Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
09. Koordinat Kedua


__ADS_3

Kembali ke Balikpapan Rafael dibantu semua anggota agen rahasia sudah menemukan koordinat titik kedua dimana keempat pesawat tempur itu disembunyikan ada di Sarawak Malaysia posisinya dekat perbatasan Kalimantan timur.


Semua agen rahasia langsung terbang ke Sarawak dengan rekomendasi jenderal Ahmad, yang ada di Balikpapan hanya dijaga ketat oleh kepolisian dan TNI, tidak boleh ada pergerakan sebelum lokasi kedua dipastikan di ketahui keberadaannya dan diketahui organisasi dibalik pembajakan pesawat itu.


Hanya berjarak sekitar sepuluh kilometer saja dimana semua para agen rahasia tinggal disebuah penginapan sederhana yang di boking oleh jenderal Ahmad seluruh penginapan itu tanpa kecuali.


Agen rahasia tidak melibatkan orang lapangan saat menempelkan flashdisk kecil seperti pada gedung yang ada di hutan lindung Bukit Soeharto, dilakukan oleh jenderal Ahmad sendiri saat pagi hari joging melewati gedung itu melempar flashdisk dengan gerakan seperti sedang senam, dan tidak dicurigai oleh penjaga gedung itu karena penjaga kemungkinan ada didalam, setelah menempel dengan sempurna baru jenderal Ahmad kembali ke markas sementara yaitu sebuah penginapan sederhana.


Tetapi kali ini gedung yang ditemukan untuk menyembunyikan empat pesawat tempur itu tidak di hutan seperti yang ada di Balikpapan, gedung bekas perusahaan pengolahan kayu yang ada di pinggir desa tepatnya diperbatasan yang tidak beroperasi lagi, gedung itu juga sangat luas sehingga pesawat tempur terlihat kecil berada ditengah tengah gedung yang sudah kosong tanpa ada barang sedikitpun.


Rafael membulatkan matanya dengan sempurna setelah menggeser mouse disisi pokok gedung bagian belakang itu ada semacam laboratorium untuk memproduksi narkoba, menggunakan alat yang sangat canggih, ada sekitar 30 orang pekerja yang memakai seragam putih dengan menutup wajah hanya terlihat matanya saja para pekerja itu membuat barang haram dalam jumlah besar.


Dari luar gedung area itu sangat sepi, tidak menunjukkan adanya tanda kehidupan ternyata didalam ada kegiatan pembuatan obat obatan terlarang, bahkan halaman gedung itu dibiarkan kotor dan kumuh terlihat halaman itu tidak pernah dilalui oleh seorangpun.


"Darimana mereka masuk ke gedung itu?" tanya Cello setelah menghitung ada sekitar 50 orang yang ada didalam area gedung itu, sekitar 10 orang membawa senjata, ada 5 orang wanita yang berada di dapur dan ada 5 orang lagi seperti petugas kebersihan.


"Halaman itu sepertinya tidak pernah dilewati, coba lihat jalan lain di belakang atau samping ada gerbang lagi kah?" tanya Cello lagi penasaran.


"Tidak ada bro, gerbang hanya ada satu yang didepan saja" Kanno menimpali setelah mengamati pergerakan mouse ke seluruh gedung.

__ADS_1


Tiga hari berlalu tanpa terasa Rafael dan anggota agen rahasia berada di pengintaian daerah perbatasan tepatnya di wilayah Malaysia di Sarawak, dalam waktu tiga hari ini yang Cello hitung pergerakan penghuni gedung itu terkadang berkurang dan terkadang ada tambahan jumlah orangnya tetapi belum bisa menemukan letak pintu yang mereka pergunakan untuk keluar masuk gedung, sampai Cello menemukan ide saat melihat salah satu agen rahasia bermain game online untuk menghilangkan penat karena tekanan kerja, dalam game itu seorang pahlawan memiliki mata yang berkekuatan infra red.


"El coba pinjam mouse sebentar, coba kita beri sentuhan infra red dalam pengintaian gedung itu" kata Cello dengan tangan lincahnya menggerakkan mouse itu sampai layar monitor berwarna merah.


"Binggo......dapat gue" teriak Cello disertai gebrakan meja sampai terdengar suara keras.


Ternyata tidak jauh dari laboratorium mini ada lembaran baja yang berdiri didepan lemari buku, lembaran baja itu ternyata pintu keluar masuk menuju bawah tanah dan terhubung sampai di garasi sebuah rumah penduduk yang jaraknya sekitar setengah kilometer.


Pintu baja jika dibuka secara penuh mobilpun bisa dengan mudah keluar masuk di area gedung, tetapi selama tiga hari pengintaian tidak ada satupun mobil masuk, hanya ada orang yang lewat itupun jika diperhatikan hanya ada orang yang muncul dari balik baja.


Jenderal Ahmad, jenderal As'ari dan komandan Conan mulai menyusun strategi untuk penyergapan dan menangkap seluruh karyawan yang bekerja membuat bahan terlarang, strategi itu akan dilakukan bersamaan dengan gedung yang ada di hutan lindung Bukit Soeharto Balikpapan.


"Tidak perlu, kalian tidak perlu ikut meringkus tikus got yang tidak berguna itu, cukup kalian mengawasi dari sini, kalian terlalu berharga untuk menangani masalah recehan seperti ini" cabik jenderal As'ari dengan mengibaskan tangannya mulai jengah dengan sepak terjang mereka.


Keesokan paginya penyergapan di mulai pukul sembilan pagi anggota agen hanya ada dibalik layar mengamati dan siap memberi saran agar lancar dan tidak terjadi korban jiwa, dengan didukung skill yang mumpuni gabungan dari kepolisian dan angkatan bersenjata semua berjalan dengan lancar, keenam pesawat tempur bisa diselamatkan, ribuan obat terlarang berhasil di sita, begitu juga yang ada di hutan lindung Bukit Soeharto juga berjalan dengan lancar karena gabungan kepolisian dan angkatan bersenjata.


Hanya saja orang yang dibalik pembajakan pesawat itu tidak bisa tersentuh hukum, bahkan si gaek Toni bisa membuktikan jika dia tidak bersalah padahal bukti menjelaskan saat mereka ada di TKP sebagai bukti, tetapi memang lidah tidak bertulang argumen mereka mengatakan jika sedang berkunjung dan tidak lebih dari itu.


Rafael juga menemukan jika ada Agus Martono bersama ketua mafia cabang Malaysia berada di TKP Sarawak saat penyergapan, mereka menyamar menggunakan seragam pegawai laboratorium dan bisa lolos begitu saja, sepertinya mereka memiliki Indra keenam sehingga bisa mengetahui ada yang tidak beres pagi itu sebelum penyergapan hanya ketua mafia cabang Malaysia yang bisa tertangkap, tetapi setelah diselidiki dia hanya seorang pegawai laboratorium mukanya mirip dengan ketua mafia Malaysia itu.

__ADS_1


Setelah ditelusuri jalan rahasia yang biasa mereka menggunakan untuk keluar masuk ada satu terowongan pipa untuk pembuangan air limbah tetapi harus dengan merangkak kemungkinan besar Agus Martono dan ketua mafia cabang Malaysia melarikan diri melalui terowongan pipa itu.


Rafael dan Kanno juga sudah menemukan pilot pesawat yang berkhianat dengan pemerintah, diantara enam pilot itu ada tiga yang berkhianat dan yang tiga lagi hanya mengikuti perintah temannya saja, ketiganya juga sudah ditangkap oleh yang berwajib.


Sepuluh hari sudah para agen rahasia bertugas, bersiap untuk pulang setelah menyelesaikan laporan akhir mereka, setelah diadakan meeting sebelum membuat laporannya, agen rahasia yang berasal dari Malaysia pulang menggunakan kendaraan lewat darat, sedangkan agen rahasia yang berasal dari Brunei Darussalam dan Indonesia pulang menggunakan pesawat helikopter, seorang pilot bule yang katanya berasal dari Australia yang sudah diatur oleh pihak militer Malaysia beserta co-pilot orang Melayu asli Malaysia.


Tetapi sayangnya pulang tidak semulus yang Rafael bayangkan, keinginan hati ingin segera melihat sosok tambatan hati yang dikaguminya dalam diam, sudah dua pertiga perjalanan ternyata co-pilot mengeluarkan senjata dari balik alas sepatunya menodongkan senjata itu di kening pilot yang sedang konsentrasi mengendalikan jalannya helikopter.


"Belokkan pesawatnya kearah koordinat 1407° dan 2004° sekarang!" perintah co-pilot dengan mata garang.


Rafael dan penumpang lainnya menjadi panik karena pemboikotan helikopter yang mereka tumpangi.


"Kalian jangan ada yang bergerak atau kepala pilot ini tertembus peluru, dasar b*d*h" pekik co-pilot dengan congkaknya.


"Kalian kira kami lemah, aku lebih pintar dari kalian nyatanya aku bisa menemukan kalian yang telah merugikan milyaran rupiah yang sudah didepan mata".


Karena merasa bisa menguasai situasi co-pilot menembak paha pilot sebelah kiri karena pilot itu tidak membelokkan pesawat helikopter yang telah di perintahkan tadi.


"Doooor.......Aaarghhh" suara tembakan dan teriakan pilot bersamaan.

__ADS_1


"Cepat arahkan helikopternya ke koordinat yang aku sebutkan tadi atau peluru ini menembus kepalamu" semakin menekan pistol itu pada kening pilot.


__ADS_2