Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
79. Ternyata Asisten Ali


__ADS_3

"Bagaimana sekarang kak El, apakah mereka sudah menyadari kalau kita mengikutinya?".


Rafael belum sempat menjawab pertanyaan Shifa ada pesan WA masuk dari komandan Conan "Kirim Sherlock sekarang".


"Kak El, komandan Conan minta Sherlock sekarang".


"Cepat kirim!".


Setelah lima menit Shifa mengirim Sherlock kepada komandan Conan ada suara sirine mobil polisi mendekati mereka, dan bahkan melewati mobil Rafael dan Shifa, dengan cepat mobil yang mengikuti Rafael tadi mempercepat laju mobilnya kembali dan mobil polisi ada di belakangnya.


Rafael dan Shifa meminggirkan mobilnya, hanya sekedar untuk menurunkan ketegangan yang baru saja dialaminya.


Ternyata dua kilometer dari posisi Rafael berhenti ada razia besar-besaran yang di selenggarakan oleh kepolisian, sehingga dengan terpaksa mobil yang tadi mengejar Rafael harus berhenti karena seluruh kendaraan tanpa terkecuali di periksa oleh petugas kepolisian, dan secara kebetulan sopir mobil yang mengejar Rafael tidak memiliki SIM dan merupakan DPO kepolisian, dan mereka langsung di gelandang ke kantor polisi.


Komandan Conan bersama anggotanya mengendarai mobil menyusul Rafael yang sudah berhenti di pinggir jalan.


"El, Shifa kalian ikut kami ke markas besar, mobil kamu biar senior Ani Marsiti langsung mengantar ke panti asuhan" perintah komandan Conan.


"Siap komandan, ayo honey maaf terpaksa kita tidak bisa menghadiri acara lamaran Cello" ucap Rafael.


"Iya kak tidak apa-apa, kemungkinan acaranya sudah selesai juga".


Rafael dan Shifa bersama komandan Conan dan anggota berangkat ke markas besar, sedangkan di panti asuhan acara lamaran sudah selesai, tanpa kehadiran Rafael dan Shifa, walaupun Cello dan Aisyah sangat khawatir dan kecewa karena tidak hadirnya mereka padahal dua jam yang lalu mereka mengabarkan jika sudah on the way.


Setelah ada mobil Rafael masuk di area halaman Panti asuhan, saat seluruh keluarga sedang menikmati hidangan makan malam, Cello langsung berlari menghampiri mobil Rafael dengan cepat diikuti oleh Kanno.


"Tega banget lo tidak-----?" Cello tidak jadi melanjutkan ucapannya karena yang keluar dari kemudi mobil bukan Rafael melainkan senior Ani Marsiti


"Senior kenapa anda yang membawa mobil Rafael, dimana mereka berdua, apa yang terjadi?" Cello menjadi khawatir setelah tidak melihat sosok Rafael dan Shifa, padahal saat mendengar mobil Rafael masuk Cello berniat ingin marah karena datang terlambat.


"Nanti aku ceritakan, tetapi pizza yang tadi di beli oleh Rafael dan Shifa tolong turunkan terlebih dahulu!" perintah Ani Marsiti.


Di turunkan oleh Cello dan Kanno di bantu oleh Ahmad, Aisyah dan Agnes pizza di letakkan di meja makan.


Duduk bertiga Ani Marsiti, Cello dan Kanno menceritakan tentang kejadian yang dialami oleh Rafael dan Shifa.


"Sekarang mereka dimana senior?" tanya Cello khawatir.

__ADS_1


"Ada di markas besar, Kanno ayo kita kesana di tunggu komandan, Cello boleh tidak ikut jika belum selesai acaranya!" jawab Ani Marsiti berpamitan kepada seluruh keluarga yang ada.


"Gue ikut, sebentar gue pamit Aisyah dan yang lainnya dulu" Cello mengikuti Kanno berjalan mendekati Agnes untuk berpamitan.


Kanno dan Cello menceritakan sekilas tentang kejadian mengapa Rafael dan Shifa tidak sampai di panti asuhan dan berpengalaman kepada bunda Aulia kalau ada pekerjaan yang mendadak agar tidak terlalu khawatir.


"Maaf ya sayang di momen penting kita aku harus kerja" pamit Cello kepada Aisyah.


"Iya kak Cello tidak masalah, yang penting kak El dan Shifa selamat.


"Darling, aku pamit juga ya, temani Aisyah tidak usah pulang, nginap disini aja nanti aku jemput ok" pamit Kanno juga.


"Yes darling be carefull".


Dengan menggunakan mobil sendiri bertiga melajukan mobilnya menuju markas besar agen rahasia pemerintah dengan kecepatan tinggi.


Sudah duduk berhadapan komandan Conan dan anggota agen rahasia, sedangkan Shifa sedang beristirahat di kantor komandan Conan.


"Ok kita mulai dari mana penyelidikannya Ndan?" tanya Kanno sambil memegang mouse laptopnya.


"Dari gerai pizza" jawab Rafael singkat.


Di layar monitor besar yang ada di depan mereka terlihat jelas orang yang mengantri untuk membeli pizza, awalnya terlihat normal, tetapi setelah ada seorang laki-laki yang berjalan mendekati Rafael dan Shifa yang sedang berbincang, laki-laki itu mendekatkan telinganya seolah olah menguping pembicaraan antara Rafael dan Shifa.


Setelah Rafael dan Shifa keluar dari gerai pizza ada tiga orang laki-laki yang naik mobil dan mengikuti mobil Rafael dan Aisyah.


"Cello, El coba cari identitas laki-laki itu sekarang?" perintah komandan Conan.


"Sebentar sepertinya aku mengenal dia di biodata Agus Martono, Ndan?" ucap Rafael sambil mengerutkan keningnya berpikir dan mengingat sosok laki-laki yang telah mengikutinya.


"Siapa dia El, kamu mengenalnya?" tanya Ani Marsiti penasaran.


"Dia bernama Ali, kalau tidak salah dia asisten dari Agus Martono" Rafael memang memiliki kemampuan ingatan yang sangat kuat, pernah membaca laporan biodata Agus Martono sampai sekarang masih mengingat asisten dari Agus Martono.


"Rafael betul, ini dia biodata tentang asisten Ali" Kanno menunjukkan biodata asisten Ali di layar monitor besar.


"Berarti kemungkinan dia mengenali suara Shifa, sehingga mereka mengikuti mobil Rafael" analisa tepat Ani Marsiti.

__ADS_1


"Aduh, kenapa aku ceroboh, maaf komandan ini kesalahan ku, aku tidak memikirkan akan kejadian seperti ini" Rafael merasa bersalah.


"Tidak apa-apa El, ini sudah terjadi, kamu siap siap aja, siapa tau Agus Martono akan berkunjung ke lapas Nusa Kambangan agar kecurigaan mereka tidak terbukti jika Shifa masih ada di pulau itu" nasehat komandan Conan.


"Siap Ndan, sekali lagi maaf ini tidak akan terjadi lagi, aku akan lebih hati-hati jika di tempat umum" Rafael masih merasa bersalah.


"Ndan, sebaiknya satu orang laki-laki yang bersama asisten Ali yang menjadi DPO kepolisian itu di beritakan ke masyarakat luas untuk mengalihkan perhatian mereka" saran Cello kemudian.


"Ide bagus itu, tetapi untuk sementara ini jangan ada yang membuat mereka mencurigai kita, beraktivitas lah seperti biasa ok".


"Siap Ndan!" jawab mereka kompak.


Pagi harinya saat sarapan pagi sebelum berangkat kerja Rafael dan Shifa mendapatkan nasehat panjang lebar dari Papi Faro agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari, lebih baik mencari aman jika berada di tempat umum.


Organisasi mafia yang di pimpin oleh Papi Thora tidaklah kecil, organisasi itu sudah bertahun-tahun malang melintang di dunia hitam, pasti akan memiliki anak buah yang tidak sedikit, lebih baik tidak tidak meninggalkan jejak seperti Mama Ara, akan membuat keluarga juga menjadi bahagia.


"Honey, untuk sementara di rumah aja dulu, jangan keluar rumah kalau tidak perlu ok" pamit Rafael saat dia akan berangkat ke kantor.


"Iya kak El, bagaimana keputusan kak CL kapan akad nikahnya?".


"Kata Papa Mario tiga Minggu lagi, di selenggarakan di kediaman Papa Mario, tidak boleh di lakukan di panti asuhan".


"Kenapa begitu kak?".


"Awalnya juga akan di selenggarakan di panti asuhan, tetapi setelah kejadian kita malam tadi acara di pindahkan ke rumah Papa Mario".


"Apakah bunda Aulia tidak kecewa?".


"Tidak honey, beliau setuju saja kok".


Shifa jadi merasa bersalah dan tidak enak hati kepada bunda Aulia dan Aisyah karena acara mereka harus berpindah tempat.


"Kak El apakah boleh aku bertemu dengan bunda, aku jadi tidak enak dengan bunda dan Aisyah?".


"Tentu honey, tetapi tunggu aku pulang kerja ok, jangan kesana sendiri".


"Baiklah nanti tunggu kak El pulang saja".

__ADS_1


Setelah Rafael berangkat, Shifa termenung mengingat Papi Thora yang sekarang ada di Singapura, hanya bermonolog sendiri "Bagaimana keadaan dan kesehatan Papi sekarang, apakah tidak ada niatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah mengalami cobaan demi cobaan hidup yang berat selama ini, apakah tidak ada niatan untuk mengenal lebih dekat anak kandungnya yang hampir tidak pernah di temui selama hidupnya, apa sebenarnya yang Papi cari dalam hidup ini, mengapa Papi lebih memilih hidup dalam lingkungan yang banyak dihindari oleh orang yang ingin hidup lebih baik,aku hanya bisa berdoa untuk Papi semoga Papi mendapatkan hidayah dan menjalani sisa hidup dengan jalan yang lurus Aamiin"


__ADS_2