Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
57. Surprise Ulang Tahun


__ADS_3

Sekarang hampir pukul dua belas malam, saat Shifa duduk termenung di balkon kamar yang berada di lantai atas rumah Mama Ara tiba tiba ada lampu kembang api yang meluncur dari bawah dengan tulisan


"SELAMAT ULANG TAHUN SHIFA"


"WE LOVE YOU"


Berkali-kali kembang api itu meluncur dari bawah dengan tulisan yang sama membuat mata Shifa membulat sempurna, langsung berdiri mendekati pagar pembatas balkon memandangi kearah bawah, yang ternyata seluruh keluarga besar tiga sahabat karib itu berkumpul di halaman rumah Mama Ara tanpa terkecuali.


Padahal setelah makan malam tadi semua berpamitan pulang ke rumah masing-masing tanpa mengatakan apapun bahkan Rafael yang biasanya selalu bertindak semaunya bahkan cenderung mesum, tetapi malam itu Rafael kembali bersikap seperti awal saat pacaran dulu, selalu santun saat di depan seluruh teman dan keluarga.


"Shifa ayo tutun!" teriak Rafael dari bawah.


"I love you honey, come on down now!" pekik Rafael kembali dari bawah.


Kemudian semua juga ikut berteriak dari bawah memanggil Shifa dan mengajaknya untuk turun, antara syok, kaget dan bahagia Shifa hanya terpaku tidak tahu harus berbuat apapun.


Rafael langsung berlari masuk rumah naik lantai atas membuka pintu kamar Shifa dan memeluknya dengan erat dan melambaikan tangan memberikan kode kepada Cello yang sedang memegang sesuatu.


"Honey lihatlah!" tunjuk Rafael kepada Cello.


Keahlian kolaborasi tiga Elang Emas sedang di tunjukkan kepada Shifa sekarang ini, ada tulisan terpancar dari bawah langsung terpampang di depan wajah Shifa.


"KAMI AKAN SELALU ADA UNTUKMU"


"JANGAN PERNAH MERASA SENDIRI"


"KAMI SEMUA KELUARGA MU"


Air mata Shifa mengalir deras tanpa henti, inilah yang sangat di rindukan kehangatan keluarga, keperdulian sahabat yang selalu hangat.


"Ayo kita turun, masih ada banyak kejutan lagi untuk mu!" ajak Rafael mengusap air matanya.


Dengan tangan saling bertautan berlari turun mendekati keluarga yang sudah menunggu di bawah.


Saat tepat keluar dari pintu ada panah yang menyala saat Shifa dan Rafael berjalan seolah panah itu menunjukkan kemana mereka harus melangkah.

__ADS_1


"Apa ini kak El?".


"Ikuti aja, ini surprise selanjutnya!" masih menggandeng tangannya mengikuti anak panah panah yang berkedip menuju arah samping rumah tepatnya di samping kolam renang.


Di pinggir kolam renang ternyata sudah ada kue tart ulang tahun berjajar rapi disana, setiap kue satu orang yang menunggu.


"Kak El kenapa ada banyak sekali kue tart nya?".


"Ya kuenya mewakili jumlah umur ulang tahun mu, ini mewakili setiap ulang tahun yang selama ini terlewati tanpa diriku".


Pertama kali Shifa mendekati kue dengan angka satu yang di jaga oleh Aisyah sahabat karibnya.


Sambil semua keluarga bernyanyi dan tepuk tangan, "Ini ulang tahun pertamamu ayo tiup" perintah Rafael


Hampir melingkari kolam renang kue tart yang berjumlah dua puluh tiga tahun di jaga oleh Kanno, Cello, Mama Ara dan semua keluarga, sampai di kue tart ulang tahun yang terakhir di jaga oleh Papi Faro dan Mami Inneke.


"Tunggu jangan Shifa yang make a wish, gantian kami yang akan meminta doa dan harapan kepada Allah" Mami Inneke memeluk Shifa dan Rafael bersamaan.


"Ayo Mi, make a wish dulu!" ajak Rafael menarik tangan Mami dan Shifa bersamaan.


"Aamiin ya rabbal Alamin" jawab semua keluarga.


Setelah memotong kue di suapkan kue pertama untuk Rafael, Papi Faro dan Mami Inneke dan dibagikan kepada seluruh keluarga yang hadir merayakan ulang tahun Shifa.


Dalam setengah malam saja anak buah Mama Ara yang bekerja di restauran mampu membuat dua puluh tiga buah sesuai ulang tahun Shifa, walaupun dalam keadaan waktu singkat karena Rafael memberikan bonus yang besar untuk mereka.


"Kak El siapa yang mempunyai ide gila ini, memangnya tidak capek buat kue sebanyak ini?" tanya Shifa setelah capek meniup semua lilin yang berada di kue ulang tahun dari angka satu sampai terakhir.


"Jadi suamimu ini kamu anggap gila begitu?" tanya Rafael dengan gemas dan memencet hidung Shifa.


"Jadi ini ide kak El, maaf habisnya mengapa harus sebanyak ini kuenya, mubazir tau siapa yang mau makan?".


"Tenang aja besok pagi ada yang akan menyerbu kesini".


Datang Aisyah dan Cello mendekati mereka berdua yang sedang bermesraan tidak tahu tempat dengan membawa satu kejutan lagi.

__ADS_1


"Ayo kita ke acara surprise selanjutnya jangan cuma berduaan aja, emang dunia hanya milik kalian berdua?" celoteh Cello menarik Shifa dan Rafael bersamaan masuk kembali ke dalam rumah, karena seluruh keluarga ngumpul di ruang keluarga menunggu yang lagi ulang tahun.


"Emang elo berdua cuma ngontrak, sayangnya elo tak pernah bayar uang kontrakannya" tertawa lepas Rafael berjalan mengikuti Cello dan Aisyah masuk rumah.


Didalam rumah sudah duduk lesehan rapi di atas Hambal menghadap layar monitor besar yang dihubungkan di dinding ruang tamu.


Di layar itu ada banyak sekali foto foto El dan Shifa waktu kecil, walaupun tidak sebanyak foto Rafael tetapi ada beberapa foto Shifa saat kecil, itu di dapatnya dari handphone Aisyah saat mereka bercerita waktu kecil, saat mereka tinggal di rumah almarhumah bibi pengasuh di Singapura saat dahulu kala.


Foto itu cenderung lucu dan culun saat masih kecil, banyak yang tertawa lepas setelah melihat lihat, foto saat kecil diambil oleh Rafael dan Cello dari media sosial Shifa, ada juga foto Shifa saat dia di Jakarta, keseharian juga mudah di dapatkan, bahkan foto saat Shifa menyamar sebagai berdandan menor, memakai baju seksi dan rambut berwarna biru terang juga ada disana.


Rafael mendapatkan foto saat mereka bertarung coople, melawan enam orang yang mengikuti nya waktu itu, foto saat Shifa di selamatkan dari jurang yang berada di Aceh saat mengajar cincin bertuliskan CL dan yang terakhir dapat juga foto saat Shifa berada di lapas, sedang mengaji di masjid lapas, di taman bacaan ada juga lagi termenung di dalam sel dengan wajah tanpa ekspresi, foto saat menghajar habis habisan teteh dan anak buahnya juga ada di layar itu.


"Kak El kok bisa mendapatkan foto aku dari kecil sampai aku ada di lapas? tanya Shifa setelah Kanno selesai mematikan layar monitor.


"Bagi seorang agen rahasia itu seperti menjentikkan jari dapat honey, bagaimana apakah kamu bahagia hari ini?" Rafael menepuk dadanya tersenyum dan mengedipkan matanya.


"Iya ini ulang tahun terbaikku, selama aku hidup, terima kasih sayang, ini tidak akan aku lupakan seumur hidup".


"Everything for you honey, mulai sekarang aku akan selalu membuat kamu bahagia".


Hampir menjelang pagi acara baru selesai setelah makan dengan BBQ bakar ikan dan ayam di samping rumah para pegawai dan karyawan Mama Ara, makan dengan penuh keakraban.


Sampai menjelang pagi juga mereka tidak tidur sedikitpun, surprise demi surprise membuat kebahagiaan Shifa sangatlah sempurna, tidak pernah merasakan ulang tahun yang semeriah ini, senyum Shifa mengembang sempurna karena kejutan yang dibuat Rafael benar benar membuat Shifa merasa di hargai keberadaan nya.


Setelah subuh Keluarga pulang perpamitan dan mengucapkan ulang tahun, seperti dari awal yang mereka sepakati memang sengaja tidak memberikan kado berupa barang atau apapun, hanya kehangatan dan curahan kasih sayang dari keluarga dan cinta tulus dari Rafael.


Setelah sholat subuh Shifa duduk di sofa ruang tamu Setelah semua tamu pulang ke rumah masing-masing, duduk termenung merasa kebahagiaan itu terpampang nyata, ternyata Rafael belum pulang langsung membaringkan tubuhnya disamping Shifa meletakkan kepalanya di pangkuannya.


"Honey aku ngantuk banget," dielusnya rambut Rafael yang memejamkan matanya lama kelamaan suara nafasnya terdengar teratur, terlelap dalam pangkuan Shifa.


Shifa hanya memandangi wajah damai Rafael, ternyata terlihat tampan saat terlelap begini, mengapa kamu begitu tulus kepada ku, mengapa aku begitu damai saat bersama dengan kamu sayang, semoga kebahagiaan ini akan abadi, aku ingin menua bersama dengan kamu kak El, terima kasih sudah selalu ada untukku baik suka maupun duka, terima kasih sudah menerima aku apa adanya, terima kasih atas semua yang kamu lakukan untuk ku, monolog Shifa terus mengelus rambut dan pipi Rafael yang sudah terlelap.


"Hhhmmm, pasti honey I love you, kita akan selalu bersama, kita akan bahagia bersama" jawab Rafael lirih.


"Eeee belum tidur kah?".

__ADS_1


"Hhhmmm sudah" dengan senyum mengembang akhirnya Rafael terlelap betulan dan tidak mendengar suara monolog Shifa


__ADS_2