
Hampir semalaman tidak bisa tidur nyenyak, karena Rafael tidak mendapatkan kabar dari Shifa, menjelang pagi baru bisa sejenak memejamkan mata ada suara notifikasi yang memang do buat khusus jika Shifa yang mengirimkan pesan.
"Ting...Ting...my heart" suara motivasi nya.
Rafael langsung duduk, mata seketika terang seolah mendapatkan tenaga tambahan, meraih handphonenya yang ada diatas nakas kecil membacanya dengan cepat.
Membaca jika hari ini Shifa pulang, meloncat kegirangan berlari masuk kamar mandi tetapi saat sudah didalam kamar mandi
"Aduh lupa tidak bawa handuk" sambil menepuk dahinya Rafael kembali membuka pintu kamar mandi dan bergegas mengambil handuk yang menggantung di jemuran handuk kecil.
Mandi dibawah shower sambil bersenandung kecil dengan air hangat sehangat hati yang akan berjumpa dengan pujaan hati.
Setelah selesai dan berpakaian rapi duduk di pinggir tempat tidur big size, Rafael mengingat Cello, pasti dia akan bahagia jika mengetahui Aisyah pulang hari ini gumamnya dalam hati.
Rafael akhirnya memutuskan menghubungi Cello diajaknya untuk menjemput di bandara, tetapi sampai tiga kali menghubungi sahabatnya sedari kecil tidak di angkat sama sekali "Dasar pemalas, tukang molor" cabik Rafael kesal.
Menghubungi Adrian adik Cello juga begitu setali tiga uang, sudah tiga kali menekan tombol hijau tidak juga diangkat "Tidak adik atau kakaknya sama aja tukang molor".
Rafael memutuskan menghubungi Mama Ara, setelah di cek WA-nya dengan status online
"Kringg...kriing" hanya dalam hitungan detik Mama Ara sudah terdengar suaranya "Ada apa El, kok tumben menghubungi Mama?".
"Maaf Mama menganggu, El menghubungi Cello tetapi tidak di angkat, apakah dia masih molor ya Ma?"
"Iya masih tidur sepertinya, sebentar Mama panggilkan"
Mama berjalan melalui tangga menuju lantai atas, tanpa diketuk pintunya karena Cello memang jarang mengunci pintu kamar.
"Kak.....Kakak Cello bangun, itu El bilang menghubungi kak Cello beberapa kali, sepertinya penting, ini minta tolong Mama untuk membangunkan Cello!".
Menarik selimut yang dikenakan Cello, dan mengusap lembut rambutnya "Ayo bangun nanti ada yang penting, sana hubungi Rafael dulu".
"Mama, Cello masih ngantuk, tolong handphone Cello dong!" mata Cello masih terpejam, tangan saja yang Cello ulurkan kearah Mama.
"Nich, betul tuuuh, sampai tiga kali panggilan tidak terjawab dare El" Mama Ara memberikan handphonenya diletakkan di tangan Cello.
__ADS_1
Sambil mengumpulkan nyawanya yang seolah belum penuh dan malas Cello membuka mata sedikit menekan tombol hijau setelah menemukan nama Cello.
"Halo ada apa El?" tanya Cello dengan suara yang serak.
"Hai gelok pemalas, gue mau jemput Shifa di bandara, elo mau ikut kagak?" jawab El dengan suara meninggi karena kesal susah dihubungi.
Saat mendengar nama Shifa disebutkan, Cello langsung mengingat Aisyah, matanya langsung terbuka lebar, rasa kantuknya hilang seketika, bangun dari tempat tidur dan duduk dipinggir tempat tidur.
"Tunggu gue, gue ikut, mandi dulu lima menit saja" Cello berbicara dengan antusias dan cepat.
"Elo loading sih, bawa mobil sendiri aja, gue mau otw sudah, rasain tidur kayak kebo sih" El masih kesal sudah hampir setengah jam hanya untuk menghubungi Cello saja.
"Tunggu di parkiran bandara kalau gitu, awas lo kalau gue ditinggal" Cello berjalan mengambil handuk dan di letakkan di pundaknya, dimatikan handphonenya tanpa menunggu El menjawab lagi serta melempar handphone itu di tempat tidur.
"Ada apa Cello, apakah ada yang penting?".
"Tidak Mama, itu Cello ngajak jemput teman di bandara, Cello mandi dulu ya Ma" berlari kecil menuju kamar mandi tanpa memperdulikan Mama Ara masih berdiri melihat putranya yang sibuk sendiri.
Mandi hanya lima menit, sikat gigi dan menyambar handuk dililitkan di pinggangnya bergegas keluar, memakai baju dengan cepat, hati yang menghangat, perasaan bahagia saat ini yang dirasakan Cello karena sudah tiga Minggu tidak bisa berjumpa dengan pujaan hatinya.
"Mama, Papa Cello berangkat" teriak Cello saat sampai di tengah tengah tangga rumahnya.
"Nanti aja Ma, Cello sudah terlambat, kemana Papa?" tanya Cello sambil mencium punggung tangan Mama.
"Papa dari tadi pagi sudah berangkat ke rumah Papi Faro ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan katanya" cerita Mama kembali ke dapur.
"Sepagi ini, Papa memang hebat, ya sudah Cello berangkat, assalamualaikum".
"Walaikum salam, hati hati".
Dengan kecepatan diatas rata-rata Cello mengendarai mobilnya, sudah sabar lagi ingin bertemu dengan Aisyah, hampir tiga Minggu ini berusaha mendekatinya,, dengan mengirimi pesan WA, menelponnya tetapi jarang sekali Aisyah menjawab atau mengangkat sambungan telepon, jawaban dari Aisyah yang hanya sekedarnya saja bahkan cenderung menghindari.
Jika mengingat cerita Kanno saat Aisyah melihatnya sedang berduaan dengan Norma, Cello menyadari jika Aisyah sedang cemburu, sampai sekarangpun dia tidak tahu jika Cello sudah putus dengan Norma, mungkin Aisyah menganggap perhatian yang ditunjukkan Cello selama tiga Minggu ini hanya PHP, makanya Aisyah seolah enggan menjawab semua pesan yang dikirimkan oleh Cello.
Hampir satu jam akhirnya Cello tiba di parkiran bandara, menyapu pandangannya di seluruh area parkiran tetapi tidak menemukan sosok sahabat karibnya, turun dari mobil, menekan jam tangan yang ada di pergelangan tangan kirinya membaca keberadaan El menggunakan GPS canggih yang dia buat saat TK dulu dan sekarang sudah dimodifikasi menjadi jam tangan yang elegan dan modern.
__ADS_1
Cello membaca GPS ternyata El berada di gerbang pintu masuk menunju parkiran bandara "Mengapa duluan gue yang sampai sini?" gumamnya sendiri.
Sampai terparkir sempurna dengan posisi berjajar berdampingan mobil El, baru membuka pintu mobil perlahan.
"Kenapa duluan gue yang sampai, elo bo'ongin gue ya?" cabik Cello mendekati Rafael yang baru turun dari mobilnya.
"Gue terjebak macet, ngapain bo'ongin elo kurang kerjaan banget, sudah untung gue kabari jika dia sudah pulang, bukannya terima kasih, dasar gelok" jawab El kesal berjalan keluar parkiran menuju ruang kedatangan bandara.
"Sorry...sorry... , baiklah terima kasih, jam berapa pesawatnya mendarat?" Cello berjalan dengan cepat mensejajarkan tubuhnya dengan Rafael yang berjalan terburu-buru.
"Seharusnya sudah sepuluh menit yang lalu pesawatnya landing, ayo cepatlah, jangan kayak kura-kura jalannya".
Berjalan dengan sedikit berlari, melihat banyak sekali orang yang keluar dari pintu satu persatu dengan menarik koper mereka, hampir sepuluh menit tetapi sosok yang ditunggunya tidak terlihat batang hidungnya, hampir mulai habis orang yang keluar dari pintu hanya tinggal sedikit, nyatanya mereka tidak terlihat.
"Kok tidak ada, apakah kita terlambat menjemput mereka?" tanya Cello mulai khawatir.
"Seharusnya tidak sih, itu ada rombongan yang baru keluar, siapa tahu itu rombongan mereka" kata Rafael sambil menunjuk arah kedatangan.
Di pandangi satu persatu orang yang keluar pintu kedatangan, hampir seperempat jam berlalu, tetapi lagi lagi sosok yang ditunggunya tidak juga muncul, hanya ada kecemasan yang terlihat di wajah El dan Cello.
"Tidak ada lagi, bagaimana ini El?".
"Coba gue telpon Shifa" El mengambil handphone yang ada di dalam saku celananya, mencari nomor Shifa dan menekan tombol memanggil, tetapi hanya suara operator seluler yang menjawabnya, diulang sampai tiga kali panggilan itu hanya operator seluler saja yang menjawab.
"Maaf nomor yang anda hubungi sedang berada di luar jangkauan, silahkan mencoba beberapa saat lagi".
"Coba elo hubungi Aisyah, nomor handphone Shifa tidak aktif" perintah Rafael sambil menekan tombol merah dengan sedikit kesal karena mendengar suara operator seluler yang membuat hatinya semakin cemas.
Cello menghubungi Aisyah beberapa kali, tetapi setali tiga uang, sama sama tidak terhubung, hanya suara operator seluler yang membuatnya semakin kesal.
"Kita ke lobi bandara saja ayo!" El berlari menuju lobi bandara yang letaknya agak jauh dari posisinya semula, mendekati resepsionis yang berdiri dan tersenyum ramah.
"Permisi mbak, jam berapa pesawat dari Singapura mendarat?" tanya El kepada salah satu resepsionis.
"Nomor penerbangannya berapa mas?".
__ADS_1
"GT 0905" jawab El singkat.
"Oooo itu, GT 0905 tadi pagi mengalami kerusakan mesin mas, jadi semua penumpang dipindahkan di pesawat dengan penerbangan GT 2012, baru akan mendarat satu jam lagi".