Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
39. Terkuak


__ADS_3

Aduh..aduh Papa ampun dia calon menantu Papa, Aisyah namanya" jawab Cello cengar-cengir dengan mengusap telinganya yang sakit melepaskan pelukan Aisyah.


Dengan spontan Aisyah melonggarkan pelukan Cello "Maaf tuan nyonya" ucap Aisyah membungkukkan badannya hormat dan mundur beberapa langkah.


"Kenapa manggilnya--?" ucapan Cello menggantung tetapi sudah di potong oleh Aisyah.


"Maaf kak, aku mau bicara dengan kak Agnes sebentar" Aisyah mendekati Agnes dan kembali memohon kepada Agnes.


"Kak Agnes tolong katakan siapa aunty dan kak CL nya Shifa, aku akan memohon kalau perlu berlutut dan memohon kepada beliau untuk mencari informasi tentang Shifa, please kak, karena Shifa harus menyampaikan surat dan amanah dari Mami Fatty kepada beliau hiks hiks hiks"


Cello, Mama Ara dan Papa Mario mendekati Aisyah yang sudah melorot bersimpuh dengan menangis tersedu-sedu, bahkan Rafael juga ikut mendekati Aisyah yang terduduk bersimpuh dengan putus asa.


"Sayang dengar aku, CL itu singkatan dari Marcello atau Cello itu aku, aku sayang yang disebut aunty Ara, atau Amara Khadijah atau Achara Thanapon adalah Mama kandung aku, coba kamu lihat ini cincin perak yang bertuliskan CL ada padaku" cerita Cello ikut berjongkok mensejajarkan tubuhnya didepan Aisyah.


Aisyah hanya memandang wajah Cello dan Mama Ara kaget, heran dan hampir tidak percaya, orang yang dicarinya selama empat tahun terakhir ini adalah orang yang paling dekat dengannya.


"Ya Allah ya Tuhanku, mengapa cincin ini ada pada kak Cello, dimana Shifa sekarang kak, dia sendirian kak, dia seperti aku kak, merasa tidak punya siapapun di dunia ini hiks hiks hiks" ratap Aisyah bertambah tersedu-sedu.


Mama Ara mendekati Aisyah ikut berjongkok mendorong tubuh Cello yang tepat di depan Aisyah, dengan cepat Aisyah bersujud didepan Mama Ara "Nyonya tolong selamatkan Shifa, selamatkan sahabatku, dia tidak memiliki saudara kecuali anda nyonya"


"Bangunlah nak, jangan seperti ini, kami akan berusaha semampu Kami, kemarilah" Mama Ara menarik tubuh Aisyah di peluknya dengan erat.


Dengan kesal Rafael menendang meja yang ada di depannya "Bruuuaaak"


"Ini semua gara-gara gue, mengapa gue meragukan siapa dia, mengapa semua jadi begini aaaargh" pekik Rafael dengan kesal dan penuh amarah.


"El sabar, sayang semua ini hanya salah faham lebih baik kita konsentrasi bagaimana cara kita mengalamatkan calon mantu Papi" nasehat Papi Faro dengan bijak.

__ADS_1


"Papi, Mami restui kami ya, Mami please" seperti anak kecil Rafael memohon kepada kedua orangtuanya.


"Lihat dulu, apa dia layak untuk El atau tidak?" goda Mami Inneke dengan mengedipkan matanya kepada Papi Faro.


"Kalau kami bagaimana Mama, Papa, dia Solehah lo pasti sesuai kriteria Papa?" Cello tidak mau kalah dengan Rafael merayu Papa Mario dan Mama Ara dan kembali memeluk Aisyah sambil berjongkok.


"Mengapa sekarang jadi ajang perjodohan, pastinya gue yang pertama mendapatkan restu karena mommy dan Daddy sudah akrab dengan calon menantu kesayangan" celoteh Kanno semakin menambah suasana yang tadinya tegang dan sedih sekarang jadi riuh dengan gelak tawa bersama.


Melihat betapa putus asa-nya Aisyah yang tidak bisa menghubungi, mencari informasi dan melindungi Shifa sahabatnya akhirnya Cello, Kanno dan Rafael serta Agnes duduk dalam satu lingkaran lesehan di lantai kemudian secara bergantian mereka menceritakan siapa sebenarnya mereka dan menceritakan pertemuannya tanpa disengaja dengan Shifa dan tidak lupa menceritakan dimana Shifa sekarang.


"Jadi selama ini bertiga sering menghilang tanpa kabar karena tugas dari agen rahasia?" tanya Aisyah sambil masih mengusap air matanya.


"Yap betul sekali, itu kami lakukan sejak masih duduk di sekolah SMU?" jawab Cello membantu mengusap lembut air mata Aisyah.


"Kak Agnes tahu dari awal profesi ini?" tanya Aisyah lagi, Agnes hanya menganggukkan kepalanya sambil melipatkan kedua tangannya di dada.


"Kenapa kalian semua jahat, coba dari dulu cerita Shifa tidak akan menderita seperti sekarang, kami tidak akan merasa sendiri, jahat semuanya" kembali Aisyah menangis tersedu-sedu mengingat Shifa sendirian ada di rutan bersama para narapidana yang belum tentu mereka baik semua.


"Antar aku rutan sekarang Kaka Cello please" masih terisak Aisyah dengan tanpa sadar menggoyangkan tangan Cello.


"Sayang, kamu lihat ini sudah jam berapa rutan sudah tutup, besok saja kita kesana" menangkup pipinya, menenangkan Aisyah sambil mengusap air matanya yang terus mengalir.


"Aku tidak perduli kalau perlu aku akan menunggu depan pintu rutan, aku mau kesana" terus saja Aisyah ingin menemui Shifa dan melihat bagaimana keadaannya.


"Mau nunggu didepan pintu mau jadi santapan nyamuk, labih baik aku saja yang gigit daripada nyamuk menggigit mu" celoteh Cello gemas dengan permintaan Aisyah.


"Yeeee modus aja, dari tadi elo sudah menang banyak, peluk dia terus, laaa gue mau peluk siapa?" cicit Rafael dengan kesal.

__ADS_1


"Peluk tuuuh tembok" jawab Kanno sambil melempar tisu kearah Rafael.


"Ayolah Ais,kamu tahu betulkan bagaimana situasi saat ini sabarlah, insyaallah Shifa baik-baik saja" Agnes menasehati dengan bijak.


"Kalau mau menyalahkan, salahkan gue aja Ais, kenapa gue malah lebih mementingkan ego sendiri, padahal berkali-kali Cello mengajak kesana, Cello juga sih sudah tau adik lo, malah nunggu gue?" merasa bersalah Rafael dan menyalahkan dirinya sendiri dan Cello.


"Gue juga berperang dengan hati gue sendiri tau, mendengar kabar dia memimpin organisasi mafia menggantikan posisi Papi-nya" bela Cello dengan raut wajah yang sedih.


"Sudahlah bukan saatnya kita saling menyalahkan, sebaiknya kita siap-siap untuk besok ke rutan" nasehat Kanno dengan bijak.


Bersamaan dengan itu setali tiga uang ke tiga pasangan suami istri yang sejak dari kecil sudah menjadi sahabat karib di tambah dengan komandan Conan juga sedang mencari solusi bagaimana bisa menyelamatkan Shifa dari tuduhan dan dari hukuman yang akan di jatuhkan kepada Shifa, tetapi yang pasti ini akan melibatkan atau campur tangan dari agen rahasia mengingat Shifa adalah kekasih dari salah satu anggota terbaik yang dimiliki agen rahasia pemerintah.


"Sebaiknya kita nikahkan mereka bertiga secara bersamaan aja kali ya?" celoteh Daddy Rendi sambil melihat ketiga putranya beserta dua kekasihnya.


"Tidak bisa lah bro, terutama untuk Rafael, tahu sendiri prosedur menikah dengan dua negara yang berbeda itu sangat berbeda" Papa Mario menjawab dengan lantang.


"Bagaimana komandan keadaan Shifa di rutan, seharusnya pihak intelejen juga menyoroti tentang kejadian itu?" tanya Papi Faro kepada komandan Conan.


"Yang aku dengar sekilas, gadis itu selama berada di rutan lebih banyak diam, tidak membantah dan tidak mengakui tentang tuduhan yang di tujukan kepadanya, pemerintah menawarkan pengacara dia juga menolaknya, tidak ada satupun yang menjenguk dia, selalu menghabiskan waktunya duduk di taman bacaan rutan" cerita komandan Conan panjang lebar.


"Dia keponakan ku, apakah bisa kita bebaskan meminta bantuan agen rahasia" pinta Mama Ara dengan khawatir.


"Kita lihat besok, karena tuduhan dia tidak main main, seandainya terbukti gadis itu pasti akan di hukum seumur hidup" jawab komandan Conan.


Papi Faro melamun teringat masa lalu, bertahun tahun hidup dalam bayang-bayang kejaran dari ketua mafia se-Asia tenggara karena menembak mati salah satu anak angkatnya, menjadi musuh bebuyutan mereka istilahnya, tetapi tidak di sangka dan di duga kemungkinan besar akan menjadi besan, putri ketua mafia itu adalah gadis yang putranya sendiri cintai sungguh dunia ini hanya selebar daun kelor gumamnya dalam hati.


"Bagaimana keadaan thora Thanapon saat ini ya, seandainya dia tidak mengingat masa lalunya, apakah dia menjadi seperti Andrew Hidayat ayahnya asisten Zain, tetapi dulu dosis obat yang diberikan hanya sedikit saja kok, ini sudah bertahun tahun berlalu kok otaknya seolah tidak bisa disembuhkan!" monolog Papi Faro dengan lirih.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Thora Thabapon saat ini komandan?" tanya Papa Mario mengikat dulu dia pernah di memberikan obat yang di racik oleh Komandan Conan dan Papi Faro.


"Kalau dia sekarang sudah jinak, sampai sekarang dia seperti di cocok hidungnya, hanya mengikuti perintah sang asisten" cerita komandan Conan lagi.


__ADS_2