
Untuk kedua kalinya Shifa bercerita kepada Aisyah dan bunda Aulia tentang isi surat wasiat dan amanah mami Fatty Fatimah.
Satu hari setelah di umumkan kelulusan sekolah SMU Shifa diajak bibi pengasuh makan malam berdua di sebuah restauran seafood di kota Singapura, dengan alasan merayakan kelulusan meminta ijin kepada uncle Agus.
Bibi pengasuh memesan privat room agar tujuannya tidak terendus oleh uncle Agus karena memang selama ini gerak gerik bibi pengasuh tidak lepas dari pengawasan uncle Agus.
Sebelum ke restauran seafood bibi pengasuh ke sebuah Bank swasta pada siang harinya mengambil dokumen yang disimpan disana hampir dua belas tahun lamanya.
Selesai menikmati hidangan makan seafood baru bibi pengasuh membuka pembicaraan dengan Shifa.
"Shifa maaf sebelumnya ini terimalah anakku, wasiat dan amanah dari Mami Fatty Fatimah untukmu" bibi pengasuh menyerahkan paper bag.
"Apa ini bibi, mengapa baru sekarang bibi menyerahkan wasiat dan amanah dari Mami?".
"Bacalah sayang, nanti Shifa akan mengetahui semua yang Shifa tanyakan selama ini kepada uncle Agus, memang Mami Fatty berpesan setelah lulus SMU baru bibi bisa menyerahkan ini" keterangan bibi pengasuh dengan lembut.
"Shifa buka disini boleh bibi?".
"Jangan sayang, nanti saja kalau di kamar, saat sudah di rumah, disini ada CCTV takutnya uncle Agus mengetahuinya, karena amanah dari Mami Fatty tidak boleh seorangpun dari keluarga Papi tahu mengenai wasiat ini".
"Baiklah bibi terima kasih telah menjaga amanah Mami tetap terjaga sampai saat ini".
__ADS_1
"Sama sama sayang".
Pulang dari restauran itu Shifa langsung masuk kamar, menguncinya agar tidak ada yang masuk kamar bahkan si Anjas anak dari uncle Agus yang biasa keluar masuk kamar tanpa ijin hari itu tidak boleh masuk dengan alasan Shifa capek ingin segera tidur dan beristirahat.
Kotak yang ada di paper bag dikeluarkan perlahan, dibuka tutupnya, ada berisi kotak persegi panjang yang didalamnya ada tiga surat, satu kotak persegi kecil dan map besar tetapi digulung dengan rapi.
Shifa membaca satu persatu membaca surat itu untuk Shifa, untuk Achara Thanapon dan untuk, Anakku CL, diletakkan dua surat yang bukan untuknya.
Dirobeknya surat yang tertuliskan untuk putriku Shifa, ternyata surat itu tidak cuma hanya satu lembar tetapi ada empat lembar kertas surat dari Mami.
"""" Putriku Shifa tercinta, saat kau membaca surat dari Mami, Mami percaya putri Mami pasti sudah dewasa dan bisa berpikir mana yang benar dan salah karena Mami mau bercerita tentang siapa sebentar Papi, Papi dan grandpa adalah seorang pimpinan mafia terbesar di Asia tenggara saat Mami menikah dengan Papi, Mami mengetahui itu saat Papi dipenjara selama 20 tahun karena menembak grandma tanpa sengaja saat mereka bertiga berkelahi, grandpa juga meninggal dunia saat itu ditembak oleh grandma sebelum meninggal, tetapi setelah satu tahun Papi dipenjara Mami baru tahu bahwa ternyata cerita itu hanya cuma sebagian saja yang benar cerita sebenarnya adalah grandpa dan Papi ingin menculik anak dari musuhnya tetapi salah culik, yang diculik adalah cucunya sendiri yaitu anak dari kakak sepupu Papi yang bernama Achara Thanapon, sampai surat ini Shifa baca Papi sekarang masih ada dipenjara, sebetulnya saat awal Papi dipenjara pernah jatuh dari tangga dan mengalami amnesia tetapi orang kepercayaan papi berhasil mengendalikan Papi, bahkan mereka berhasil memimpin organisasi mafia atas nama Papi, saat Mami berkunjung sekali secara diam-diam Papi tidak mengenali Mami sama sekali""""""
Shifa membaca lembar kedua dari surat Mami.
""""''Sayang Mami akan menceritakan tentang aunty Achara kakak dari papimu dan grandma mu yang sangat cantik, ternyata sejak lulus SMU aunty Ara baru mengetahui profesi dari grandpa, dia menarik diri dari seluruh keluarga dan kuliah di USA bersembunyi dari kejaran grandpa, masuk Islam melepaskan semua harta warisan dari grandpa yang dicarinya dengan cara tidak halal, aunty Ara masuk Islam dan menikah dengan orang Indonesia dan mempunyai satu putra saat itu dengan panggilan Kak CL, sampai saat Mami menulis surat ini aunty Ara hamil yang kedua kakak kecilmu tetapi Mami tidak mengetahui dia laki-laki atau perempuan, grandma juga mengikuti jejak aunty Ara masuk Islam dan bercerai dengan grandpa saat Mami dan Papi menikah"""""""
Surat kedua selesai dibaca oleh Shifa, diletakkan diatas meja meraih lembar ketiga dari wasiat Mami kembali membacanya.
"""""Sayang tolong ikutlah jejak aunty dan grandma, kembali menjadi manusia yang lahir dalam keadaan Islam saat Mami melahirkan Putri cantik bernama Shifa Fatmala yang artinya gadis cantik yang membawa obat, pembawa kesembuhan bagi orang yang disekitarnya salah jalan arah hidup, kembalilah memeluk Islam seperti Mami, berjalanlah dalam jalan kebenaran agar nanti kita bisa bertemu di surganya Allah, Mami hanya memohon kiriman doa dari putri Mami yang seiman, tanpa itu Mami akan menjadi ibu yang tidak beruntung dan dosa besar jika putri Mami berjalan di jalan yang tidak diridhai Allah""""""
Masih satu lembar lagi surat yang belum Shifa baca, tanpa menunggu lama Shifa kembali membacanya dengan cepat.
__ADS_1
"""""Shifa putriku, Mami yakin sekarang saat membaca surat ini Shifa sudah lulus SMU, kuliahlah ke Jakarta, sambil mencari aunty Ara, uncle, kakak CL dan kakak kecil, karena hanya kepada mereka Mami percaya akan keselamatan mu, dikotak kecil ada cincin perak yang bertuliskan CL itu dari kakakmu CL saat kalian bertemu waktu penculikan kakak CL, Shifa berumur 3,5 tahun saat itu, kamu ingat nak, saat pertama kali kau melihat kakak CL mu itu langsung kau peluk dengan erat, kakak CL memberikan cincin perak itu padamu tetapi saat nanti kamu bertemu lagi amanahnya cincin itu harus kau kembalikan kepadanya, maka itu Mami titip tolong sampaikan surat dari Mami untuk aunty Ara dan kakak CL mu ketika kau bertemu dengan mereka suatu saat nanti, satu lagi sayang mulai saat ini hiduplah dengan menggunakan peninggalan dari Mami, uang halal yang Mami tinggalkan untuk kamu pakai selama Shifa belum bekerja atau menikah, jangan lagi menggunakan uang Papi sampai kamu yakin betul dengan keputusan masa depanmu kelak""""""
Meletakkan surat ke empat membuka kotak kecil persegi yang berisikan cincin perak bertuliskan CL, dimasukkan dalam kalung yang dia kenakan dengan berucap "kakak CL ini akan saya lepas dari leher ini setelah bertemu dengan mu kelak".
Selesai menceritakan tentang wasiat Mami, Aisyah dan bunda Aulia meneteskan air matanya, langsung berpelukan bertiga, memberikan dukungan yang tulus kepada Shifa.
"Mulai sekarang sebelum Shifa bertemu keluarga aunty Ara, kami adalah keluarga mu, saya akan membantu menemukan mereka" janji Aisyah tetap memeluknya dengan erat.
"Terima kasih, Ais dan bunda mohon bimbingannya, karena saya berniat akan melaksanakan semua wasiat dan amanah dari Mami walaupun secara bertahap".
"Apakah sudah mendapatkan titik terang mengenai keluarga aunty Ara dan kakak CL?" tanya Aisyah mulai mencari informasi dan berniat membantu.
Shinta hanya mendesah dan mengambil nafas panjang, sudah berusaha sendiri selama satu tahun ini tetapi tidak ada jejak sedikitpun mengenai mereka.
"Saya sudah berusaha mencari mereka sendiri selama satu tahun ini tetapi belum mendapatkan titik terang" Shifa sedikit frustasi jika mengenai aunty Ara.
"Apa yang membuat Shifa kehilangan jejak tentang keluarga itu?" tanya Aisyah kembali setelah melihat begitu frustasinya Shifa hampir satu tahun tetapi tidak menemukannya.
"Informasi yang saya kumpulkan sudah hampir dua puluh lima tahun terakhir ini nama aunty Achara Thanapon tidak pernah keluar dari Singapura, tetapi Mami mengatakan dalam wasiatnya jika aunty berada di Jakarta.
Aisyah mengerutkan keningnya berpikir sejenak, ada perbedaan yang sangat mencolok antara informasi di Singapura dan wasiat itu yaitu kemungkinan perbedaan nama tetapi Aisyah masih ingin mulai dari awal lagi agar lebih mudah menemukan keluarga Shifa.
__ADS_1