Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
28. Merajut Asa Trio Coople


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan ini belajar mengajar di kampus berjalan dengan lancar, Norma juga tidak berani mengganggu Aisyah lagi karena seluruh kampus mengetahui jika Norma lah yang selingkuh dari Cello dan mereka sudah putus.


Awal bulan ini mahasiswa angkatan Rafael akan melaksanakan wisuda yang akan di adakan di sebuah hotel bintang lima yang tidak jauh dari kampus.


Kanno sudah resmi jadian dengan Agnes, hanya Cello yang belum mendapatkan sepenuhnya hati Aisyah karena memang Aisyah selalu menjaga jarak dengan Cello bukan karena tidak suka tetapi karena Aisyah tidak percaya diri, menganggap dirinya tidak pantas untuk Cello sebab Aisyah anak yatim-piatu yang tidak tahu asal-usul dan latar belakang siapa dirinya.


Hampir dua bulan terakhir ini Shifa dan Aisyah konsentrasi mencari keberadaan aunty Ara, mencari informasi tentang aunty Ara dengan nama Amara Khadijah lahir di Singapura dan mempunyai suami warga negara Indonesia dan berdomisili di Jakarta.


Shifa dan Aisyah menelusuri data kependudukan dari seluruh bagian daerah Jakarta, dari Jakarta timur, Jakarta Utara sampai dengan seluruh wilayah Jakarta, dari data yang di kumpulkan oleh mereka berdua tidak satupun menemukan data lengkap kependudukan aunty Ara, mereka mendapatkan informasi nama Amara Khadijah dari seluruh Jakarta ada lima belas yang sama tetapi tidak satupun yang lahir di Singapura.


Walaupun Shifa dan Aisyah mengetahui satu persatu data semua keluarga yang bernama Amara Khadijah baik suami, anak dan umurnya tetapi mereka berniat akan mendatangi satu persatu orang yang bernama Amara Khadijah.


Bukan soal mudah ternyata mencari informasi tentang aunty Ara, bagai mencari jarum yang jatuh di tumpukan jerami, ternyata begitu pandai mereka merahasiakan identitas diri dari jangkauan keluarga ayah kandungnya yaitu kakek Shifa sendiri.


Wisuda hari ini semua sudah berkumpul di ballroom sebuah hotel bintang lima di Jakarta, Rafael di dampingi oleh Papi Faro dan Mami Inneke dan tambahkan satu tiket untuk adik tercinta Najja, Kanno bersama mommy Erna dan Daddy Rendi serta Cello dengan Mama Ara dan Papa Mario plus tiket tambahan untuk Adrian.


Pengukuhan berjalan dengan lancar, acara satu persatu bergulir dengan penuh suka cita, saat waktu menunjukkan pukul dua siang acara wisuda selesai, selesai melaksanakan kegiatan mengabadikan momen baik dengan teman keluarga dan dengan satu fakultas masing-masing, seluruh keluarga pulang ke rumah masing-masing,


Tiga sahabat jenius mempunyai acara tersendiri mereka membuat acara dan mengundang pasangan masing-masing ke sebuah kafe yang berada di samping kampus, dan kafe itu bersebelahan dengan sebuah studio foto untuk mengabadikan momen wisuda dengan pendamping masing masing sebetulnya hanya dua pasangan yaitu El dan Shifa serta Kanno dan Agnes, sedangkan Cello yang belum resmi jadian hanya berharap kedatangan seorang Aisyah yang mendorong pintu masuk kafe dan bergabung dengan mereka.


Saat kedua pasangan sedang asyik bercengkrama bersama, Cello melamun memandangi pintu masuk kafe berharap Aisyah datang sambil melamun mengingat peristiwa tadi malam saat Cello meminta Aisyah untuk kesekian kalinya menjadi kekasihnya, mendampingi hari harinya baik suka maupun duka.


Flashback on


Malam ini Cello mengajak Aisyah makan malam di kedai bebek goreng langganan Cello di tenda dipinggir jalan


"Aisyah, sekali lagi aku katakan aku sangat mencintaimu, aku tahu sebenarnya kamu mencintai aku, aku tidak pernah melihat latar belakang kehidupan pribadimu" kata Cello dengan menggenggam tangan Aisyah.


"Kak Cello aku---?" Aisyah tidak berani melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


Belum sempat menjawab datang pelayanan membawa menu bebek goreng dan dua es jeruk "Silahkan selamat menikmati".


Berdua makan dengan diam dan dalam pikiran masing-masing sampai menu bebek goreng ludes tanpa sisa di piring mereka, baru Cello melanjutkan niatannya mengajak Aisyah makan diluar


"Begini saja Ais, aku tunggu besok di kafe setelah acara wisuda berakhir, aku ingin membagi kebahagiaan ku bersamamu, aku ingin saat momen penting dalam hidupku, kamu resmi mendampingi aku untuk kedepannya nanti, jadi seandainya besok kami datang di kafe aku anggap kamu menerima cintaku, tetapi jika kamu tidak datang aku akan berlapang dada bahwa kamu tidak mencintai aku".


"Baiklah kak, saya minta waktu sampai besok, akan saya pertimbangkan lagi malam ini". jawab Aisyah dengan lirih.


Setelah Aisyah di antar pulang oleh Cello, ternyata Shifa dan Agnes sudah menunggu di panti asuhan, semenjak Agnes jadian dengan Kanno mereka bertiga memang saling terpaut dan bersahabat seperti para pasangan mereka.


"Bagaimana apakah kamu sudah menerima cinta Cello?" tanya Shifa setelah melihat Aisyah pulang dari luar dengan menunduk dan bersedih.


"Saya belum menjawabnya, saya tidak pantas untuknya, siapalah saya Shifa, saya sangat takut".


"Tapi kamu sangat mencintai Cello kan?" tanya Agnes dan dijawab anggukan kepalanya saja oleh Aisyah.


"Ais, dulu saya juga pernah kan berdamai dengan hati seperti yang kamu alami saat ini, tetapi saya memilih kata hati, memang tidak di pungkiri jika hati ini mencintai maka majulah, perjuangkan cinta itu" kata Shifa lagi meyakinkan agar Aisyah mendengar suara hatinya.


"Lihat ini Aisyah, aku dan Shifa bersusah payah mencari kebaya modern untuk kita bertiga" Agnes mengeluarkan kebaya modern yang sangat elegan.


Aisyah mengerutkan keningnya, melihat kebaya modern itu dengan teliti, model yang sederhana tetapi terlihat elegan dan mewah.


"Untuk apa kebaya modern ini ?" tanya Aisyah penasaran.


"Kemarin mereka bertiga menginginkan momen wisuda ini ingin mengabadikan jika sudah memiliki calon pendamping untuk kedepannya nanti, mereka ingin berfoto berdua atau bertiga berpasangan" cerita Agnes dengan antusias.


"Sebenarnya ini ide saya Ais, membeli baju kebaya modern, saya ingin momen ini tidak terlupakan, walaupun kita tidak menghadiri wisuda secara langsung tetapi momennya harus tetap istimewa" tambah cerita Shifa.


"Jadi maksudnya, ceritanya ingin membuat foto berpasangan saat wisuda?" tanya Aisyah masih belum mengerti.

__ADS_1


"Jadi Ais, saya dan Shifa berharap kamu mau merajut asa bersama orang yang kita cintai, terimalah cinta Cello, datanglah ke kafe bersama kami, mari kita memperjuangkan cinta ini sesuai kata hati" ajak Agnes dengan penuh harap.


Flashback off


Cello menunggu hampir seperempat jam tetapi yang di tunggu tidak menunjukkan batang hidungnya, rasa kecewa mulai terlihat di wajah Cello.


"Cello bagaimana, kita jadi tidak ke studio foto di sebelah kafe?" tanya Rafael menepuk pundaknya membangunkan Cello dari lamunannya.


"Kalian ajalah sepertinya gue tidak berhasil menaklukkan hati pujaan hati" jawab Cello dengan suara lirih dan membuka toga yang masih dipakainya.


Pintu terbuka perlahan datang sosok wanita berhijab dengan menggunakan kebaya modern seperti penampilan Shifa dan Agnes bahkan warna kebaya mereka sama yaitu putih tulang dan rok hitam.


"Cello look at that, who is she?" pekik Kanno menunjuk kearah pintu masuk.


"Waauw... bidadari surga ku, kau kah itu?" teriak Cello berlari mendekati Aisyah dengan merentangkan kedua tangannya.


"Kak Cello stop, don't hug me, belum muhrim!" ucap Aisyah tegas.


"He he he bukannya kita sudah resmi jadian, mengapa tidak boleh memelukmu, I love you bidadari surga ku" cengar-cengir menggaruk tengkuknya.


"Ciek...ciek.... yang sudah jadian" goda Shifa mendekati Aisyah dengan memeluk sahabatnya dengan erat.


"Terima kasih telah meyakinkan aku untuk menjalani hubungan ini" bisik Aisyah ditelinga Shifa saat berpelukan.


"Ayo kita melakukan sesi foto terlebih dahulu, sebelum makan" ajak Rafael menarik tangan Shifa, tangan bertautan berjalan beriringan dengan senyum yang mengembang.


Di belakangnya Kanno dan Agnes juga menautkan kedua tangannya bergandengan tangan dengan mesra menuju studio foto, dan mata Cello menatap sendu Aisyah dengan mengulurkan tangannya mengajaknya bergandengan tangan seperti kedua sahabatnya yang hatinya saling terpaut.


Dengan tersenyum Aisyah menyambut uluran tangan untuk ditautkan dalam genggaman Cello mengikuti dua pasangan yang ada didepannya dengan hati yang bahagia dan berbunga bunga.

__ADS_1


__ADS_2