Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
76. Konferensi Pers


__ADS_3

Shifa mulai terisak dalam pelukan Rafael, setelah beberapa saat bisa mengontrol diri isakan tangisannya berhenti baru melepaskan pelukannya.


"Apakah perlu aku panggilkan pemuda itu, apa istimewanya dia" Rafael memandang wajah istrinya yang sendu.


"Kak El jangan jealous, dia itu adikku, aku jika melihat dia seperti sedang bercermin pada diriku sendiri, dia juga tidak tahu sepak terjang Papinya".


"Ooo aku kira kamu menduakan hatiku".


Mami Inneke melihat sekeliling daerah mall masih ada seorang pemuda yang berlari kecil memutari area mall dengan pandangan mata mencari sesuatu yang tidak bisa di temukannya.


"El, Shifa lihatlah, dia masih mencari, masih berputar putar area mall ini, sepertinya feeling dia sangat kuat" ucap Mami Inneke.


"Dari kecil kami selalu bersama Mami, hanya dia yang selalu membela aku jika dihukum oleh uncle Agus" cerita Shifa kemudian.


"Jadi bagaimana honey, kita pulang atau Bertemu dengan pemuda itu?".


"Kita pulang aja, sudah cukup aku melihatnya dari jauh" Shifa berdiri merapikan bajunya, masker dan mengusap air matanya.


"Mami ayo kita pulang".


Dengan pengawalan ketat bodyguard, Shifa dalam pelukan Rafael berjalan keluar mall menuju parkiran.


Perjalanan hanya dalam satu jam sampai di rumah, tetapi Shifa hanya diam tanpa kata, hampir beberapa bulan ini hati sering tercabik, terluka, bahagia terluka kembali seperti hampir habis air mata terkuras, untungnya sudah ada suami yang selalu membimbing merajut asa.


"Bagaimana sudah baikan sekarang?" tanya Rafael saat melihat Shifa mulai membuka hijab dan berganti pakaian di kamar mereka.


"Iya sudah, terima kasih kak, aku selalu mendapatkan dukungan yang terbaik dari keluarga".


Rafael tersenyum menarik Shifa di pangkuannya, memeluknya dari belakang padahal belum semua baju dikenakannya.


"Kak El, aku mau pakai baju dulu, mau ngapain".


"Mumpung sudah di buka, aku tidak perlu repot-repot membukanya lagi" Rafael mulai menelusuri setiap lekuk tubuhnya tanpa kecuali.


"Kak El, nanti kalau Mami kesini bagaimana?".


"Tidak mungkin, Mami sedang bersama Mima Cinta persiapan untuk konferensi pers nanti sore".


Kembali Rafael bergerilya, sampai hampir satu jam keduanya memadu kasih jika Rafael sudah beraksi suasana hati menjadi menyatu dengan balai-an kasih, melupakan duka hati menyalurkan rasa cinta yang menggelora, sampai keduanya terpuaskan surga dunia, berlanjut mandi juga berdua.


Keluar dari kamar mandi, memakai baju dengan rapi mengeringkan rambut dan tidak lupa memakai hijab pashmina walaupun rambut masih sedikit lembab, ikut bergabung dengan Mima Cinta dan Mami Inneke.

__ADS_1


"Putri selingkuhan Mima, sini facial dulu, biar mukanya kinclong" ajak Mima Cinta dengan badan yang lemah gemulai.


"Mima, jangan bilang anak selingkuhan, putri Mima gitu dong!" cabik Shifa dengan mengerucutkan bibirnya.


"Apakah Mami sudah selesai?" tanya Shifa setelah di tarik duduk oleh Mima Cinta.


"Sudah selesai dari tadi".


Perlahan Mima Cinta ingin membersihkan wajah Shifa menggeser hijab pashmina tetapi saat mengetahui rambutnya basah.


"Say, kenapa rambut kamu basah sih, apa siang begini habis gulat sumo sama suami kamu?" tanya Mima Cinta sambil tersenyum devill.


"Apaan sih Mima, gulat sumo bahasanya orang mana itu?".


Sedangkan Mami Inneke hanya tersenyum melihat interaksi antara menantunya dengan Cinta, membayangkan Papi Faro kalau sudah ada maunya tidak perduli siang ataupun malam.


"Mami kok senyum senyum sendiri ada apa?" tanya Rafael berjalan mendekati Mami Inneke.


"Tidak apa-apa, itu ngetawain Mima sama istri kamu".


"Memangnya ada kok diketawain, kenapa memang honey?".


"Naaah ini tersangkanya datang, elo siang siang habis gulat sama bini elo ya El?" celoteh Mima Cinta dengan terus terang.


"Jangan ngeles El, ini rambut Shifa basah, gue itu sudah berpengalaman soal gulat sumo, gue tidak bisa elo kibulin hayo ngaku?".


"Emang Mima gulat sumo nya sama siapa?" tanya Rafael dengan melirik Shifa yang menahan tawanya.


"Anak kurang asem, di tanya malah gantian tanya, sekarang ngaku dulu, apa benar elo habis gulat sumo" tanya Mima Cinta dengan menowel dagu Rafael.


"Mima, gue gulat sumo sama bini tentunya halal, naah sekarang gantian Mima gulat sumo nya sama siapa?".


"Rahasia dong, itu rahasia perusahaan, sudah ah jangan tanya lagi, ngomong sama elo sama aja ngomong sama Papi elo, tidak mau kalah".


"Jangan bawa laki aku dong Mima" protes Mami Inneke.


"Mima curang, sendirinya tidak mau ngaku ayo cerita dong, masak sama putrinya sendiri tidak mau cerita, ayo cerita dong!" rayu Shifa mengedipkan matanya.


"Pokoknya diam, itu rahasia jangan tanya lagi" jawab Mima Cinta.


Tepat pukul tiga sore, di perusahaan PT WIGUNA GROUP sudah di persiapkan meja panjang untuk konferensi pers yang akan di selenggarakan sebentar lagi, banyak wartawan baik dalam negeri maupun luar negeri meliput peristiwa ini.

__ADS_1


Sudah berkumpul Papi Faro, Mami Inneke, Papa Mario, Daddy Rendi, Rafael dan Shifa yang akan melakukan konferensi pers dan sudah duduk di meja panjang yang sudah di sediakan.


Sengaja tidak menampilkan versi lengkap dalam konferensi pers di laksanakan, di samping Mama Ara yang tidak pernah terpublikasi pada khalayak umum, meja yang disediakan terbatas.


"Baiklah mari kita mulai ya" Papi Faro memulai pembicaraan.


Semua wartawan yang awalnya menunggu sambil berbincang langsung terdiam dan berkonsentrasi untuk mendengarkan apa yang akan diucapkan oleh Papi Faro.


"Kami ingin berbagi kebahagiaan kepada anda semua, relasi bisnis, teman teman semua putra kami Rafael satu bulan yang lalu telah menikah dengan seorang gadis dari Brunei Darussalam bernama Malla, kami mohon maaf jika tidak mengundang anda semua akad nikah di selenggarakan disana" Rafael dan Shifa berdiri melipatkan kedua tangannya di dada sebagai tanda perkenalan diri.


Ada salah satu wartawan yang mengangkat tangannya untuk bertanya "Apakah dalam waktu dekat ini akan mengadakan resepsi pernikahan mereka Tuan?".


"Inilah tujuan saya mengadakan konferensi pers untuk mengabarkan kebahagiaan datangnya keluarga baru yaitu menantu kami, kami tidak akan mengadakan resepsi pernikahan karena kemarin sudah di selenggarakan di Brunei Darussalam" jawab Papi Faro dengan tegas.


"Boleh saya bertanya Tuan?" seorang wartawati cantik mengangkat tangannya.


"Tentu silahkan".


"Biasanya Abang Rafael selalu bersama kedua sahabatnya kompak melakukan hal apapun, apakah mereka juga sudah menikah?".


"Ini kedua orang tuanya juga ikut duduk disini bersama ku, kemungkinan dalam waktu dekat mereka akan menyusul Rafael dan Malla, jangan khawatir kami akan mengabarkan kepada anda semua nanti juga waktunya tiba" jawab Papi Faro lagi sambil tersenyum melihat kedua sahabatnya.


"Boleh cerita kepada kami Tuan, gadis yang akan menikah dengan Bang Kanno dan Bang Cello?" tanya wartawan yang berdiri paling belakang.


"Calon menantuku asli gadis Indonesia dan berprofesi seorang dokter" Papa Mario menjawab pertanyaan wartawan.


"Dan calon menantuku juga gadis asli kelahiran Indonesia berprofesi sebagai anggota angkatan militer"


Semakin riuh dan ramai para wartawan ingin bertanya, tetapi karena waktu yang semakin sore Papi Faro berinisiatif untuk berpamitan.


"Berhubung waktu sudah sore akan kami berikan satu kesempatan lagi untuk bertanya" kata Papi Faro tegas.


"Saya boleh bertanya kepada Abang Rafael?" seorang wartawati berhijab mengangkat tangan untuk bertanya.


"Silahkan" jawab Rafael singkat".


"Istri anda berasal dari Brunei Darussalam, bagaimana awal pertemuan anda dengan Istri tercinta?".


"Saya punya sahabat bisnis dari Brunei Darussalam, dan pernah berkunjung kesana, saya jatuh cinta pada pandangan pertama adik dari sahabat saya saat berkunjung ke rumah beliau, dan dalam satu bulan kami langsung menikah".


Shifa hanya tersenyum mendengar cerita Rafael kepada wartawan, ide darimana lagi tentang pertemuannya pertama dan langsung jatuh cinta, tetapi setelah mengingat Uncle Agus dan Papi Thora, Shifa hanya menarik nafas dalam-dalam, ini semua di lakukan agar tidak terjadi masalah apapun untuk kedepannya nanti gumam Shifa dalam hati.

__ADS_1


"Baiklah cukup sampai disini keterangan kami, lain kali kita sambung kembali saat hari bahagia putra kami Kanno dan Cello akan akan melangsungkan pernikahan tentunya, terima kasih dan selamat sore" kata Papi Faro sambil berdiri melipatkan kedua tangannya dan meninggalkan tempat konferensi pers bersama.


__ADS_2