanannya keburu dingin lagi" Elak Tari seraya mendorong Fajar dengan pelan-pelan agar dia bisa melepaskan dirinya.
Tari berjalan mendekati nakas disamping tempat tidur, untuk mengambil makanan yang tadi diakui sebagai hasil masakan suaminya. Tari hendak memasukkan sosis telur gulung itu kedalam mulutnya, namun Fajar menahannya dan mengambil makanan itu dari tangannya
"Tunggu dulu"
"Apalagi sih?" Tanya Tari kesal.
__ADS_1
Padahal aroma makanan itu sudah menggugah seleranya sedari tadi. Namun dia masih harus menahannya karena harus mandi terlebih dulu. Dan sekarang suaminya malah mengganggunya makan. Sebenarnya lelaki itu niat tidak sih, membuatkan makanan itu untuknya?!
"Akkk" Fajar mendekatkan makanan itu didepan mulut Tari, bermaksud untuk menyuapinya.
Tari tersenyum simpul menerima suapan dari suaminya. Dia mengambil makanan dalam piring ditangan Fajar dan menyuapi suaminya juga.
"I love you my Queen"Lirih Fajar menatap istrinya dengan dalam, sambil mengunyah makanan yang barusan disuapi oleh perempuan itu.
"I love you to my king" Jawab Tari lirih dengan senyum haru yang dia utas diwajah cantiknya.
🍁🍁🍁🍁🍁
PRAANG!!
Gerald melampiaskan emosinya yang memuncak pada benda-benda hiasan yang ada dimeja kamarnya, membuat semuanya jatuh, pecah hingga berceceran dilantai.
Wajahnya tampak memerah, seiring dengan nafasnya yang naik turun. Frustasi dengan kehidupannya yang tidak sesuai dengan ekspektasinya, hingga rasanya kepalanya mau pecah memikirkan semua ini!
Beberapa hari yang lalu begitu keluar dari rumah sakit, diam-diam dia mendatangi dokter andrologi terbaik untuk berkonsultasi dan memeriksa kondisinya, karena dia ingin memastikan bahwa diagnosa dokter tempo hari itu tidak benar.
Namun lagi-lagi dia harus menelan kekecewaan dan kemarahan, lantaran kenyataannya berkata lain saat hasil tes hormon yang dilakukannya keluar hari ini, dan disampaikan oleh dokter beberapa jam yang lalu.
Flashback on
"Dokter yakin kan, kalau hasil pemeriksaan ini benar-benar akurat?! Atau mungkin tertukar dengan pasien lain?! Saya tidak mungkin mengidap penyakit ini Dok....!" Seru Gerald mendesak dengan perasaan ketar-ketir. Tangannya terasa gemetar membaca kertas berisi data medisnya.
"Maaf Pak, tapi hasil itu tidak mungkin salah. Itu adalah hasil dari lab rumah sakit ini. Dan anda tau sendiri, kalau rumah sakit ini adalah rumah sakit terbaik, yang tidak mungkin akan melakukan kesalahan terhadap hasil medis pasien. Kami sudah melakukan serangkaian tes untuk mendeteksi kelainan pada reproduksi ****** anda. Dan hasilnya, memang seperti itu. Anda mengidap penyakit azoospermia testicullar akibat kecelakaan tempo hari"
Tutur dokter menjelaskan dengan suara selembut mungkin, demi menjaga perasaan pasiennya yang temperamental itu agar emosinya tidak semakin meledak.
"Jadi maksud dokter, saya tidak akan pernah bisa punya anak? Saya tidak akan pernah bisa, membuat wanita manapun mengandung anak saya? Itu maksud dokter?!" Tanya Gerald yang semakin tegang dan gelisah.
"Saya tau ini memang berat Pak. Tapi saya harap, anda bisa menghadapi cobaan ini dengan tegar dan lapang dada...." Bukannya menjawab, pria yang berprofesi sebagai dokter itu malah mencoba menenangkan Gerald.
__ADS_1