
Banyak kabar tentang pesawat yang terpaksa lending di pangkalan militer Iswahyudi karena terjadinya pembajakan, akhirnya komandan TNI AU memberikan keterangan konferensi pers pagi harinya, mengatakan bahwa semua anggota TNI AU selamat, hanya helikopternya mengalami kerusakan mesin, mereka tidak menceritakan hal yang sebenarnya untuk melindungi keselamatan semua anggota agen rahasia, hanya di kabarkan bahwa penumpangnya adalah anggota TNI AU yang pulang tugas dari perbatasan Malaysia Indonesia.
Sudah satu hari dua malam ini Rafael berbaring di rumah sakit yang ada di Madiun Jawa Timur, keluarga besar yang ada di perkebunan pun dilarang berkunjung, karena kerahasiaan indentitas agen rahasia yang harus di lindungi oleh negara.
Tulang dekat siku tangan kanan Rafael retak setelah melandingkan pesawat dan terbentur pintu, membuatnya belum di ijinkan untuk pulang ke Jakarta, tetapi hari ini Papi Faro menjemputnya menggunakan helikopter milik pribadi, akhirnya pihak rumah sakit mengijinkan pulang.
Dengan tangan dipasangi gibs yang dikalungkan di leher, dahi diperban, tidak mengurangi kharisma seorang Rafael yang terlihat cool tetapi tatapan mata yang dingin dan tajam pulang bersama Papi tanpa terendus media diikuti oleh Kanno dan Cello serta detektif Conan.
Melanjutkan perawatan di rumah sakit yang ada di Jakarta, Rafael tidak bisa bebas beraktivitas karena tangan kanannya yang di gibs, membuatnya tetap tidak bisa menghubungi Shifa walaupun sudah tiba di Jakarta, mau minta bantuan sahabat atau Najja adiknya masih gengsi.
Kanno dan Cello sudah mulai ke kampus hari ini, sudah hampir dua Minggu tidak menginjakkan kaki di universitas negeri itu membuat keduanya sangat merindukan suasana kampus.
Setelah keduanya mengikuti kegiatan kampus seperti biasa, Shifa melihat ada dua sahabat dari pangeran kampus, bergegas mencari informasi tentang keberadaan orang yang hampir dua Minggu ini dinanti kabar beritanya, tetapi sayangnya tidak menemukan sosok itu ada di kampus membuat hatinya sangat kecewa.
Ternyata benar kata Aisyah sebaiknya tidak terlalu mengharapkan dia, mengapa hati ini susah mengerti, sadarlah Shifa, sadarlah gumam Shifa setelah keluar dari sekretariat kemahasiswaan tidak juga menemukan sosok yang dicarinya.
"Shifa..." panggil Aisyah mengagetkan lamunan Shifa.
"Ada apa Ais, jangan buat saya kaget aah?" dengan memegangi dadanya yang tersentak kaget.
"Apakah sudah dapat informasi tentang si pangeran kampus?" bisik Aisyah ditelinga Shifa.
"Ais, darimana tau saya mencari informasi tentang dia?" tanya Shifa malu malu dan menundukkan kepalanya.
"Hati sahabat sejati itu bisa membaca pikiran sahabatnya yang sedang gelisah menunggu datangnya pujaan hati" jawab Aisyah cepat.
Dengan mengerucutkan bibirnya Shifa menggandeng tangan Aisyah, mengajaknya ke kantin kampus untuk makan siang.
"Mau makan apa?" Shifa mengalihkan pembicaraan karena malu ketahuan Aisyah.
"Bakso aja, dia belum masuk hari ini, katanya sekarang ada di rumah sakit, itu kabar yang aku dapat barusan"
"Betulkah, Aisyah dapat kabar dari mana, sakit apa dia?".
Dengan tersenyum dan memiringkan kepalanya Aisyah memandangi lekat-lekat wajah Shifa yang sangat khawatir.
"Katanya sudah ikhlas dan tidak terlalu berharap banyak pada dia, mengapa sekarang malah mengkhawatirkan dia, apakah dia sudah menghubungi Shifa sampai saat ini?".
Shifa menggelengkan kepalanya, menunduk dan sedikit kecewa, betul saja kata Aisyah, terlalu banyak berharap kepada orang tidak bisa digapainya.
"Jadi saya harus bagaimana Aisyah?".
__ADS_1
"Mau dengar saran aku?" dengan cepat Shifa menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Kalau dia nanti sudah masuk ke kampus, bersikaplah sewajarnya, jangan terlalu ditunjukkan kalau Shifa sangat menyukainya"
kembali Shifa menganggukkan kepalanya.
"Lebih baik kita konsentrasi mencari kakak CL dan aunty Ara bagaimana?"
"Mulai dari mana kita mencari mereka, saya sudah dua kali mencari data dari dinas kependudukan tidak ada nama aunty disana?".
Shinta menjadi teringat dia sampai rela menjadi relawan BKKBN yang ada di Jakarta hanya untuk bisa melihat nama daftar penduduk yang ada di seluruh wilayah Jakarta enam bulan yang lalu.
"Saya hampir putus aja mencari mereka tak berjumpa sama sekali" kata Shifa dengan bahasa Melayu yang tidak bisa ditinggalkan.
Aisyah mengingat ide yang disimpannya saat awal Shifa bercerita tentang perbedaan nama yang membuat Shifa tidak bisa menemukan keluarganya.
"Kalau menurut kesimpulan aku, ini karena adanya perbedaan nama" pendapat Aisyah pada awalnya.
"Maksudnya bagaimana saya tak faham?".
"Kemungkinan karena aunty Ara merubah namanya saat mau menikah dengan orang Indonesia, makanya aunty tidak pernah terdeteksi keluar dari negara Singapura, dia keluar dari Singapura dengan nama yang baru" analisa Aisyah setelah menyimpulkan dari cerita Shifa.
"Begini saja, apakah Shifa sudah bertekad untuk mengikuti jejak aunty Ara dan grandma?".
"Tentu Aisyah, hampir dua Minggu ini saya sudah mempelajari tentang agama Islam, sepertinya itu sesuai dengan hati nurani saya".
"Baiklah dengarkan rencana aku".
Aisyah memberikan saran kepada Shifa setelah menjadi mualaf, pasti akan merubah identitas, saat merubah identitas itulah sekalian mencari informasi tentang perubahan nama yang dilakukan aunty Ara, walaupun kita mencari informasi itu di Singapura ataupun di Thailand.
"kapan kita bisa memulai semua itu?" tanya Shifa tidak sabar dengan ide Aisyah.
"Nanti saat liburan semester, sebaiknya kita membuat rencana yang matang, maka itu hilangkan gundah gulana karena cinta" nasehat Aisyah lagi.
"Jangan meledek terus Ais, saya juga tidak tau dengan hati ini, mengapa tidak bisa sejalan dengan pikiran saya sendiri" jujur Shifa tanpa malu.
"Sebaiknya prioritaskan amanah Mami, kalau memang jodoh pasti bertemu, kita mulai dari mana nich?" tanya Aisyah kemudian.
"Tapi Aisyah bisa dampingi saya nanti kala ke Singapura atau Thailand?".
"Tapi saya tidak---!" belum sempat menjawab pertanyaan darinya Shifa langsung memotong.
__ADS_1
"Semua tiket dan akomodasi saya yang tanggung tenang saja".
"Baiklah kamu bosnya" akhirnya berdua tersenyum bersama sama.
Liburan semester masih sekitar tiga bulan lagi, Shifa dan Aisyah benar benar mempersiapkan keperluan untuk mencari jejak aunty dengan matang, bahkan meminta rekomendasi dari BKKBN untuk memudahkan untuk mencari informasi tentang keluarga dari Shifa.
Satu Minggu berlalu tanpa ada kabar dari Rafael sama sekali, bahkan Kanno dan Cello juga tidak bercerita tentang Rafael saat teman sekampusnya mencari informasi tentang pangeran kampus Rafael, Shifa juga sudah mulai berdamai dengan hatinya, hari harinya dihabiskan untuk mencari informasi tentang keluarga, Panti asuhan dan mata kuliah saja.
Tetapi setelah hari Senin ini melihat sosok laki-laki yang datang bersama kedua sahabatnya dengan tangan kanan digendong menggunakan gibs, hatinya berdegup kencang kembali tanpa bisa di kendalikan, berjalan berpapasan saat dia dan Aisyah melewati mereka, Shifa pura-pura fokus melihat handphone tanpa memandangi mereka yang berjalan mendekat.
"Shifa... How are you?" tiba-tiba Rafael menyapanya dengan senyum yang ramah.
"Eeee kakak El, I am fine, tangan kakak El kenapa?" spontan Shifa bertanya padahal niatnya ingin mengabaikan orang yang sangat dikaguminya itu.
"Oooo ini kemarin jatuh dari tangga" jawab Rafael sekenanya.
"Cepat sembuh ya kak, maaf saya ada kelas permisi saya pamit" Shifa menarik tangan Aisyah meninggalkan mereka bertiga setelah membungkukkan badannya tanda hormat.
"Tapi Shifa, e..e.. baiklah selamat belajar"
Rafael menjadi terbengong bengong karena sikap Shifa yang tidak terduga, mengapa sekarang menjadi dingin, tidak ada senyum disana, seperti dia mengacuhkan dirinya, seakan menjauhinya apa yang sebenarnya terjadi gumam Rafael dalam hati.
"Hai bro, kenapa bengong, merasa di cuekin ya?" cabik Kanno dengan memukul pundak Rafael.
"Emang selama kita tugas kemarin, elo tidak menghubungi si doi?" tanya Cello diikuti gelengan kepala oleh Rafael.
"Dasar tidak peka, itu tandanya dia marah sama elo, emang ada cewek yang ditinggal begitu saja tanpa kabar, akan bersikap baik baik saja" kesal Kanno karena El yang terlihat cuek.
__________________
Insyaallah up setiap hari
tetapi jangan lupa like vote dan komentar
serta hadiahnya untuk semangat
semoga Shobat selalu bersama author
memberikan dukungan setiap hari
Aamiin terima kasih.
__ADS_1