Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
26. Aksi Kanno dan Cello


__ADS_3

Shifa langsung naik mobil Rafael di depan apartemen Wika City, untuk mempersingkat waktu melarang Rafael masuk ke area apartemen dan menunggunya di depan apartemen.


Mengendarai mobil dengan kecepatan lumayan cepat menuju pelabuhan Tanjung Priok, di tempuh sekitar satu setengah jam tiba di TKP.


Sampai di kantor EMKL sudah di tunggu oleh pegawainya, Shifa memakai wig rambut pirang sebahu dan kacamata hitam berjalan di depan sedangkan Rafael mengikuti dari belakang menggunakan masker, kacamata hitam dan topi hitam pula.


"Selamat pagi nona, ini paket Anda" pegawai itu mengulurkan tangannya memberikan kotak box yang berukuran sesuai prediksi tadi malam yang berisi ginseng Korea.


Saat Shifa menerima paket itu Rafael memperhatikan area sekitar dia tahu betul mana lawan dan mana yang kawan, Rafael dan Shifa berjalan keluar EMKL dengan hati hati, ada tiga orang laki-laki yang memperhatikan dari kejauhan.


Sebelum kembali masuk mobil Rafael mengirim ke anggota agen "Paket yang diterima paket satu, sekarang meluncur ke target kedua mall IH".


Di EMKL ada agen yang mengawasi orang yang akan menerima paket dua dan menangkap mereka.


Sedangkan Rafael dan Shifa menuju ke mall IH sesuai alamat tujuan dari paket itu, tetapi sesuai rencana setelah sampai di sebuah pencucian mobil, mereka bertukar mobil dengan Cello dan Kanno, dengan membawa paket yang ginseng Korea.


Saat Rafael dan Shifa melaju mulus sampai mall dan mengantarkan paket itu dengan lancar, setelah itu jalan jalan berdua diarea mall dengan bergandengan tangan, beda lagi dengan Cello dan Kanno.


Mobil yang di kendarai Cello terpaksa diarahkan ke luar kota tepatnya ke daerah jalan tol Jagorawi menuju arah puncak karena ada dua mobil yang mengikutinya, selalu berkoordinasi dengan komandan Conan, sampai di jalan raya menuju puncak yang agak sepi mobil yang dikendarai Cello di Pepet oleh salah satu mobil yang dari tempat cucian mobil itu mengikutinya.


Sebelum berhenti mobil dengan sempurna Cello dan Kanno bersiap menghadapi mereka dengan tangan kosong, ternyata ada lima orang laki-laki dalam mobil yang mengikutinya.


Cello dan Kanno saling membelakangi dan bersiap berkelahi menghadapi mereka.


"Siapa kalian sebenarnya mengapa mengejar kami?" tanya Cello bersiap siaga.


"Diam lo bang sat, cepat periksa dalam mobilnya, ambil paket itu!" perintah salah satu dari lima orang laki-laki yang memakai topi.


Setelah hampir lima menit berlalu, salah satu orang laki-laki keluar dari mobil yang di kendarai Cello "Paketnya tida ada bos, sepertinya kita di kecoh" teriaknya.


"Bang sat kalian berdua, dimana paket itu?" tanya lagi orang yang di panggil bos.


"Paket apa gue tidak tahu" cicit Kanno pura-pura tidak faham.


Tunggu bos, bukannya dari pelabuhan tadi laki dan perempuan mengapa sekarang jadi laki dua-duanya?" curiga salah satu laki-laki yang berbadan tegap.


"Tapi nomor polisinya sama bego" teriak temannya lagi.


Dengan satu tangan Cello menekan tombol kecil yang berada di pinggir jam tangan dengan otomatis nomor polisi itu berganti dengan cepat.


"Coba kalian periksa mobil gue, apa betul yang kalian maksud benar mobil itu" celoteh Cello dengan menyeringai puas karena berhasil mengerjai mereka.


"Bos kita salah target, bukan ini mobil yang kita kejar dari awal" teriak salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Bang sat bunuh saja mereka berdua" perintah orang yang di sebut bos itu.


"Hyaaat.....hug...bug..."


Suara tendangan bebas dan pukulan dari dua lawan lima berlangsung sangat sengit.


"Cello awas dari samping....haaaag".


"Mam pus Lo hyaat" tendangan Cello mengenai alat vital si kerempeng "aaaaarg".


Ternyata lawan tidak bisa dianggap enteng, mereka semua jago bela diri, hampir kewalahan Cello dan Kanno melawan empat orang laki-laki itu.


Datang satu mobil yang dari tadi mengikuti mereka tetapi tertinggal agak jauh, turun dari mobil, berlari bergabung membantu Cello dan Kanno, tetapi sayangnya yang membantu mereka adalah seorang wanita muda dengan rambut hitam sebahu dan mengenakan celana trenning berlogo angkatan bersenjata pasukan khusus.


Setelah bergabung nya gadis itu perkelahian jadi seimbang, bahkan lawan mulai kewalahan.


"Hyaaat...awas belakang mu" terik Kanno kepada gadis itu menarik dia di samping badannya dan menendang orang yang akan menyerang gadis itu.


"Haag buuug" tendangan Kanno mengenai punggungnya dan tumbang tersungkur di jalan aspal.


"Thank you" teriak gadis itu menyeringai dan kembali bertarung sekarang satu lawan satu, karena Kanno kurang konsentrasi sesekali memperhatikan gadis itu bergerak tanpa di sadari lawannya menendang dari belakang kearah betis sebelah kiri.


"Aaaargh kurang aj*r elo ya" teriak Kanno.


"Kanno jaga mata elo, modusnya belakangan, lawan dulu orang yang ada di depan lo!" teriak Cello yang mengetahui jika Kanno selalu melirik gadis yang membantunya.


"Aaaaah ssssst" teriak lawan Kanno sambil menarik kayu yang tertancap mengenai pahanya.


Dan dengan bersamaan Cello dan gadis itu juga menumbangkan musuhnya dengan sekali tendangan.


"Haaaag..."


"Terima ini buuug....buuug"


Kelima orang laki-laki yang menyerang Kanno dan Cello akhirnya bisa di ringkus dan di borgol oleh gadis jagoan dengan borgol yang diambil dari mobil yang di pakai mengejar tadi.


Setelah selesai melawan kelima orang itu, kaki Kanno baru terasa nyeri saat di tendang oleh lawan tadi


"Auw...auw, kaki gue" pekik Kanno mencoba berdiri dan menopang badannya sendiri dengan satu tangan, tetapi oleng terhuyung ke belakang dan hampir jatuh tetapi di tahan oleh gadis itu.


"Are you ok sir?" tanya gadis itu.


"No ... "pekik Kanno kesal karena seharusnya dia yang menolong gadis itu sekarang terbalik Kanno yang di tolong olehnya.

__ADS_1


Adegan romantis yang terbalik yaitu Kanno hampir terjatuh ditahan oleh gadis itu saling mengunci pandangan sejenak membuat Cello menyeringai dan menggoda keduanya.


"Ciek.....ciek....ini adegan apa ya namanya, Juliet menyelamatkan Romeo ha ha" goda Cello.


"Diam lo, jangan bikin kesel gue" cabik Kanno masih kesal.


"Oya kenalkan aku Cello, dan si Romeo itu Kanno" Cello mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Aku Agnes" membalas salaman mereka secara bergantian.


"Saya tahu kalian orangnya komandan Conan, saya dari devisi pasukan khusus" Kanno dan Cello kaget gadis muda itu mengetahui siapa sebenarnya dirinya.


"Kok Agnes tahu darimana informasi tentang kami?" tanya Kanno mendekati Agnes dengan berjalan pincang.


"Saya keponakan dari paman eee komandan Conan" jawabnya singkat.


Mobil polisi dan ambulance datang setelah Cello menghubungi komandan Conan dan Agnes menghubungi atasannya.


"Bagaimana ceritanya kamu bisa mengikuti kami dari pelabuhan?" Kanno juga mendekati Agnes dan berdiri disampingnya.


"Saya mendapatkan tugas mengikuti bos dari gembong narkoba itu, karena telah menembak salah satu anggota divisi kami" cerita Agnes lagi.


"Jauh lo, dia calon gebetan gue, awas gue beri lo" bisik Kanno ditelinga Cello sambil meringis menahan rasa sakit pada betisnya.


"Rawat dulu tuuuh kaki, baru modus, dasar Playboy cap kapak" cabik Cello kesal dengan memukul lengan Kanno.


Lima orang yang tadi di borgol di seret ke dalam mobil polisi, sedangkan Kanno akan di ajak masuk kedalam ambulance, tetapi Kanno menolaknya.


"Cello gue tidak mau ikut ambulance, sana elo duluan bawa mobil Rafael pulang" perintah Kanno dengan mengusir seperti mengusir lalat saja.


"Dasar modus lo" Cello meninggalkan Kanno dan Agnes yang sedang konsentrasi melihat para tersangka di masukkan ke dalam mobil polisi.


"Agnes.. saya ikut kamu saja ya" pinta Kanno modus, ingin berdekatan dengan Agnes.


"Ooo dengan senang hati, mari saya bantu" Agnes memapah Kanno dan menuntunnya ke dalam mobil duduk di depan di samping kemudi, Agnes memutari mobil duduk di depan kemudi, menyalakan mesin mobil berjalan dengan kecepatan sedang.


"Ini mau pulang atau ke rumah sakit?" tanya Agnes setelah memasuki wilayah Jakarta.


"Menurut kamu, bagusnya kemana?" Kanno gantian bertanya.


"Ke rumah sakit saja ya?".


"Terserah yang penting berdua bersama kamu" rayu Kanno tanpa malu-malu.

__ADS_1


"Eeee kok begitu?".


Kanno hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Agnes, sedangkan Agnes hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


__ADS_2