Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
41. Menolak Bertemu


__ADS_3

"Nona Shifa menolaknya, dari hari pertama disini dia selalu menolak tamu yang datang bahkan pengacara yang akan menangani kasusnya, dia tetap tidak bersedia menemuinya, silahkan anda pulang saja" kata petugas lapas.


Spontan Rafael mengeratkan rahangnya menahan emosi, tangannya mengepal kuat, hatinya terasa perih, mengingat kekasihnya sendirian di sana, matanya berkaca-kaca.


Tidak kalah dengan Aisyah lemas kakinya seolah tanpa tulang, air matanya menganak sungai tanpa bisa dicegah, badannya oleng terhuyung untung ada Cello yang langsung memeluknya.


"Sabar bro, kita masih bisa kesini besok lagi, mungkin besok dia mau menemui kita" Kanno menepuk pundak Rafael sebagai tanda dukungan.


Akhirnya mereka pulang ke rumah dengan hati yang kecewa, dengan dada yang sesak terasa berat kaki melangkah keluar dari pintu gerbang rutan.


Hampir satu Minggu ini mereka tanpa henti mengunjungi rutan, terkadang sendiri terkadang berdua atau bertiga ditambah dua kekasihnya, tetapi sayangnya sekalipun Shifa selalu menolak untuk menemui mereka.


Hari Sabtu ini Rafael berdua dengan Cello kembali ke rutan untuk mencari informasi tentang Shifa dan mengapa tidak mau menemui seorangpun yang ingin mengunjungi siapapun yang ingin membesuknya.


"Anda ingin bertemu dengan nona Shifa?" tanya petugas lapas menemui Rafael dan Cello.


"Benar Pak, apakah dia menolak lagi untuk bertemu kami?" tanya Rafael.


"Iya dia tetap tidak berubah pikiran, tidak ingin bertemu dengan siapapun" jawab petugas lapas lagi.


"Pak bolehkah saya tanya apakah Shifa tahu siapa nama orang yang ingin menemuinya?" gantian Cello bertanya.


"Tidak, selama ini nona Shifa tidak pernah mendengar dan tidak ingin tahu siapa tamu yang ingin bertemu dengannya" jelas petugas lapas.


"Apakah kegiatan Shifa selama di dalam lapas Pak?" tanya Rafael lagi.


"Selama ini dia hanya ke taman bacaan, masjid dan di dalam kamar selnya saja"


Satu Minggu sudah usaha Rafael dan sahabatnya gagal bertemu dengan Shifa, cukup sudah berusaha sebagai warga sipil untuk menemui kekasih hati tetapi tidak bisa di temui, saatnya sekarang harus meminta bantuan kepada agen rahasia pemerintah untuk menyelidiki mengapa ini semua bisa terjadi, mengapa Shifa dengan keras hati tidak bersedia menemui siapapun yang ingin menemui.


Disinilah sekarang mereka, malam ini kembali berkumpul dengan versi lengkap putra beserta kedua orang tuanya di tambah komandan Conan dan dua anggota baru yaitu Aisyah dan Agnes berkumpul di markas mini yang berada di lantai empat kediaman Papi Faro.

__ADS_1


"Silahkan berikan masukan agar salah satu dari kita bisa bertemu dengan Shifa?" awal komandan Conan membuka pembicaraan.


"Bagaimana kalau kita mengadakan bakti sosial?" usul Agnes.


"Pemeriksaan kesehatan untuk seluruh penghuni rutan bagaimana?" usul Aisyah..


"Memberikan bantuan buku bacaan yang lebih beragam" saran dari Kanno.


"Mendatangkan Ustazah untuk mengisi pengajian rutin" usul Cello tidak mau kalah.


"Menurut gue paling tepat mengirim agen untuk menyamar sebagai napi di tempatkan dalam satu sel bersama Shifa" usul Rafael dengan meyakinkan.


"Apa alasan kamu, mengapa harus mengirimkan agen rahasia wanita ke lapas?" tanya komandan Conan setelah mendengar usulan Rafael.


"Karena semua usulan tadi hanya bertemu sekali saja dengan Shifa, sedangkan jika mengirimkan seorang agen rahasia pasti akan bicara dari hati ke hati dan mengetahui alasan sebenarnya" keterangan Rafael lagi.


Masih banyak lagi usulan yang di utarakan oleh mereka, dengan memberikan alasan dan analisa masing-masing, oleh komandan Conan hanya di tampung semua usulan itu tetapi belum memilih mana yang terbaik cara menyelamatkan Shifa.


Handphone komandan Conan ada notifikasi pesan WA masuk dari anggota agen rahasia yang berada di lapangan.


"Semua tunggu disini sebentar, koper Shifa baru sampai di kantor pusat, sebaiknya diambil sekarang" komandan Conan berdiri menyambar kunci mobil yang ada di meja.


"Komandan aku ikut" Rafael ikut berdiri dan mengikuti komandan Conan melangkah dengan lebar.


Sambil menunggu kedatangan komandan Conan dan Rafael para wanita akhirnya memutuskan untuk masak menu makan malam, walau sebenarnya sebagian besar sudah makan malam, dengan menu makan yang tidak terlalu berat, Aisyah mengusulkan membuatkan menu mi godok Jawa dengan menggunakan ayam kampung karena suasana yang malam dan dingin akan membuat badan menjadi hangat, dan Agnes membuat wedang ronde walaupun tidak komplit isiannya tetapi dengan adanya jahe akan menjadikan badan hangat sedangkan para Mama hanya membantu sekedarnya.


Dalam waktu dua jam komandan Conan dan Rafael kembali sampai markas mini yang berada di lantai empat kediaman Papi Faro bersamaan dengan menu makanan yang sudah tersaji lesehan diatas Hambal di ruangan itu.


Sebelum melanjutkan pembahasan tentang masalah Shifa, terlebih dahulu menikmati hidangan yang sudah di sediakan dengan penuh keakraban.


Selesai makan mereka kembali berkumpul, dan mengawali membuka koper milik Shifa, tetapi sayangnya koper itu di harus di buka dengan membuka kunci kode rahasia.

__ADS_1


"Coba dengan hari kelahiran Shifa" Aisyah memberikan usul dan menyebutkan tanggal, bulan dan tahun tetapi tidak terbuka.


"Kalau dengan hari kelahiran Rafael usul Mami Inneke sambil menyebut tanggal, bulan dan tahun juga.


"Tetap tidak terbuka, siapa yang punya usul lagi?" komandan Conan meminta saran.


Berkali-kali gagal komandan Conan membuka kodenya dari kode yang mudah ataupun mencoba secara acak tetapi tetap tidak berhasil.


"Rafael coba kamu yang buka?" perintah komandan dengan sedikit kesal.


Rafael mendekati koper milik Shifa, mengingat peristiwa menjemputnya saat pulang dari Singapura saat jadian di dalam mobil tanggal dan bulan serta tahunnya, dan menekan tombol koper langsung terbuka.


"Waah memang sehati, baru mencoba sekali sudah terbuka, sepertinya sudah di rencanakan oleh Shifa ini" komandan Conan tersenyum dan menepuk pundak Rafael.


Perlahan koper terbuka isinya hanya ada lima setel baju, pakaian dalam, peralatan makeup dan sebuah tas kecil serta map yang terselip di pinggir koper.


Yang pertama Rafael buka adalah tas kecil, ada ATM, foto foto Shifa saat masih kecil bersama Mami Fatty, foto saat Rafael wisuda, foto saat Shifa wisuda dan kunci loker sebuah Bank swasta yang ada di Indonesia serta buku memo kecil.


Rafael membuka buku memo itu satu persatu, catatan nomor handphone orang terdekat, hari bersejarah ulang tahun semua sahabat karibnya, dan di catatan terakhir hari jadian antara Shifa dengan Rafael dan ada satu lagi kode yang tidak di ketahui apa artinya dan di berikan tanda merah.


"Ini kode apa komandan?" tanya Rafael menunjukkan kode itu.


"Kita cari tahu nanti, sekalian dengan kunci loker Bank yang belum kita ketahui apa isinya" jawab komandan Conan.


Kemudian gantian komandan Conan membuka map yang terselip di pinggir koper, isinya ijasah dari SD, SMP, SMU dan S1 serta sertifikat yang pernah Shifa dapatkan selama di Singapura.


Hari Minggu ini komandan Conan dan Papi Faro berkunjung ke lapas atas nama agen rahasia bertemu dengan kepala lapas, walaupun hari Minggu kepala lapas tetap menerima mereka karena mengingat jadwal agen rahasia sangat padat.


Komandan Conan dan Papi Faro tidak menjelaskan secara rinci kunjungannya kali ini, hanya beralasan ada salah satu penghuni lapas yang perlu diselidiki karena telah di fitnah oleh sebuah agen terlarang.


Mereka bertiga mengunjungi satu persatu bagian dari lapas itu, mulai dari klinik, masjid, taman bacaan, dapur ruang makan, ruang olahraga, sambil mencari sosok gadis yang di cintai Rafael, ternyata komandan Conan dan Papi Faro melihat Shifa sedang duduk bersila di depan Ustazah sedang belajar mengaji bersama penghuni lapas wanita lainnya, keduanya hanya memberikan kode dengan anggukan kepala saat netra keduanya memandangi wajah Shifa yang sayu, badan kurus sedang konsentrasi membaca surah pendek dengan lancar, kemudian komandan Conan memutuskan untuk mengirim satu agen wanita ke lapas.

__ADS_1


"Besok kami akan memasukkan satu anggota agen rahasia wanita untuk menyelidiki kasus yang sedang kami tangani mohon kerjasama ya Pak!" Komandan Conan meminta kepada kepala lapas.


"Siap komandan, kami akan mempersiapkan keperluan untuk itu" jawabnya tegas.


__ADS_2