Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
06. Pengintaian


__ADS_3

Sudah hampir dua hari dua malam ini seluruh tim gabungan agen rahasia dari tiga negara yang menginap di salah satu hotel bintang lima yang ada di Balikpapan Kalimantan timur.


Dipimpin oleh jenderal Ahmad dari Malaysia, jenderal As'ari dari Brunei Darussalam dan komandan Conan dari Indonesia mencari titik koordinat yang hilang tetapi belum terdeteksi, memakai berbagai cara mutakhir sudah di cobanya, terutama Kanno yang memang paling ahli di bidang IT, tetapi hampir semua cara tidak bisa menembus koordinat itu.


Sampai menjelang pagi semua sudah mulai bersiap untuk beristirahat di kamar masing-masing, Rafael masih belum mengantuk karena pikirannya bercabang menerawang ke Jakarta mengingat sudah dua hari ini tidak bisa menghubungi gadis yang telah mengisi sedikit relung hatinya.


Karena sudah dua hari ini menggunakan teknologi yang mutakhir tetapi tidak menemukan titik koordinat itu, tanpa sengaja tangan Rafael menggunakan GPS google map model lama saat El, Kanno dan Cello sekolah TK dulu.


Ternyata menggunakan pencarian koordinat dengan model lama dengan menggunakan metode lama itu dengan otomatis laptop Rafael langsung menampilkan secara detail dimana letak persembunyian mereka.


"Komandan.....tok...tok... tok" teriak Rafael menggedor pintu kamar hotel yang ditempati oleh detektif Conan yang ada didepan kamar Rafael


"Ada apa Rafael?".


"El sudah mendapatkan letak koordinatnya, kita lanjutkan lagi meetingnya".


Kembali dipanggil satu persatu seluruh anggota gabungan itu di ruang yang digunakan khusus untuk mereka meeting, dengan wajah pucat, mengantuk dan kusut akhirnya mereka kembali menganalisa penemuan Rafael.


Disambungkan dari laptop dengan layar monitor besar dari proyektor, akhirnya Kanno menyempurnakan temuan Rafael dengan arahan Cello.


"Hutan lindung Bukit Soeharto km 60" jenderal Ahmad membaca dengan lantang.


"Panggil komandan militer yang berwenang di kota Balikpapan" perintah detektif Conan.


Saat itu juga datang komandan daerah Balikpapan bergabung setelah dipanggil melalui walikota Balikpapan karena seluruh anggota agen rahasia ingin mengetahui medan dan lingkungan yang berada di hutan lindung Bukit Soeharto.


Menjelang pagi akhir seluruh anggota gabungan agen rahasia pindah ke daerah kilometer 38, tepatnya di penangkaran orang utan khas binatang endemik Kalimantan timur, seluruh anggota menginap disana menyamar sebagai tamu yang mengunjungi tempat wisata itu sebagai mahasiswa pencinta hewan dan lingkungan hidup.


Beristirahat sejenak sampai disana, sarapan pagi, mempersiapkan peralatan untuk mencari lokasi titik koordinat yang tepat, semua anggota memiliki tugas yang sudah diatur dengan sedemikian rupa.


Setelah mendapatkan titik koordinat yang tepat, anggota yang bagian lapangan didampingi oleh komandan daerah menggunakan mobil Jeep menyusuri jalan setapak ketempat kilometer 60 melalui jalur dalam hutan, tidak melalui jalan aspal agar tidak diketahui oleh musuh.


Dengan menggunakan seragam pegawai penangkaran orang utan, dan beralasan sedang memantau perkembangan dan keberadaan orang utan di wilayah hutan Bukit Soeharto tidak akan banyak yang mencurigai.

__ADS_1


Tim lapangan menemukan sebuah gedung yang berada diarea hutan lindung Bukit Soeharto yang lumayan besar, ada beberapa mobil Jeep terparkir didepan gedung, cukup tersembunyi gedung itu karena berada didalam hutan dan tidak terlihat dari jalan raya.


Rafael memberikan alat pelacak kecil berbentuk seperti flashdisk tetapi memiliki pemicu jika sedikit di lempar akan melesat cepat menempel pada dinding tembok, kayu atau benda keras lainnya.


Dengan tertancapnya pelacak kecil itu akan bisa membaca dan melihat seluruh ruangan gedung seperti CCTV tetapi lebih detail lagi karena bisa memperlihatkan seluruh ruangan itu secara bersamaan jika ada kejadian yang penting.


Dalam waktu tiga jam perjalanan tim lapangan sudah kembali di tempat area wisata penangkaran orang utan kembali dengan sukses melaksanakan tugasnya.


Mengintai, menghitung jumlah penghuni, mengidentifikasi orang-orang yang ada dalam gedung, sampai semua isi dalam gedung itu, sampai menemukan ada dua pesawat tempur yang berada di atas gedung dalam hutan Bukit Soeharto itu.


Gedung itu pada lantai atas di disain khusus untuk landing pesawat tempur, tetapi bukan perkara mudah untuk melandingkan pesawat pada area yang terbatas tetapi nyatanya mereka sanggup berarti mereka memiliki skill yang mumpuni dan tidak bisa di remehkan kemampuannya.


"El kemana yang empat lagi pesawat tempurnya, kok yang terdeteksi cuma dua diarea itu?" tanya jenderal As'ari saat fokus melihat layar yang digerakkan oleh El.


"Tunggu El, fokuskan kembali kearah kedua pesawat tempur itu, sepertinya ada sesuatu didalamnya?" Cello yang mengamati setiap benda yang ada didalam pesawat.


"El coba di geser 36° koordinat wilayah itu!" Kanno ikut mengamati setiap gerakan pesawat tempur yang diputar koordinatnya oleh Rafael.


"Apakah aku tidak salah lihat sepertinya itu tumpukan narkoba yang ada didalam pesawat tempur yang sebelah kiri" detektif Conan ikut menganalisa barang yang ada didalam pesawat tempur itu


Sudah hampir empat hari para anggota agen rahasia gabungan itu menganalisa setiap jengkal apa yang ada di gedung ditengah hutan lindung Bukit Soeharto km 60, dan analisis keakuratannya sudah hampir 90%.


Hari kelima atau tepatnya satu Minggu mereka di Balikpapan, pengintaian mereka mulai menemukan titik terang setelah siang itu datang ahli IT gaek yang memiliki kemampuan keemasan pada masa El, Kanno dan Cello masih TK yaitu ahli IT Toni orang kepercayaan Felix Siregar semasa masih hidup.


"Pantas saja mereka masih menggunakan teknologi lama ternyata si gaek Toni ahli IT nya?" celetuk Detektif Conan bersandar di sofa setelah melihat tayangan mobil Toni masuk diarea gedung yang berada di tengah hutan Bukit Soeharto didampingi laki-laki muda yang sepertinya asistennya dan dikawal empat orang laki-laki berseragam hitam dan memegang senjata api laras panjang.


"Siapa ahli IT Toni itu komandan?" tanya Cello yang tidak mengetahui siapa Toni sebenarnya.


"Dia adalah ahli IT tangan kanan uncle mu Thora Thanapon saat Cello diculik waktu itu" cerita detektif Conan.


"Bagaimana langkah kita selanjutnya?" tanya jenderal As'ari setelah ikut duduk disamping Detektif Conan.


"Sebaiknya kita jangan bertindak sebelum semua pesawat tempur itu di temukan semua" saran Detektif Conan.

__ADS_1


"Kenapa begitu tanganku sudah gatal ingin membuat Toni babak belur" jenderal As'ari mengepalkan tangannya geram.


"Mereka akan semakin menyembunyikan empat pesawat tempur lainnya jika kita menyerang gedung itu sekarang" saran detektif Conan yang masuk akal.


"Berarti ini pembajakan murni hanya karena ingin mendapatkan keuntungan uang ya jenderal?" tanya Rafael ikut menganalisa temuan temuan yang sudah dikumpulkan.


Setelah menganalisa semua bukti dan pengintaian hampir lima hari semua anggota agen rahasia menyimpulkan ini pembajakan murni semata-mata karena keuntungan uang hanya saja ada pegawai instansi yang terlibat didalam pembajakan ini entah dari pilot ataupun copilot.


Kesimpulan kedua adalah ini juga berkaitan dengan organisasi mafia karena adanya penemuan tentang datangnya IT Toni di gedung ditengah hutan lindung Bukit Soeharto itu, karena Toni hampir seluruh hidupnya berkutat dengan orang orang yang bergelut di dunia hitam setelah kekecewaannya saat remaja kehilangan kedua orang tuanya saat sakit tetapi tidak mendapatkan pertolongan dari pemerintah daerah setempat.


Tetapi sampai saat ini belum ditemukan bukti adanya organisasi mafia yang terlibat karena Toni datang hanya didampingi oleh asisten pribadi dan pengawal saja, sampai saat ini mau tidak mau harus masih terus bersabar melakukan kegiatan pengintaian untuk mendapatkan bukti yang akurat siapa saja yang terlibat dalam pembajakan pesawat tempur yang dimiliki oleh tiga negara itu.


_____________________


Hai hai hai......


author come back again


untuk kemarin up lima bab langsung, sekarang mulai normal seperti dulu,


semoga membuat shobat semua


memberikan like vote dan komentar serta


hadiah juga masuk dalam favorit bacaan.


Dengan dukungan shobat semua


akan menjadikan semangat author untuk


menulis, jangan lupa saran atau masukan untuk perbaikan jalan ceritanya.


terima kasih atas atensinya untuk shobat

__ADS_1


semua, semoga sehat selalu, bahagia bersama keluarga Aamiin yarobbal Aalamiin


I love you all.


__ADS_2