
Hari kedua honeymoon Rafael dan Shifa hari ini di habiskan di tempat yang sangat asri dan sejuk, tema back to nature yang di suguhkan membuat hati keduanya sangat bahagia saat ini mereka berada di tempat Ulu Temburong National Park.
Taman Nasional Ulu Temburong, taman ini sebenarnya masih menjadi satu kawasan dengan hutan kalimantan yang begitu luas meliputi tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam, taman Nasional Ulu Temburong atau sering juga disebut dengan nama fathul park adalah taman nasional pertama yang didirikan di Brunei, dan dilindungi sejak tahun 1991. Taman ini terletak di Distrik Temburong di Brunei bagian timur.
Taman Nasional Ulu Temburong dianggap oleh banyak orang sebagai hutan hujan tropis terbaik yang dilestarikan di Pulau Kalimantan. Taman Nasional Ulu Temburong adalah surga bagi para ilmuwan dan semua orang yang menghargai kemegahan akan alam yang mengesankan.
Rute untuk menuju ketempat menakjubkan ini adalah dengan naik speedboat selama 45 menit menyusuri sungai, lalu dilanjutkan dengan naik bus sekitar 30 menit. Setelah itu dilanjutkan dengan naik ke sebuah perahu tradisional untuk menuju tujuan akhir setelah sedikit mendaki. Setiap perjalanan yang dilewati akan terasa seperti sebuah petualangan yang menantang.
Di tempat ini juga terdapat “The Canopy Walkway” yang menjulang lebih dari 60 meter melebihi pepohonan disekitarnya. Dari sana, wisatawan dapat mengamati ekosistem yang sangat beragam, terdapat juga beberapa rumah pohon yang saling terkoneksi yang dihubungkan oleh jembatan gantung, di rumah pohon juga merupakan tempat untuk melakukan pengamatan yang sangat baik.
Jika wisatawan ingin menuju kanopi yang berada di puncak, wisatawan harus menaiki sekitar 1260 tangga, sepanjang jalan biasanya akan menjumpai beberapa binatang hutan seperti rusa, babi liar dan burung enggang, waktu yang paling pas mengunjungi tempat ini adalah sebelum fajar, karena pada saat fajar atau pagi hari hutan akan dipenuhi dengan burung dan binatang yang keluar mencari makan, adi suasana akan benar-benar terasa di hutan belantara yang jauh dari hiruk pikuk kota.
Bahkan sebelum fajar menyingsing, Rafael dan Shifa sudah di jemput oleh sopir kerajaan yang setia mengantar kemanapun mereka ingin berwisata, melihat burung enggang yang muncul sedang mencari makan di pagi hari.
Karena pagi itu Rafael dan Shifa ikut menaiki tangga yang jumlahnya 1260 tangga menuju puncak kanopi dan bisa melihat binatang terutama sepasang burung enggang yang sangat cantik malam harinya saat di hotel, kaki Shifa terasa pegal duduk bersandar di dasboard tempat tidur kaki di luruskan sambil membaca novel online kesukaan Shifa, sedangkan Rafael sedang memeriksa pekerjaan kantor yang di kirim oleh Zain.
Selesai memeriksa file yang di kirim Zain, Rafael mendekati Shifa dan duduk di depannya.
"Honey!".
"Hhhmmm".
"Serius banget sih apa yang dibaca?".
"Novel online, ada apa sih kak?".
"Boleh aku minta cicilan kedua?"
Shifa memandangi raut wajah Rafael yang sendu, menghentikan membaca novel online nya.
"Cicilan yang seperti apa kak, apa seperti kemarin?".
"Tidak, untuk cicilan kali ini aku sendiri yang akan mengambilnya, teruskan saja baca novelnya".
"Baiklah, terserah kak El saja".
Shifa kembali melanjutkan membaca novel online, perlahan Rafael merebahkan tubuhnya di antara dua kaki Shifa yang sudah di buka selebar bahu posisi badannya menghadapnya berada di atas perut Shifa, membuka satu kancing hem Shifa yang paling bawah, di ciumnya perut Shifa yang tanpa ada penghalang baju, di usapnya dengan lembut.
__ADS_1
Kembali membuka kancing baju itu sampai terlepas hingga kancing baju paling atas, ada dua gunung kembar yang masih tertutup oleh bra berwarna krem, di rabanya lembut.
"Honey" panggil Rafael kembali.
"Hhhmmm".
"Boleh aku buka menutupnya?".
"Buka aja sendiri pengaitnya ada di belakang".
"Baiklah".
Tangan Rafael menyusup ke belakang badan Shifa ingin membuka pengait bra, ternyata pengait itu sangat kecil dan susah dilepaskan.
"Honey susah bukanya".
Dengan satu tangan kiri saja dengan mudah pengait itu terbuka dan kembali Shifa membaca novel online karena sangat seru.
Rafael mulai meraba kedua gunung kembar itu dengan lembut, di tangkup menggunakan tangannya, di remasnya perlahan dan sangat lembut yang awalnya Shifa konsentrasi pada handphone karena sentuhan Rafael akhirnya Shifa meletakkan handphone di samping bantal, merasakan sensasi yang berbeda.
Wajah Rafael semakin mendekat kearah gunung kembar itu ******* perlahan puncak gunung kembar itu dan menghisapnya dengan perlahan.
"Kak El, aaaaaah, pindah sebelahnya" tanpa sadar Shifa meminta karena ingin merasakan lagi sensasi yang tidak bisa di ucapkan dengan kata kata.
Sambil tersenyum Rafael pindah menghisap puncak gunung kembar sebelahnya, dan tangannya sambil meremas gunung kembar yang tidak di lumatnya.
"Kak El aaaaaah".
"Honey, harusnya tamunya di usir aja, aku pingin makan kamu, apalagi ada ******* lembut dari bibirmu, aku jadi tambah aaah".
"Maaf kak El, tamunya tidak mau di usir, sabar dulu ya".
Kegiatan keduanya berhenti setelah ada suara nyaring handphone Rafael yang berada diatas meja.
"Mengganggu saja sih" sambil menggerutu Rafael tetap mengangkatnya.
"Halo".
__ADS_1
"Maaf tuan, saya sudah menunggu di bawah, bukankah malam ini undangan makan malam di kediaman menteri pertahanan dan keamanan" kata sopir kerajaan yang berada di lobi hotel.
"Oya maaf Pak saya lupa, tunggu sebentar, kami bersiap-siap dulu".
"Ada apa kak El?".
"Honey, malam ini ada undangan dinner di kediaman menteri pertahanan dan keamanan, cepat ganti baju".
"Aku juga lupa, ayo siap siap".
Hanya dalam dalam waktu setengah jam Rafael dan Shifa sudah selesai, Shifa tidak berdandan dengan berlebihan mengenakan dress panjang dan hijab pashmina dengan warna senada, makeup natural, softlens biru masker dan kacamata seperti biasa, sedangkan Rafael mengenakan baju batik modern khas Indonesia dengan warna senada dengan Shifa membuat pasangan ini tampak serasi.
Menempuh perjalanan hanya setengah jam dari hotel mereka tiba di kediaman menteri pertahanan dan keamanan langsung di sambut oleh tuan rumah dan nyonya.
"Maaf kami terlambat" ucap Rafael setelah sampai di kediaman menteri pertahanan dan keamanan ternyata sudah ngumpul semua termasuk Jenderal As'ari, Uncle Mahfud dan Sultan beserta pasangan masing-masing.
"Harap maklum pengantin baru, datangnya terakhir" ledek Jenderal As'ari tersenyum devill.
Rafael hanya tersenyum, tidak menjawab ledekan dari Jenderal As'ari karena memang benar adanya, Rafael jadi mengingat kejadian sebelum berangkat tadi dan tersenyum lagi dengan penuh arti.
"Bagaimana El, kok malah senyum senyum sendiri begitu, bagaimana rasanya setelah menikah?" goda Jenderal As'ari mengedipkan matanya.
"Saya jadi menyesal Jenderal," jawab Rafael singkat.
Karena jawaban Rafael yang absurt semua tamu yang datang malam itu termasuk Shifa jadi kaget.
"Kamu menyesal setelah menikah, mengapa?" tanya menteri Ramli penasaran.
"Menyesal mengapa aku tidak menikah dari dulu karena baru tahu rasa menikah itu enak banget" jawab Rafael diikuti gelak tawa bersama, tetapi Shifa melotot tajam kearah Rafael karena kesal.
"Dasar putranya senior Faro, Papi dan putranya sama saja" ikut menggoda menteri pertahanan dan keamanan.
"Bro, jam berapa hari Sabtu terbang kembali ke Indonesia?" tanya Sultan menepuk pundaknya dengan pelan.
"Kemungkinan pagi pukul tujuh Sultan, apakah anda ikut bersama kami?".
"Tidak bisa bro, ada banyak sekali jadwal yang harus dilakukan, mungkin lain kali saja" Sultan menjawab dengan alasan yang jelas dan diplomatis.
__ADS_1
Mereka melanjutkan dengan acara dinner bersama dengan hidangan makanan khas Brunai Darussalam yaitu nasi kotak, salad udang, bamboo ayam dan ada juga soto khas Brunai Darussalam, di tutup dengan minuman yang manis yang disebut minuman air Kausar.
Sampai menjelang tengah malam mereka bercengkerama dengan akrab, bahkan Shifa dan para istri-istri bertukar nomor handphone agar lebih akrab lagi, demikian juga dengan para laki-laki juga semakin akrab dan tidak canggung walaupun berbeda usia, berbeda tempat tinggal, dan profesi.