Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
52 Untuk Putraku CL


__ADS_3

"Aku mau ke Brunai Darussalam boleh kak El?" pinta Shifa sambil mengusap air matanya yang masih berlinang.


Rafael kaget dengan permintaan Shifa yang mendadak, tinggal di rumah Mama Ara saja seperti tidak rela karena berjauhan bagaimana jika tinggal di Brunai Darussalam gumamnya dalam hati.


"Jangan buru-buru dong, semua harus di rencanakan secara matang, jangan sampai semua yang kita lakukan ini ketahuan uncle Agus bagaimana?" Rafael mencoba memberikan alasan yang sesuai logika dan analisa perhitungan.


"Sebaiknya biar agen rahasia yang menyelidiki dimana Mahfud Hamdhani berada, jika sudah mengetahui dimana keberadaannya, kita bisa kesana" saran Papi Faro bijak.


"Itu langkah yang paling tepat, sebaiknya sabar ya nak" Mama Ara juga memberikan dukungan atas pendapat itu.


Shifa hanya menunduk walaupun kecewa tetapi memang ada benarnya juga, apa jadinya jika keberadaannya di ketahui oleh Uncle Agus, pasti akan di paksa lagi menjadi ketua mafia se-Asia tenggara.


Tangan komandan Conan mengalihkan perhatian agar Shifa tidak fokus dengan kesedihannya, menampilkan surat kedua yaitu dengan tulisan "Untuk putraku CL"


"Kita lanjutkan membaca satu lagi surat yang kedua ya untuk Cello" ucap komandan Conan dengan seketika semua melihat ke layar proyektor yang ada di depan.


"""""CL putraku surat ini aku tulis saat aku tidak memiliki harapan lagi bisa bertemu dengan adikmu Shifa, aku tahu betul kemampuan dan kecerdasan kepandaian kamu, aku titip Shifa sampai dia menikah ya putraku, syukur syukur adikmu bisa menikah dengan orang yang mungkin kamu kenal, putraku CL tolong bimbinglah adikmu agar tidak tersesat dan tidak merasa sendiri karena Papinya tidak mungkin mengenalinya karena Papinya Shifa amnesia permanen, dia hanya akan di jadikan sebagai simpul dari organisasi Papinya jika dia besar kelak, semoga semua lancar sesuai yang aku harapkan, dan cincin yang kamu berikan pada Shifa semoga saat kamu baca surat ini sudah kamu terima, karena saat kamu memberikan pada Shifa saat itu katanya akan kamu ambil lagi setelah kamu bertemu dengan adikmu, terima kasih sebelumnya sayang, jaga adikmu ya, dari Mami Fatty"'"".


Selesai membacanya Cello langsung berteriak "Mami semua sudah sesuai harapanmu, putrimu akan menikah dengan sahabat karibku, putrimu sekarang baik baik saja bersama kami, cincin juga sudah aku terima Mami, terima kasih maaf aku menemukan putrimu sedikit terlambat" setelah mengucapkan itu Cello langsung memeluk erat Shifa sambil meneteskan air matanya.


"Cello jangan peluk istri gue, sono jauh" di dorong perlahan Cello yang sedang memeluk erat Shifa.


"Jangan jealous, dia ini tanggung jawab gue, elo belum berhak sebelum ada janur kuning melengkung di depan rumah" cabik Cello kembali memeluk dengan erat Shifa.


"Cello, sana peluk Ais tuuuh, dia sekarang yang jealous, lihat tatapan mata Ais".


Dengan spontan Cello memandangi wajah Aisyah yang hanya menatap sendu Cello yang sedang memeluk Shifa.


"Sabar ya calon istri Sholehah ku, dia hanya adik yang aku lindungi bukan cintai, bisa membedakan kan antara cinta dan kasih kepada kepada adik" Cello mendekati Aisyah dan menggenggam tangannya.


"Aku tidak jealous kok kak Cello, aku malah bahagia akhirnya Shifa mendapatkan kasih sayang dari keluarganya" Aisyah menjawab dengan bijak.


Dalam pertemuan siang ini setelah selesai membaca surat amanah dari Mami semua sepakat, untuk sementara akan meminta bantuan kepada jenderal As'ari untuk mencari informasi tentang adik kandung dari Mami Fatty yaitu Mahfud Hamdhani.


Tetapi karena ini menyangkut kebahagiaan anggota istimewa agen rahasia, akhirnya komandan Conan sendiri yang memutuskan untuk berangkat ke Brunai Darussalam sendirian tanpa di temani oleh anggotanya karena bersamaan para agen rahasia mendapatkan tugas untuk pergi ke Indonesia timur untuk menyelesaikan kasus yang baru saja di berikan dari kantor agen.

__ADS_1


Hari ini juga ketiga sahabat harus terbang ke Indonesia bagian timur beserta anggota agen lainnya tanpa di dampingi oleh komandan Conan.


Tugas hari ini adalah tugas pertama mereka setelah di ketahui oleh pasangan masing masing, kecuali Kanno dan Agnes.


Kanno, Agnes dan kedua orang tuanya langsung pamit untuk mempersiapkan keperluan untuk berangkat tugas hari ini.


Cello langsung menarik Aisyah untuk diajak bicara secara pribadi di ruang makan sambil menikmati camilan yang baru saja di sediakan oleh bibi.


"Untuk berapa hari kak Cello kesana?" tanya Aisyah setelah duduk di kursi ruang makan.


"Ini dalam tugas kami hanya di berikan waktu cuma dua hari" jawab Cello sambil membaca laporan tugas yang harus di kerjakan.


"Berarti selama dua hari ini handphone kak Cello tidak aktif?".


"Iya sayang maaf ya, ini semua prosedur yang harus kita patuhi, demi keselamatan kita dan seluruh anggota keluarga"


"Iya kak Cello aku ngerti kok, jangan khawatir".


"Terima kasih, dan satu lagi sekarang tugas menjaga adikku aku limpahkan kepada mu, tolong jaga dia selama aku tidak di rumah, bukankah dia akan menjadi adikmu juga nantinya?".


"Sayang kok malah melamun?".


"Tidak kak Cello hanya sedang berpikir saja, sudah saatnya Shifa bahagia, tolong jangan buat dia merasa sendiri, cukup aku saja yang mengalami".


"Kamu juga tidak sendirian sayang ada aku, Mama, Papa bunda Aulia bahkan sekarang ada Shifa, jangan merasa hidup sendiri ok" kembali Cello memeluknya dengan erat.


Sedangkan Rafael dari tadi seolah enggan pulang untuk mempersiapkan diri akan berangkat ke Indonesia bagian timur, wajahnya semakin di tekuk dan cemberut.


"Sana kak El nanti ketinggalan pesawat lo!" rayu Shifa duduk di samping nya dari tadi tidak mau beranjak dari tempat duduknya.


"Honey, rasanya beratnya ber-ton ton beratnya meninggalkan kamu sendirian".


"Aku disini tidak sendirian sayang, ada Mama Ara, ada Mami Inneke ada mommy Erna yang akan selalu menjaga aku disini, toh cuma dua hari, sana berangkat!".


"Nanti kalau rindu bagaimana?".

__ADS_1


"Kakak ini, kak El kerja untuk siapa, untuk masa depan kita bukan?".


Rafael mulai tersenyum, beranjak dari tempat duduknya, menarik Shifa untuk berdiri juga ditariknya dalam pelukan beberapa saat.


"Baiklah demi masa depan kita, aku akan berangkat, tetapi dengan syarat temani aku pulang untuk siap siap sebelum berangkat".


"Kak El, apakah ingin aku di tangkap orangnya Uncle Agus lagi, lihatlah penampilan ku!".


Rafael menghentikan langkahnya, hanya karena emosi akan membuat calon istri tercintanya bisa mengalami bahaya lagi,.


"Ya sudah, tidak usah ikut nanti malah berbahaya, aku kerja dulu ya, demi masa depan kita, I love you".


"I love you to kak El".


"Tapi satu lagi, please kali ini diperbolehkan ya, untuk kali ini aja?".


"Apa sih kak El, kita cuma dua hari lo berpisah, kenapa sih seperti pisah lama aja, kemarin kita pisah tiga bulan biasa aja".


"Biasa bagaimana, aku sudah hampir gila karena kamu tidak mau menemui aku, boleh ya untuk yang tadi?".


"Memang apa sih?".


Rafael langsung menghadap kearah Shifa dan cepat mencium bibir Shifa dengan lembut.


"Hhhm..." Sambil memukul bahu Rafael dan mendorongnya perlahan.


Tersenyum bahagia setelah bisa mencari ciuman Shifa kembali dan diusapnya bibir yang basah karena ulahnya.


"Kak El kebiasaan, mengapa mencuri ciuman lagi, jadi tidak virgin deh bibirku".


Dengan terkekeh Rafael memiringkan kepalanya mendekati telinga Shifa " Bekal untuk dua hari, biar tidak kangen terus, terima kasih, bibirmu manis, aku suka".


Shifa mengerucutkan bibirnya walaupun hati bahagia karena perlakuan manis Rafael, hatinya berbunga-bunga, apalagi melihatnya terkekeh dan tersenyum mengembang tiada henti, hati Rafael saat ini, seperti habis mendapatkan durian runtuh bisa mencium bibir Shifa lagi walaupun awalnya mencuri tetapi sepertinya Shifa juga menikmati.


Mengantarkan sampai di depan pintu saja melambaikan tangannya memandanginya sampai mobil keluar gerbang dan tak terlihat lagi, baru Shifa kembali masuk rumah bergabung dengan keluarga Mama Ara bercengkerama dengan akrab.

__ADS_1


__ADS_2