Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
58. Warga Istimewa Brunai Darussalam


__ADS_3

Hari Sabtu Subuh Papi Faro dan komandan Conan mengajak Shifa dan Rafael berangkat ke Brunai Darussalam, tidak menggunakan pesawat komersial, melainkan menggunakan helikopter milik Papi Faro, bahkan harus landing dua kali, pertama harus landing di Kalimantan bagian utara baru terbang kembali ke Bandar Seri Begawan.


Karena Shifa masih di cari secara besar-besaran oleh anak buah dari Uncle Agus, ada rumor jika sejak keluar dari lapas dan di pindahkan ke Nusa Kambangan tetapi hampir satu bulan ini mencari keberadaannya belum juga di temukan, sedangkan sudah berkali kali ingin mengunjungi lapas Nusa Kambangan tetapi belum juga mendapatkan ijin.


Jika ingin berkunjung di lapas Nusa Kambangan memang memiliki ijin khusus, jadi hampir satu bulan ini anak buah dari Agus Martono belum juga mendapatkan ijin untuk bertemu dengan Shifa, saat masih di lapas yang ada di Jakarta saja Uncle Agus tidak berhasil menemuinya apalagi sekarang sudah berada di pulau khusus narapidana.


Dari Jakarta ke Kalimantan Utara sekitar satu jam setengah beristirahat sejenak dan terbang kembali ke Bandar Seri Begawan selama satu jam perjalanan, Shifa tidak memegang paspornya karena masih di tangan Uncle Agus saat mereka pergi ke Aceh waktu itu.


Tiba di bandara internasional Bandar Seri Begawan tidak di sangka langsung di sambut oleh menteri pertahanan dan keamanan beserta ketua intelejen, menteri pertahanan dan keamanan adalah sahabat Papi Faro saat masih muda dan sama sama anggota intelejen.


"Senior Faro" kata menteri pertahanan dan keamanan langsung memeluknya dengan erat.


"Apakah Anda Ramli?, terima kasih sudah menyambut kami" Faro kaget tetapi membalas pelukan sahabat lamanya.


"Lama sekali kita tidak bertemu senior apa kabar?" tanya menteri dengan tersenyum.


"Alhamdulillah sehat, waaaah sekarang sudah sukses ya!".


"Terima kasih ini atas berkat dan doa Anda, mari ikut kami senior!" ajak Pak menteri lagi.


Sambil berbincang hangat bersama menteri dan jenderal As'ari, mereka melanjutkan perjalanan tetapi lebih mengejutkan mereka dari bandara rombongan langsung menuju ke istana kesultanan.


"Kak El ini kok ke istana Kesultanan?" bisik Shifa di telinga Rafael setelah masuk gerbang istana itu.


"Tidak tahu honey, Papi juga tidak bilang kemarin" jawab Rafael sambil melirik Papi Faro dan komandan Conan.


"Ini semua sudah di atur oleh jenderal As'ari, aku juga tidak tahu" jawab komandan Conan karena mendengar percakapan Shifa dan Rafael.


Jenderal As'ari hanya tertawa kecil melihat semua tamunya heran karena mobil rombongan masuk ke istana kesultanan, kemudian jenderal As'ari bercerita bahwa hampir satu bulan ini jenderal As'ari bertemu dengan Uncle Mahfud untuk membicarakan tentang keponakannya, betapa bahagianya Mahfud Hamdhani mendengar jika gadis yang selama ini tidak bisa di jangkau nya sekarang datang sendiri walaupun melalui perantara agen rahasia,


Jenderal As'ari juga menghadap ke menteri pertahanan dan keamanan mengabarkan jika ada anggota agen rahasia pemerintah Indonesia yang akan melamar warga Brunai Darussalam, tetapi setelah jenderal As'ari menceritakan jika agen itu adalah putra dari Faro Sanjaya Wiguna, menteri yang bernama Muhammad Ramli Idrus langsung tersenyum gembira karena Faro adalah sahabatnya waktu muda saat mereka berdua sama sama bertugas di intelejen walaupun berbeda negara.


Faro dan Ramli pernah dalam satu tim saat memecahkan misteri tentang penembakan di Brunei Darussalam, tepatnya yang memecahkan misteri itu adalah Faro dan Ramli sangat mengidolakan Faro, cara berpikirnya, cara membidik sasaran, cara menyelesaikan kasus bahkan cara bicaranya pun Ramli sangat mengaguminya.

__ADS_1


Menteri pertahanan dan keamanan mendapatkan informasi dari ketua agen rahasia jenderal As'ari langsung melaporkan ke istana, ternyata nama seorang Faro Sanjaya Wiguna sangat terkenal di kalangan terbatas pemerintah kesultanan itu, bahkan Sultan berpesan permudah acara prosesi pernikahan nya, dan lebih mengejutkan lagi, Sultan sendiri yang menawarkan sebagai saksi dari mempelai wanita.


Walaupun kesultanan sekarang adalah generasi berikutnya dari saat Faro pernah membantu kerajaan Brunei Darussalam tetapi Sultan yang sekarang juga sangat mengidolakan Faro, ayahandanya dulu sering menceritakan sepak terjang Faro saat mengatasi masalah atau cara membidik sasaran tembak.


Sampai sekarang Sultan yang sekarang juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan idolanya, bahkan jadwal hari ini dengan susah payah di rubah oleh asisten kesultanan hanya karena ingin bertemu dengan seorang Faro Sanjaya Wiguna.


Sultan yang sekarang mempunyai hobi yang sama yaitu menembak, ketepatan menembak Faro memang tidak ada tandingannya, hanya satu orang yang bisa mengalahkan Faro sampai sekarang yaitu putranya sendiri Rafael, bahkan Sultan ingin sekali bertanding dengan kedua idolanya, koleksi senjata otomatis yang di miliki Sultan juga sangat lengkap seperti Faro Sanjaya Wiguna.


Sultan langsung menyambut rombongan, diajaknya berkeliling, melihat area istana sambil berbincang hangat, waktu menunjukkan pukul sebelas waktu Indonesia tengah sehingga seperti rencana awal Sultan menantang tamunya untuk bertanding menembak.


"Ini hanya berdua saja, mengapa yang muda juga ikut bertanding?" tanya komandan Conan karena tahu betul jika Shifa juga handal membidik sasaran.


"Apakah Anda berkenan Sultan, jika putra dan menantu saya ikut bertanding?" pinta Papi Faro dengan sopan.


"Waah, semakin seru pastinya tetapi saingan saya semakin berat tetapi tidak masalah semakin banyak peserta akan semakin seru" jawab sang Sultan dengan riang.


Tempat latihan menembak berada di belakang sebelah kiri istana kesultanan, disinilah biasanya pasukan khusus yang sering mengawal Sultan berlatih, menggunakan senjata laras panjang dan jarak tembak pun sekitar sepuluh meteran, dan peluru terisi penuh.


Setelah memakai perlengkapan yang sesuai dengan standar menembak internasional baru menempati posisi masing masing, yang pertama adalah Papi Faro, Sultan, Rafael dan terakhir Shifa, ada dua penilaian, manual dan otomatis, yang menjadi juri manual atau langsung adalah komandan Conan dan Jenderal As'ari dan di dampingi oleh pegawai yang menjaga tempat latihan menembak dan mesin penilai otomatis.


"Dor...dor....dor...dor.... dor".


"Dor....dor...dor...dor....dor".


Keempat peserta mengeluarkan kemampuan terbaiknya, harus tepat sasaran agar mendapatkan nilai terbaik, selesai juri berlari mendekati tempat sasaran, di nilai dengan adil tanpa memihak siapapun, sedangkan peserta di larang mendekati tempat sasaran, ini agar juri tidak memihak kepada salah peserta semua adik sesuai ketentuan dan peraturan menembak, ada juga alat yang mendeteksi otomatis penilaian secara akurat, setelah sesuai antara juri dan mesin penilai sama di layar muncul nama urutan mulai tertinggi



Rafael


Faro


Shifa

__ADS_1


Sultan



"Memang betul betul Keluarga sniper" seloroh Jenderal As'ari setelah membaca monitor pengumuman.


"Terima kasih senior sudah memberikan saya kesempatan tanding, anda memang hebat" Sultan langsung mengulurkan tangannya untuk bersalaman kepada Faro dan menepuk pundaknya.


"Saya seharusnya yang berterima kasih kepada anda Sultan, tidak disangka bisa bertatap muka langsung" Faro juga menjabat tangannya memeluk Sultan dengan erat.


"Honey, jempol dua untuk istri tercinta ku" bisik Rafael di telinga Shifa dan hanya di balas senyum manis olehnya.


"Tidak di sangka sangka saya mempunyai warga yang handal dalam menembak, terima kasih nona" Sultan menyatukan dua tangannya di dada sebagai tanda terima kasih.


"Terima kasih Sultan, atas kesempatan untuk kami" ikut menyatukan dua tangannya dan menundukkan badannya sebagai tanda hormat.


"Welcome bro, anda akan menjadi warga istimewa negara kami, kami sangat tersanjung, thanks" Sultan berbicara seperti anak muda dengan Rafael dengan akrab.


"Mohon petunjuknya Sultan, semoga menjadi warga negara yang taat dan berbakti" Rafael menyambut tos ala anak muda.


"Pasti" jawab Sultan singkat.


Selesai bertanding, Keluarga Sultan menjamu tamunya dengan makan siang bersama di istana kesultanan dengan menu masakan khas Brunai Darussalam.


_____________


Lama tak menyapa shobat semua semoga


semua dalam keadaan sehat selalu


jangan lupa like vote dan komentar serta


hadiahnya, untuk semangat menulis

__ADS_1


terima kasih I love you all


__ADS_2