
"Apakah kalian tahu siapa gadis itu, saya mendapatkan informasi jika gadis itu adalah ketua mafia se-Asia tenggara saat ini" kata komandan Conan dengan tegas.
"Haaa, ketua mafia se-Asia tenggara?" mereka bertiga hampir bersamaan kaget.
"Komandan dari mana informasi itu anda dapat?" tanya Rafael kaget dengan membelalakkan matanya.
"Dari agen kita, katanya dia menggantikan ayahnya setelah dia menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi negeri di Jakarta" jawab komandan Conan lagi.
"Berarti benar dia adik sepupu gue" Cello ikut berkomentar sambil memegangi cincin perak yang bertuliskan CL.
"Apa maksudnya Cello?" tanya komandan Conan bergeser duduknya mendekati Cello.
Kemudian Cello bercerita asal cincin perak yang dipegangnya saat ini, bercerita juga jika gadis itu adalah gadis yang pernah menolong Rafael saat di kampus.
"Tetapi komandan saat dia di Jakarta dia pernah melaporkan paket narkoba yang tertukar waktu itu kan?" tanya Rafael penasaran.
"Sepertinya ada yang tidak beres di balik peristiwa ini komandan?" Cello juga mulai mencurigai adanya misteri tentang kasus ini.
"Yang jelas informasi bahwa dia Ketua Mafia itu benar adanya, kita selidiki lagi nanti setelah sampai Jakarta" jawab komandan Conan bijak.
Sudah hampir dua hari Shifa tidak sadar dari pingsannya, oleh pemerintah Shifa di pindahkan di rumah sakit yang ada di Jakarta dengan status tahanan, dengan pengawasan ketat oleh kepolisian status tersangka karena memimpin organisasi terlarang.
Selama dua hari juga Rafael bingung seperti berperang dengan perasaannya sendiri, belum percaya sepenuhnya dengan kabar yang beredar bahwa kekasihnya adalah ketua mafia se-Asia tenggara yang terkenal sangat kejam dan tidak memiliki belas kasih kepada siapapun juga.
"Sebenarnya apa yang terjadi Shifa, mengapa kamu ada di daerah Aceh, bukankah waktu itu kamu pulang ke Singapura karena bibi pengasuh meninggal dunia?" monolog Rafael dengan pikiran frustasi.
Setelah tiba di Jakarta handphone di aktifkan baik Rafael, Kanno maupun Cello, ada banyak pesan WA yang masuk, tetapi sayangnya tidak satupun pesan WA dari Shifa buat Rafael.
Di hari keempat Shifa tersadar, berada di dalam ruangan yang berwarna putih dengan satu tangan terborgol di pinggir dastbor brankar tempat tidur rumah sakit, netra matanya mengitari ruangan dengan hati yang bertanya tanya.
"Anda sudah sadar nona?" tanya salah satu suster yang menjaga Shifa setelah melihatnya membuka mata.
"Suster saya ada di mana?" tanya Shifa dengan suara serak.
"Anda di rumah sakit yang berada di Jakarta nona?"
__ADS_1
Shifa mengingat saat terakhir sedang bertarung dengan dua orang laki-laki berkulit hitam dan kalung yang ada cincin perak bertuliskan CL menggelinding ke jurang baru Shifa mencari cincin itu padahal dia mengingat sebelum terbentur batu dia berhasil menangkap dan menggenggamnya dengan erat.
"Suster dimana cincin saya?".
"Saya tidak tahu nona".
"Dimana cincin saya suster, seharusnya ada di genggaman tangan saya".
"Nona apakah anda tahu tuduhan yang di tujukan kepada anda, apakah anda tidak ingin bertanya mengapa anda di borgol?".
"Saya tidak perduli suster, dimana cincin saya?".
"Anda di tangkap polisi karena di tuduh memimpin organisasi mafia dan memiliki barang terlarang nona".
"I don't care, where my ring?" teriak Shifa dengan sangat keras sambil menangis tersedu-sedu.
"Where my ring, where my kak CL, kak CL where are you, hiks...hiks?" dengan berlinang air mata tanpa memperdulikan keadaan dan tuduhan besar yang telah menimpa pada dirinya.
"Dasar wanita aneh, mau di penjara seumur hidup tidak perduli, malah mencari cincin" gerutu suster sambil melangkah keluar.
"Ada apa nona?" tanya polisi yang bertugas setelah masuk keruangan Shifa.
"Dimana cincin saya Pak polis?" tanya Shifa sambil mengusap air matanya yang masih mengalir.
"Maaf nona, saat anda tiba di rumah sakit ini, anda tidak membawa apapun, anda tidak sadarkan diri selama empat hari" cerita polisi itu dengan suara tegas.
Dunia seakan runtuh saat ini bagi Shifa, di tangkap polisi dengan tuduhan yang berat, cincin perak bertuliskan CL itu hilang, tidak bisa menemukan aunty Ara, lost Contact dengan sahabat bahkan kekasih, di tinggal lari oleh uncle Agus, sungguh sempurna penderitaan yang dialami saat ini gumamnya sendiri dalam hati.
Sendiri hanya sendiri di negeri orang tanpa pasport, identitas dan baju ganti juga masih tertinggal di barak bahkan hanya baju lusuh yang menempel di badannya saja, hanya meratapi nasibnya sendiri tidak satu orangpun yang bisa membantunya saat ini,
"Mami I Miss you, bibi pengasuh bisakah bibi menjemput Shifa sekarang, bukankah bibi sudah bertemu dengan Mami Fatty?" monolog Shifa dengan tatapan mata yang kosong.
"Mami please jemput Shifa sekarang, Shifa ingin bersama Mami, hiks, hiks" kembali Shifa bermonolog sendiri sambil menangis tersedu-sedu.
Malam berganti pagi, pagi berganti petang sudah hampir seminggu Shifa terbaring di rumah sakit, luka di badannya sudah mulai berangsur pulih, mengenakan pakaian tahanan sama sekali Shifa tidak perduli, dari pada di luar bebas tetapi di paksa menggantikan posisi Papi Thora, Shifa memilih tinggal menjadi tahanan di negeri orang, bahkan Shifa tidak membantah tuduhan yang di sangkakan kepadanya hanya diam seribu bahasa.
__ADS_1
Tidak berniat menghubungi Aisyah bahkan Rafael sekalipun, Shifa tidak ingin mereka terlibat ataupun terseret dalam masalahnya, tidak ingin mereka tercoreng nama baiknya, hanya berusaha menerima dengan lapang dada, ingin berdamai dengan hatinya, berusaha mengikhlaskan apa yang terjadi pada dirinya, setidaknya walaupun tidak bisa melaksanakan seluruh amanah Mami Fatty, sekarang sudah tidak tinggal di rumah utama itu, lebih baik tinggal di tahanan seumur hidupnya.
Benar benar berniat menutup diri dengan dunia luar, tak seorangpun yang diajaknya bicara, jika suster atau dokter bertanya hanya menjawab seperlunya saja, berniat tidak ingin menerima tamu atau orang yang akan menemuinya kecuali pihak yang berwenang yang menangani kasus yang sudah di tuduhkan padanya, hanya satu kata yang selalu dia ucapkan dalam hati ikhlas, ikhlas dan ikhlas.
Makan pun hanya sesuap dua suap, tidak ada selera dan rasa enak sama sekali, badan serasa mati sakit di badan sudah tidak di perdulikan lagi, baginya perputaran hidup sudah berhenti saat ini, hanya akan menjalani sisa hidup sendiri di balik jeruji besi.
Rencananya hari ini Shifa akan di pindahkan di rutan wanita yang ada di Jakarta, hanya pasrah dan pasrah yang Shifa lakukan bahkan hampir satu Minggu ini juga mulutnya tetap bungkam dan berlinang air mata saja yang dia lakukan, bahkan ada pengacara yang di sediakan pemerintah ingin membelanya tetapi Shifa menolaknya, mulutnya hanya berbicara seperlunya saja, hatinya sudah bertekad seumur hidup akan di habiskan dalam tahanan ini.
"Nona hari ini anda akan di pindahkan ke rutan wanita bersiaplah!" perintah salah satu suster yang sedang membuka jarum infus yang berada di tangannya.
Shifa hanya mengangguk, tersenyum sedikit dipaksakan, tidak memiliki barang apapun yang harus di persiapkan, hanya mempersiapkan diri, menata hati untuk beradaptasi di lingkungan yang belum pernah di kenalnya.
Sesaat kemudian datang empat orang berseragam polisi dengan senjata lengkap memasuki ruangan rawat inap dengan suara langkah tegap.
"Apakah anda sudah siap nona?" tanya salah satu polisi yang berdiri di depan Shifa.
Lagi lagi Shifa hanya mengangguk dan tersenyum yang dipaksakan turun dari tempat tidur berjalan dengan dua tangan di borgol.
Ada salah satu suster yang baik hati memberikan topi dan masker kepadanya, sebelum berjalan keluar rumah sakit Shifa bergegas memakainya.
"Terima kasih suster" ucapnya singkat
"Sama sama" jawab suster itu lagi.
Suasana terasa mencekam keluar dari area rumah sakit sekitar pukul sepuluh malam menuju tahanan wanita yang ada di Jakarta, setibanya di rutan hampir menjelang tengah malam, ditempatkan bersama sekitar lima orang wanita yang berada di sel itu, Shifa hanya duduk termenung di pojok rutan dengan menenggelamkan wajahnya diantara dua lututnya.
_____________
Hai shobat lama sudah tidak menyapa,
semoga semua keluarga dalam lindungan
Allah SWT, tetap semangat dan sehat selalu
Jangan lupa like vote dan komentar serta
__ADS_1
Hadiahnya terima kasih.