
Selesai makan siang berdua di restauran mall setelah Rafael dan Shifa mengabarkan paket, Rafael mengecek posisi dua sahabatnya.
"Kenapa Kanno di rumah sakit sedangkan Cello di panti asuhan" monolog Rafael sendiri.
"Ada apa kak?" tanya Shifa melihat Rafael bicara sendiri.
"Ee ini sepertinya terjadi sesuatu dengan Kanno, dia ada di rumah sakit, ayo kita kesana"
Sampai di rumah sakit, komandan Conan sudah meninggalkan Kanno dan Agnes berdua, komandan Conan tahu betul jika Kanno hanya modus ingin berdekatan dengan Agnes, komandan Conan memerintahkan untuk mengantar Kanno pulang sampai rumah setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Saat Rafael dan Shifa nyelonong masuk UGD dan mendekati Kanno yang sedang di periksa dokter dan tangan Kanno modus menggenggam erat tangan Agnes, pundak Kanno di toyor oleh Rafael.
"Elo mau berobat atau mau modus, siapa dia, mengapa mesra banget dengan dia?" tanya Rafael tersenyum defil melihat kelautan absurt Kanno.
"Sakit gelo, jangan macam-macam, elo enak enakan pacaran berdua, gue yang terkena imbasnya lihat kaki gue" celoteh Kanno menahan sakit diperiksa oleh dokter UGD beserta suster yang mendampinginya.
"Sebaiknya di rongsen dulu ya mas, takutnya ada retak pada tulangnya" kata dokter sambil menulis dalam buku rekam medis yang ada di tangannya.
"Baik dok, terima kasih" jawab Kanno cepat.
"Oya Agnes kenalin teman gue satu profesi Rafael dan itu gebetannya Shifa namanya" Kanno memperkenalkan kedua temannya.
Bersamaan dan cipika cipiki dengan Shifa, tetapi dengan Rafael Agnes tidak jadi mengulurkan tangannya karena Rafael melipatkan kedua tangannya di dada dan membungkuk hormat.
"Kak Agnes, apa yang terjadi dengan kak Kanno?" tanya Shifa melihat Kanno di tuntun duduk di kursi roda.
"Ooo ini tadi dia sedang mencoba kekuatan kakinya beradu dengan kaki orang yang tidak di kenalnya" celoteh Agnes tersenyum diikuti oleh Rafael dan Shifa.
Kanno melakukan rongsen di ruangan khusus, Shifa dan Agnes berbincang, sedangkan Rafael menghubungi Cello yang sekarang posisinya masih di panti asuhan.
"Halo..."jawab Cello singkat.
"Kenapa elo tega ninggalin Kanno terluka di rumah sakit, malah modus dengan Aisyah?" cabik Rafael dengan kesal.
"Enak aja gue ninggalin, gue yang diusir oleh Kanno, dia hanya ingin berduaan dengan anggota pasukan khusus keponakan komandan Conan" cerita Cello dengan suara sedikit meninggi.
"Ooo berarti benar dugaan gue dia hanya modus, ya udah selamat berjuang dengan doi, apakah dia sudah bisa menerima elo?" tanya Rafael lagi dalam suara handphone nya
__ADS_1
"Emang gampang, susah tau, ya sudah gue tutup" tanpa persetujuan dan jawaban Rafael, Cello mematikan handphonenya.
Setelah dokter menyatakan kaki Kanno tidak mengalami keretakan Agnes dengan terpaksa mengantar Kanno pulang ke rumah Daddy Rendi dan mommy Erna, dan Rafael mengantar Shifa pulang ke apartemen Wika City.
Hari Senin ini Shifa dan Aisyah memasuki semester ke tiga, dan masuk kuliah seperti biasa, seperti janji Cello kemarin hari ini Aisyah berangkat kuliah di antar oleh Cello, sampai di parkiran kampus Asiyah turun dari mobil Cello diawasi dari jauh oleh Norma dan gengnya, saat Aisyah dan Cello berpisah di koridor kampus baru geng Norma mendekati Aisyah.
"Eeh elo anak haram, anak miskin kenapa elo bisa bareng dengan gebetan gue?" tanya Norma dengan menoyor pundak Aisyah sampai terhuyung ke belakang dua langkah.
"Maksud kakak apa saya tidak faham?" tanya Aisyah gugup.
"Jangan berlagak bego lo, Cello itu gebetan gue, mengapa elo bisa berduaan dalam satu mobil?" tanya Norma lagi dengan penuh emosi.
"Emang elo kagak ngaca, berani ngarep gebetan Norma?" tanya salah satu cewek anggota geng Norma.
"Iya tau diri lo, kuliah aja mendapatkan belas kasihan pemerintah, ngarep seorang Cello yang seorang sultan" cabik salah satu cewek lain dalam geng itu.
"Tidak kak, saya tau diri kok, saya tidak punya hubungan apapun dengan kak Cello" sanggah Aisyah dengan tenang.
"Jangan bo'ongin gue lo, lalu apa tadi elo dalam satu mobil duduk di depan pula bersama yayangnya gue?" semakin Norma mendekati Aisyah dan memepetnya kearah tembok.
"Emang gue percaya pada orang miskin seperti elo, paling elo ingin mendekati Cello karena dia anak pengusaha sukses betulkan?" makin geram Norma ingin menampar pipi Aisyah.
Dari kejauhan Shifa melihat Aisyah sedang mengalami perundungan, awalnya hanya di perhatikan, sampai saat geng itu ingin menampar Aisyah.
"Hoy....apa yang ndak kalian perbuat, minggir" tangan Aisyah dengan cepat menarik tangan Norma yang sudah terangkat dan menarik dan di tekuk kebelakang badan Norma.
"Sakit b*d*h..." pekik Norma meronta ronta ingin melepaskan diri dari cengkeraman tangan Shifa yang kuat.
"Jangan macam-macam dengan teman saya ya, kalau tidak kalian akan berhadapan langsung dengan saya" cicit Shifa mendorong tubuh Norma menjauhi Aisyah.
"Dia yang mulai, suruh siapa mendekati gebetan gue" masih tetap tidak mau kalah Norma menunjuk kearah Aisyah.
"Halo kakak Norma yang terhormat, apakah anda belum bangun dari mimpi, kalian semua memang tidak tahu kalau kak Cello telah memutuskan hubungan kak Norma yang cantik ini karena sesuatu hal?" celoteh Shifa lagi dengan PD-nya.
Sebagian dari geng itu tersentak kaget kalau Norma dan Cello sudah putus, karena Norma tidak terbuka dengan gengnya.
"Atau saya ceritakan tentang alasan kak Cello memutuskan hubungan dengan kak Norma disini?" ancam Shifa memajukan badannya mendekati tubuh Norma yang sedikit bergetar menahan amarahnya.
__ADS_1
"Diam lo, ayo gais nanti gue ceritain, jangan dengerin bocah aneh itu" geng Norma meninggalkan tempat itu dengan hati yang dongkol.
"Ais, are you ok?" tanya Shifa mendekati Aisyah yang masih terbengong-bengong.
"I am Ok, don't worry!" jawabnya singkat.
"Ternyata tidak jadi berdamai dengan hati, kok bisa tadi pagi ke kampus berangkat bareng?" tanya Shifa dengan menggandeng tangan Aisyah memasuki kelas karena sebentar lagi jadwal belajar akan segera di mulai di laksanakan.
Setelah Shifa mengetahui Rafael dan ketiga sahabatnya ada di kampus, bukan berniat mengadu, tetapi hanya sekedar melindungi sahabat karibnya Aisyah, Shifa bercerita sekilas melalui pesan WA pada Rafael.
Rafael yang mendapatkan notifikasi pesan khusus dari pujaan hati, setelah dibaca dan membalas pesan itu, kemudian Rafael bercerita tentang perundungan itu kepada Kanno dan meminta dia untuk mencari tahu dengan mengambil CCTV ditempat kejadian, baru akan bercerita kepada Cello, agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit Kanno mengirim potongan CCTV kepada Cello saat dia baru bergabung dengan Rafael dan Kanno, Cello baru kembali dari perpustakaan mengembalikan buku yang pernah dia pinjam.
"Kanno kapan ini terjadi?" tanya Cello setelah melihat CCTV betapa keterlaluan nya geng Norma.
"Cello jangan gegabah, berikan sedikit pelajaran agar Norma tidak mengganggu lagi, tetapi jangan secara langsung, ini akan berdampak pada Aisyah" saran Rafael bijak.
"Maksud elo apa sih El, gue ingin menjambak rambut wanita gila itu" cabik Cello dengan amarah yang meledak-ledak berdiri ingin mencari Norma dan gengnya
"Dasar, kenapa kalau lagi kasmaran otak elo jadi o'on sih, kalau elo langsung melabrak Norma, nanti dia akan semakin menindas Aisyah, elo rela?" tanya Kanno dengan kesal melempar pulpoin kearah Cello.
"Naaah itu maksud gue, dasar dodol!" gantian Rafael kesal.
"Jadi apa dong yang harus gue lakukan?" Cello kembali duduk.
Kanno dan Rafael terdiam, mencari ide agar Norma tidak berulah lagi, memang sebagian besar mahasiswa tidak tahu jika Cello dan Norma sudah putus sekitar satu bulan lebih.
"Coba elo kirim salah satu foto Norma dengan sugar Daddy-nya ke salah satu group di kampus, pasti heboh" ide Rafael yang absurt.
"Nanti kalau di lacak kita yang kirim bagaimana?" tanya Cello kemudian.
"Serahkan itu ke gue, gue buat nama mahasiswa fiktif yang menyebarkan foto itu tenang aja.
"Ok let's do it now" pekik Cello senang, sekali tepuk, Norma tidak akan berkutik dan tidak akan menganggu Aisyah lagi.
Ternyata benar, baru dua menit foto itu di kirim ke sebuah group yang ada di kampus, sudah banyak komentar yang bergulir tentang foto itu, banyak juga yang memandang rendah Norma, dan banyak yang menyarankan Cello untuk putus dengan Norma.
__ADS_1