Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
60. Mendadak Menikah


__ADS_3

Malam harinya terpaksa Rafael pisah lagi dengan Shifa karena Faro dan Rafael diminta Sultan untuk menginap di istana karena masih ada yang akan di sampaikan.


Makan malam dengan keluarga Sultan pukul delapan malam, Setelah itu jenderal As'ari baru bercerita ternyata masih ada rencana besar yang sudah di buat oleh Sultan, jenderal As'ari dan menteri pertahanan Ramli ada staf khusus yang di perintahkan langsung oleh Sultan untuk mengurus pernikahan antara dua negara antara Shifa dan Rafael.


Akad nikah juga akan di gelar di masjid yang berada di lingkungan istana kesultanan, besok malam semua sudah ready bahkan kedutaan Indonesia juga sudah memberikan ACC tentang pernikahan ini, Rafael tersenyum tersenyum mengembang setelah mendengar cerita dari jenderal As'ari.


"Kok senyum senyum gitu El, ada apa?" tanya Papi Faro dengan memiringkan kepalanya melihat tingkah Rafael yang aneh.


"He he he berarti besok El nikah Pi, Papi setuju kan dengan rencana Sultan please!"


"Entahlah El, bagaimana dengan Mami, apakah ini tidak terlalu mendadak?".


"Akad nikahnya besok malam Papi, paginya Mami bisa kesini, bersama keluarga Cello dan Kanno ya Pi?" pinta Rafael dengan sedikit suara manja.


"Ya sudah deh, kabari mereka sekarang aja, belikan tiket untuk besok penerbangan pertama" jawab Papi Faro pasrah.


Rafael langsung menghubungi asistennya Zain, untuk mempersiapkan keperluan untuk besok tetapi Rafael tidak menceritakan secara detail tentang acara besok, hanya bilang acara lamaran.


Shifa yang baru saja mendapatkan kabar dari Uncle Mahfud jika acara akad nikah sudah dipersiapkan oleh Sultan menjadi gugup dan segera menghubungi Rafat dengan vedio call malam itu juga.


"Hai honey, baru pisah tiga jam sudah VC, kangen ya?" goda Rafael setelah menekan tombol hijau handphonenya.


"Kak El jangan bercanda terus, ada yang gawat nich".


"Gawat ada apa, apakah ada yang sakit, mana mana tunjukkan?".


"Kak El jangan potong dulu kalau aku lagi ngomong, aku benar benar panik nich".


"Baiklah ada apa ngomong cepetan?".


"Kak El sudah dengar kabar kalau Sultan sudah merencanakan pernikahan kita besok malam?".


"Sudah memang kenapa?".


"Kak El sudah tau, bagaimana ini kak, aku harus bagaimana, mengapa mendadak, harusnya banyak sekali yang harus kita persiapkan, ini waktu kita cuma sehari, dengar kak sehari?".


"Honey, mengapa malah panik, bagus dong kita jadi tidak terpisah lagi mulai besok, apa yang mau di persiapkan semua sudah diatur oleh Sultan?".


"Tapi kak El, ini menikah kak tidak sembarangan masak cuma sehari semua persiapan selesai?".

__ADS_1


"Tidak ada yang mungkin bagi Sultan honey, memang ada yang berani membantah Sultan?".


"Iya juga ya, mana ada yang bisa membantah Sultan, tetapi--!!".


Honey... honey look at me, kamu cukup persiapkan hati, sisanya suami ganteng mu ini yang akan membereskan ok".


"Tapi kak El?".


"Apa sebetulnya kamu tidak mau menikah sama aku?".


"Iiiih kak El ngomong apa sih, bukan itu masalahnya kak, ini kan hanya satu kali dalam seumur hidup kalau mendadak menikah bagaimana dengan bajunya, rias pengantin, pelaminan?".


"Justru ini pasti tidak akan terlupakan seumur hidup kita honey, pernikahan seorang Rafael dan Shifa di persiapkan oleh seorang Sultan, jangan khawatir soal baju dan yang lainnya, bukankah selera seorang Sultan akan melebihi ekspektasi kita hanya seorang rakyat biasa".


Shifa langsung termenung, betul juga, mengapa harus panik, nikah di sebuah istana yang tidak sembarang orang bisa menikmati kejadian langka seperti ini gumamnya sendiri.


"Honey kok malah melamun, apa lagi yang di bingungkan, kamu ada permintaan mas kawin?".


Shifa hanya menggelengkan kepalanya, masih sedikit melamun masih bingung harus bagaimana dan apa yang harus di lakukan olehnya.


"Honey, sudah aku bilang kamu cukup mempersiapkan hati saja, eee ada satu lagi yang harus di persiapkan".


"Apa kak?".


"Jangan mulai mesum ya, tidak jadi setuju menikah nich kalau mulai lagi".


"Iya iya ampun, jadi bagaimana apakah ada permintaan khusus tentang mas kawin?".


"Tidak kak, bukankah semua sudah di persiapkan oleh Sultan, aku hanya pingin Keluarga dari Jakarta hadir disini termasuk bunda Aulia".


"Baiklah titah tuan putri sudah terkabul, istirahatlah sudah malam, jangan berpikiran macam-macam, ingat besok hari pernikahan kita persiapkan diri termasuk---".


"Kak El jangan mulai lagi, Assalamualaikum"


VC langsung di matikan oleh Shifa disertai tawa riang Rafael berhasil menggoda Shifa sampai mukanya merah seperti tomat.


Selesai VC dengan Shifa Rafael bergabung kembali dengan Papi Faro, jenderal As'ari, komandan Conan dan menteri pertahanan Ramli untuk mematangkan persiapan rencana besok malam akad nikah yang sudah di konsep oleh Sultan.


"El bagaimana yang di Jakarta apakah sudah siap untuk berangkat besok pagi?" tanya Papi Faro setelah Rafael duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Beres Pi, sebenarnya aunty Fia dan uncle Ezo juga pingin ikut tetapi karena ada waktu yang terlalu mepet mereka hanya kirim salam aja" cerita Rafael lagi.


"Nanti kita buat acara di Jakarta agar semua keluarga ikut merasakan kebahagiaan ini" jawabnya lagi.


"El bagaimana apakah kamu mau menambahkan mas kawinnya?" tanya komandan Conan setelah semua sesuai dengan yang di jadwalkan oleh Sultan.


"Tidak perlu Ndan, Shifa juga tidak minta lagi kok, kita ikuti semua sesuai rencana Sultan saja" jawab Rafael dengan tersenyum.


Pukul sepuluh pagi semua rombongan sudah tiba di istana kesultanan, seluruh keluarga yang datang di larang menginap di hotel oleh Sultan, Papi Faro dan keluarga benar benar di perlakukan istimewa oleh kerajaan kesultanan itu, karena masa lalu dan aksi elang emas saat menyelamatkan pesawat tempur kemarin memang membuat jasa mereka sangat di hargai.


"Hai bro" sambut Rafael saat bertemu dengan Kanno dan Cello dengan menggandeng tangan pasangan masing masing.


"Ini gila bro, dari kemarin elo tinggal disini?" tanya Kanno merasa kagum dengan megahnya istana kesultanan.


"Yap begitulah, gue aja seperti mimpi" jawab Rafael sekenanya.


"Ini beneran elo nikah nanti malam?" Cello mendekati Rafael seakan tidak percaya.


"Sorry ya, kakak ipar gue yang nikah duluan dari kalian ha ha ha" dengan bangga Rafael menepuk dadanya tertawa sambil mengejek kedua sahabatnya.


"Memang breng sek lo, duluin gue, di istana lagi nikahnya, kalau gini gue juga mau nikah sekarang" Kanno menoyor pundak Rafael dengan kesal.


"Kak El, Shifa mana kok tidak kelihatan?" Aisyah berucap sambil menyapu pandangannya ke seluruh ruang istana.


"Dia tidak ada disini kakak ipar, masih tinggal bersama uncle Mahfud, nanti sore baru akan kesini bersama keluarga besarnya" Rafael mendekati Mami Inneke yang dari datang tadi belum sempat disapanya karena sedang membicarakan sesuatu dengan Papi Faro.


"Mami, Mami" Rafael langsung memeluk Mami Inneke dengan erat, rasa bahagia yang tidak bisa digambarkan olehnya karena peristiwa yang sebentar lagi akan di alaminya.


"Putra Mami sudah mau menikah, selamat ya nak, semoga kau selalu bahagia".


"El minta restu ya Mi, hari ini El akan menikah, Papi restui El juga".


"Iya Rafael, sekarang kamu sudah mau menikah, jadilah imam yang baik dalam keluargamu kelak, jangan sekali-kali menyakiti istrimu, harus selalu terbuka dalam hal apapun, mungkin kedepannya akan banyak rintangan yang akan menghampiri kalian berdua mengingat latar belakang keluarganya, kamu harus siap dan bisa bijak dalam mengambil keputusan" nasehat Papi Faro sambil memeluk putra dan istrinya secara bersamaan.


"Papi, aku mau juga dong nikah disini, kenapa Papi mengambil keputusan mendadak sih?" protes Kanno setelah berdiri diantara mereka.


"Putra Papi, ini semua bukan keputusan Papi, ini semua rencana Sultan, Papi juga baru tahu tadi sore".


"Jadi bukan Papi, enak banget lo, seorang Sultan terjun langsung mengurusi pernikahan ini" lagi lagi Cello ikut protes karena keberuntungan Rafael.

__ADS_1


"Ok, gue restui elo, jangan sakiti adik gue, dari kecil dia selalu kurang kasih sayang, awas aja elo membuat dia menangis" cabik Cello memeluk erat Rafael.


"Gue juga bro, ikhlas gue elo nikah duluan, doa terbaik gue untuk elo, semoga kebahagiaan yang akan selalu ada dalam keluarga elo nanti" Kanno juga ikut memeluk mereka, berpelukan bertiga mengantarkan salah satu untuk menjalani kehidupan selanjutnya, kebersamaan dari kecil membuat persahabatan sampai seperti saudara kandung.


__ADS_2