
Ada waktu satu jam sebelum acara resepsi di gelar, kini Aisyah dan Bunda Aulia berada di kamar pengantin masih terisak berdua karena sangat terharu tidak menyangka kalau Cello begitu memuja dan menghargai dirinya, bagi Aisyah mendapatkan mas kawin yang sangat fantastis seperti mimpi, tidak pernah membayangkan menerima uang sebanyak itu, demikian juga dengan Bunda Aulia, nasib baik yang di dapatkan Aisyah merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Bunda Aulia.
Tetapi Aisyah tetaplah seorang wanita yang sederhana tidak pernah menilai suatu kebahagiaan melalui harta dan kekayaan saat di dalam kamar berdua dengan Bunda teringat dengan nasib adik-adiknya yang ada di panti asuhan, hidup serba kekurangan, terkadang harus menunggu uluran tangan dari donatur sehingga setelah Cello menyusul masuk kamar meminta ijin kepadanya untuk membicarakan tentang mas kawin yang baru saja diterimanya.
"Sayang kok masih nangis aja, ada apa lagi hhmm?".
"Apakah masih kurang mas kawinnya?".
"Kak Cello ini aku aja bingung mau buat apa uang sebanyak itu, aku tidak pernah memilikinya, malah mau di tambah lagi".
"Terserah, mau di buat beli es cendol semua juga boleh, nanti buat kita berenang".
Bunda Aulia jadi tertawa lepas walaupun masih ada air mata yang menggenang di pelupuk matanya.
"Kak Cello, aku ingin menyerahkan uang mas kawin dari kak Cello untuk Panti asuhan apakah boleh?".
"Mengapa di serahkan kepada panti asuhan?".
"Aku sekarang sudah bahagia bersama kak Cello, tetapi adik-adik ku masih harus berjuang untuk masa depannya, bukannya aku tidak butuh uang, tetapi akan lebih bermanfaat untuk masa depan adik-adik ku".
"Itu uang sudah menjadi hak mu sayang, terserah saja mau di gunakan untuk apa, aku memang tidak salah pilih istri, silahkan serahkan kepada Bunda Aulia saja".
"Apakah tidak apa-apa nak Cello, Ais?" tanya Bunda kemudian.
"Tidak Bunda, aku malah sangat bangga dan setuju saja apapun keputusan Aisyah, tapi sayang dengan satu syarat?".
"Apa syaratnya kak Cello?".
"Ini kamu harus memenuhi kebutuhan sehari-hari menggunakan kartu ini" Cello mengambil kartu black cart dari dalam dompet.
"Ini kartu kredit kak, aku tidak mau berhutang kak, tidak usah?".
"Enak aja itu kartu debit, isinya cuma lima kali lipat dari mas kawin yang kamu serahkan kepada Bunda".
"Haaa, lima kali lipat!" pekik Bunda Aulia dan Aisyah bersamaan.
Cello hanya mengangguk duduk di samping Aisyah memeluknya tanpa merasa canggung ada Bunda di depan mereka.
"Tidak mau ah kak, ini mah lebih parah banyaknya".
"Ya sudah kalau tidak mau, aku tidak mengijinkan mas kawin diserahkan kepada panti asuhan" cabik Cello pura-pura merajuk.
"Iya deh, aku pakai nanti" pasrah Aisyah dimasukkan kartu itu ke dalam koper miliknya.
__ADS_1
.
"Ya sudah Bunda keluar dulu, kalian istirahat, sebentar lagi acara resepsi akan mulai".
Cello tersenyum simpul saat Bunda Aulia keluar dari kamar, duduknya semakin merapat ke tubuh Aisyah yang tadinya duduk bersebelahan kini Cello menghadap Aisyah memeluknya erat.
Dengan perlahan Cello mendekatkan wajahnya pada wajah Aisyah dengan pandangan penuh cinta semakin lama semakin mendekati bibirnya, saat sudah menempel pintu terbuka datang pengganggu yang tidak di inginkan.
"Mau ngapain lo, mesumnya di tunda dulu ada VC dari Brunei Darussalam" celoteh Rafael datang dengan memegang Handphone, diikuti Shifa, Kanno dan Agnes dari belakang.
"Dari siapa kak?" tanya Aisyah dengan wajah yang merona karena malu.
"Uncle Mahfud dan Aunty Jizah" jawab Shifa.
Melakukan VC bersama keluarga yang berada di Brunei Darussalam hampir seperempat jam, mengucapkan selamat atas pernikahan Cello dan Aisyah, menitip salam untuk seluruh keluarga, meminta maaf karena tidak bisa hadir dan berjanji jika nanti pernikahan Kanno akan berusaha datang adalah janji dari Uncle Mahfud.
VC berakhir setelah Mima Cinta dan Jenny datang untuk merias pengantin karena sebentar lagi acara resepsi pernikahan akan segera di mulai.
Undangan pernikahan hanya untuk keluarga, teman dekat, Keluarga agen rahasia pemerintah, sebagian kolega tetangga sekitar saja, dengan penjagaan ketat tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam acara resepsi.
Yang sangat terkesan bagi Aisyah adalah saat adik-adik dari panti asuhan datang, ternyata tanpa sepengetahuan Aisyah, Cello sudah membelikan seragam baju games khusus untuk anak perempuan dan baju koko untuk anak laki-laki dengan warna yang sama.
"Waaaah tidak menyangka mereka datang dengan mengenakan pakaian seragam" Aisyah sangat bersyukur dan bahagia.
"Itu kak Cello yang membelikan, kok aku tidak tahu?".
"Siapa lagi, walaupun awalnya ide dari Mima Cinta, apakah kamu suka?".
"Iya kak, terima kasih mau memperhatikan adik-adik aku".
"Mereka adik aku juga".
Datang Rafael dan Shifa di panggung pelaminan dengan membawa amplop untuk pasangan pengantin baru.
"Ini kado dari kami kakak ipar" ucap Rafael menyerahkan sebuah amplop coklat kepada Aisyah.
"Apa kado kok tipis betul, niat kagak sih paling isinya berapa?" ejek Cello kepada Rafael.
"Enak aja elo lihat dulu baru komen, dasar gelo siak".
"Buka sayang isinya berapa?" Perintah Cello kepada Aisyah.
Aisyah membuka amplop itu dengan ragu-ragu, ada dua tiket pesawat, akomodasi hotel lengkap dengan fasilitas penunjangnya.
__ADS_1
"Kak Cello ini honeymoon ke Paris Perancis selama empat hari" ucap Aisyah dengan raut wajah yang berbinar.
"Terima kasih adik ipar, sekarang baru resmi menjadi adik ipar gue" seloroh Cello menepuk pundak Rafael.
Datang menyusul ke panggung Kanno dan Agnes juga membawa amplop dan di serahkan kepada Aisyah lagi.
"Nich bersambung honeymoon nya dari gue dan Agnes".
"Terima kasih kak, kemana lagi sekarang, aku baca ya".
Dengan cepat Aisyah membuka amplop dari Kanno dan Agnes dan membacanya "Venice Italia selama tiga hari"
"Terima kasih, kalian emang is the best" Cello, Kanno dan Rafael berpelukan.
Datang silih berganti tamu yang mengucapkan selamat dan semoga samawa, untuk pasangan pengantin baru, sampai pukul lima sore acara resepsi pernikahan berakhir dengan lancar, sukses, hikmat dan sakral sesuai keinginan Aisyah.
Malam harinya Aisyah dan Cello langsung berangkat honeymoon ke Paris Perancis dengan penerbangan malam hari di antar oleh tiga sahabat Elang Emas dan pasangan masing-masing.
Pulang dari bandara mobil yang di kendarai oleh Kanno Agnes duduk di depan, disamping Kanno dan Shifa serta Rafael ada di jok belakang, mulai merasa curiga ada yang mengikutinya dari belakang, saat berangkat tadi tidak ada yang mengikutinya tetapi setelah pulang ada mobil warna merah mengikutinya.
Waktu masih menunjukkan pukul delapan malam, jalanan ibu kota masih padat dan cenderung macet, sehingga jarak antara kedua mobil lumayan dekat, sehingga sangat terlihat jika lima orang laki-laki yang ada didalam mobil merah itu memperhatikan rombongan Rafael.
Mata tajam Rafael hanya bisa mencatat nomor kendaraan saja dan dikirim ke komandan Conan melalui pesan WA, Rafael tidak bisa mengambil foto mereka karena mereka selalu mengawasi, tidak ingin diketahui jika sudah mengetahui ada yang mengikutinya.
"Honey, sepertinya yang duduk dekat sopir itu aku mengenalnya" kata Rafael masih memperhatikan penumpang mobil merah menggunakan spion mobil.
"Yang mana kak?" tanya Shifa ingin menengok kearah belakang.
"Jangan menengok ke belakang honey, aku sudah tahu siapa dia, dia pemuda yang pernah bertemu denganmu dan Mami saat di mall"
"Anjas ya kak?" tanya Shifa diikuti anggukkan kepala oleh Rafael.
"Siapa Anjas, El?" tanya Kanno tetapi tetap fokus menyetir mobil.
"Dia putra dari Uncle Agus, sepertinya dia kuliah di Jakarta sekarang" cerita Shifa.
"Apakah sekarang dia mengikuti jejak Papi-nya honey, mengapa sekarang dia mengikuti kita?" tanya Rafael kepada Shifa.
"Aku tidak tahu kak, semoga saja tidak".
Sampai di lampu merah Rafael mendapatkan pesan WA dari komandan Conan "Setelah lampu merah ada jalan terowongan, lampu jalan akan di matikan saat kalian lewat setelah terowongan itu berbelok ke kiri, ada anggota yang membawa mobil yang sama akan berbelok ke kanan, setelah itu pulanglah dan beristirahat, sisanya kami yang mengurus nya".
Setelah Rafael membaca pesan WA dari komandan Conan dengan suara yang di dengar oleh Kanno dan lainnya langsung dibalas "Ok Ndan, terima kasih".
__ADS_1