Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
10. Pilot Dadakan


__ADS_3

"Cepat arahkan helikopternya ke koordinat yang aku sebutkan tadi atau peluru ini menembus kepalamu!" semakin menekan pistol itu pada kening pilot.


Sambil menahan rasa sakit pilot mencoba menekan koordinat yang dimaksud oleh co-pilot, saat bersamaan Rafael melirik pada peralatan Kanno yang ada didalam tas ranselnya, peralatan antik Kanno memang beragam, ada kater, obeng yang absurt karena bengkok, palu kecil, Taspen, timbangan digital dan masih banyak lagi, tetapi Rafael memilih obeng bengkok milik Kanno yang sudah di bengkokkan dengan sengaja, diambilnya perlahan dan tangan ajaib El langsung bergerak melempar obeng absurt itu tepat di pinggang sebelah kanan.


"Jeeeeep .... " tembus ke perut dan darah keluar deras sampai membasahi seragam putih co-pilot itu.


"Aaaaaaaarrrgggh kurang ajar siapa yang---?" belum sempat melanjutkan ucapannya pilot menendang co-pilot dengan menggunakan kaki yang tidak tertembak.


"Arrgh, bang sat" pekik co-pilot dengan suara lantang dan marah.


Tetapi karena terhuyung dan menahan sakit co-pilot refleks menembaki pilot dengan membabi-buta tetapi tidak terarah.


"Dooor..." peluru pertama mengenai langit langit helikopter tepat diatas kepala jenderal As'ari dan komandan Conan.


"Dooor..." peluru kedua mengenai tombol mesin helikopter sampai sedikit mengeluarkan asap dan


"Dooor..." peluru ketiga mengenai pundak pilot membuat pilot itu terjatuh dan tersungkur dibawah kursi pilot.


Dengan cepat saat co-pilot terhuyung Rafael melangkah sedikit menunduk dan dengan cepat menendangnya.


"Hyaaaaaat bhuuuuk".


"Aaaaaaaarrrgggh".


Co-pilot tergeletak pingsan disamping pilot, karena ada dua peluru yang bersarang didalam tubuhnya pilot juga ikut pingsan, helikopter tidak ada yang mengendalikan, helikopter itu menukik tajam kearah bawah dengan cepat.


"Kanno seret dan ikat co-pilot br*ngs*ng ini!" perintah El naik pitam.


Kanno menyeret tubuh co-pilot dan diikat dengan tas ransel milik Kanno dan diikatkan di jok yang tadi diduduki Rafael.


Cello dan komandan Conan mengangkat pilot yang pingsan didudukkan di kursi sebelah co-pilot yang terikat sedangkan Rafael dibantu jenderal As'ari mencoba mengendalikan helikopter yang terus menukik tajam kearah bawah, karena tidak ada pergerakan co-pilot yang diikat di jok, komandan Conan memeriksa nadi co-pilot ternyata sudah tewas karena kehabisan darah.


"Banyak komponen yang rusak jenderal, sebaiknya kita kendalikan secara manual" kata Rafael gugup.


"Bagaimana caranya komandan?" jenderal As'ari juga sangat gugup, tidak mempunyai pengalaman tentang komponen helikopter akhirnya jenderal As'ari kembali duduk dekat pilot yang terluka, sedangkan Kanno dan Cello mendekati Rafael.


"Kanno cepat bacakan SOP (Standar Operasional Prosedur) helikopter secara manual.


Dengan tangan yang bergetar Kanno membuka handphone mencari informasi SOP helikopter melalui google, tetapi belum sempat membuka google, pilot tersadar dan berucap lirih.


"I guide from here sir, saya pandu dari sini pak, come on!"


"Ok let's do it" jawab Rafael cepat.

__ADS_1


Selama ini Rafael sering mempelajari dan mengoperasikan helikopter milik papi Faro tetapi bukan secara manual, karena helikopter milik Papi Faro sudah menggunakan teknologi modern.


"Tombol diatas kepala, Turn on please" perintah pilot sambil tangan menunjuk keatas.


Rafael berdiri meraih tombol dan menekannya, kembali duduk dengan tenang walaupun helikopter tidak seimbang dan terus menukik ke bawah.


"El bayangkan ini helikopter Papi Faro" detektif Conan memberi semangat dan menekan pundak pilot yang darahnya terus mengalir agar berhenti.


"Tarik tuas yang ada disamping kirimu itu sampai ujung, jika tidak kuat dua orang yang menarik dan satu lagi memfokuskan arah jalannya helikopter!" perintah pilot itu dengan suara bergetar karena posisi helikopter sudah pada tahap yang sangat menghawatirkan.


Kanno dan Cello bertugas menarik tuas dengan sekuat tenaga dengan mengeluarkan suara yang menggelegar.


"Aaaaaaaarrrgggh, ayo semangat Cello" teriak Kanno.


"Berjuang sampai akhir Kanno, El tetap fokus" Cello juga memberi semangat kedua sahabatnya.


"Siap... ingat kita selalu berjuang sampai akhir bersama tanpa ada putus asa" ikut Rafael menyemangati diri dan dua sahabatnya.


"Mata elang emas tetap semangat berjuang sampai akhir" semangat komandan Conan ikut menimpali.


Akhirnya secara perlahan tapi pasti pesawat helikopter kembali keatas dan Rafael bisa mengendalikan arah helikopter walaupun masih ada asap yang keluar di mesin yang ada didepan Rafael.


Pilot yang tadinya duduk di jok merosot jatuh karena tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya karena menahan sakit masih tertancap peluru disana tetap dijaga oleh komandan Conan, anak buah jenderal As'ari duduk dengan menenggelamkan kepalanya diantara dua kaki.


"Jenderal, komandan ini tidak mungkin bisa bertahan lama, apa langkah selanjutnya?" teriak El sambil tetap fokus mengendalikan helikopter tetap stabil.


"Kanno cepat lakukan!" perintah Cello ikut fokus memegangi tuas agar tidak bergeser.


Dengan fokus Kanno mencari koordinat bandara militer terdekat, tangan Kanno berselancar menekan tombol handphone tanpa henti disertai mata yang tetap fokus, ternyata ada pangkalan militer Iswahyudi Madiun adalah posisi yang terdekat, setelah pasti baru Kanno berteriak kencang.


"Pangkalan militer Iswahyudi Madiun"


Sesaat kemudian dengan cepat komandan Conan mengambil alat komunikasi yang ada di helikopter itu.


"Maidey...... maidey.... mohon ijin mendarat, helikopter dengan nomor penerbangan


MJ 1506 dengan penumpang tertembak dan mesin hampir mati, lapor saya komandan Conan"


"Maidey ....... maidey".


"Maiday... maidey....disini komandan Conan"


Setelah beberapa saat ternyata pangkalan militer Iswahyudi merespon cepat dan menjawab panggilan komandan Conan.

__ADS_1


"Kami persiapkan landingnya di sebelah kanan pangkalan, bagaimana keadaan penumpang komandan Conan?".


"Siap..ada satu tersangka yang sudah tewas, pilot tertembak peluru di pundak dan di kaki, sisanya aman" jawab komandan Conan kembali.


"Semua siap siap duduk dan letakkan kepala diantara dua kaki sekarang!" perintah jenderal As'ari.


"Sir...halp me, what I do now?" teriak Rafael kepada pilot sedikit frustasi karena semakin lama mesin helikopter semakin tidak berfungsi.


"Dorong tuas perlahan jika landasan sudah terlihat dari jangkauan mata" pilot itu memberikan panduan sambil memejamkan matanya.


Kanno dan Cello mulai memegang tuas bersama sambil melihat arah depan dan memperkirakan saat landasan mulai terlihat.


"Kanno, Cello do it now" teriak Rafael dengan tatapan mata tetap kedepan.


"Usahakan atur tuas sampai ujung helikopter sudah berada di tanah dengan sempurna" titah pilot lagi.


Rafael, Kanno dan Cello bekerja sama saling mendukung, dan berteriak saat helikopter menginjak tanah dengan sedikit kasar.


"Duuuuuuuaaaaar........braaakkk" Suara helikopter membentur tanah bersamaan mesin mati.


"Aaaaaaaah" teriak mereka bertiga bersamaan


Kanno dan Cello berpelukan duduk dibawah kursi jok co-pilot, sedangkan Rafael keningnya membentur mesin yang ada didepannya, tangan kanannya terbentur pintu helikopter karena menahan tubuh yang tidak seimbang, darah mengucur deras dari keningnya, tangan kanan terasa ngilu yang amat sangat.


Beberapa Ambulance mendekat dengan suara keras, para dokter militer berlari mendekati helikopter yang semakin banyak mengeluarkan asap, para anggota militer yang sedang bertugas sigap menolong seluruh penumpang setelah pintu helikopter di buka dengan sempurna.


Pilot yang terluka di tandu keluar pertama kali, diikuti oleh seluruh anggota yang ada, terutama Rafael yang sudah hampir pingsan karena darah yang terus mengalir dari keningnya, Rafael akhirnya di tandu keluar juga karena sudah tidak tahan untuk berjalan, Kanno dan Cello sedikit acak acakan penampilannya berjalan perlahan keluar, komandan Conan keluar dari helikopter dengan jalan pincang, terakhir mayat co-pilot dimasukkan kedalam kantong jenazah dan ditandu keluar helikopter.


Setelah selesai semua penumpang dievakuasi, ada ledakan kecil dari depan helikopter yang mesinnya berasap.


"Duar...duar... ssssst" dengan cepat mobil pemadam kebakaran mendekat dan mengatasi situasi yang sedikit mencekam.


Langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan ambulance yang mengeluarkan suara sangat kencang terutama Rafael dan pilot serta semua penumpang yang sudah dievakuasi, situasi di pangkalan militer Iswahyudi itu begitu mencekam.


_____________________


jangan lupa like vote dan komentar serta


hadiahnya, semangat semangat


jangan lupa patuhi protokol kesehatan


demi kesehatan bersama.

__ADS_1


terima kasih atas semua dukungannya.


I love you all


__ADS_2