Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
87. Epilog Kebahagiaan Tiga Mata Elang


__ADS_3

Bagaimana Ndan, siapa tersangka nya?" tanya Rafael saat komandan Conan datang mendekat mereka.


"Dia Agus Martono, tewas tertembus dua peluru di perutnya".


"Uncle Agus, innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un" ucap Shifa lemas duduk di aspal samping Rafael.


Datang ambulance bersamaan dengan kepolisian yang mengamankan TKP, membawa jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi.


dalam waktu singkat meninggalnya dua pentolan mafia se-Asia tenggara tersebar luas, pada sidik jari ditemukan diantar keduanya saling serang dan saling tembak, meninggal juga dalam waktu yang hampir bersamaan, hanya ada beberapa saksi warga sipil tentang kejadian tersebut.


Tidak ada keterlibatan Shifa dan Rafael dalam penembakan itu karena mereka berdua tercatat sebagai warga sipil yang tidak memiliki senjata, Rafael, Shifa dan warga yang ada di TKP saat itu hanya sebagai saksi.


Setelah di otopsi sesuai amanah dari Papi Thora, jenazah di antar ke Thailand untuk di makamkan di sebelah dari Kakek Theo Thanapon.


Jenazah Papi Thora dikawal polisi dan di dampingi oleh Uncle Mahfud karena pas kebetulan beliau masih berada di kediaman Papi Faro beserta keluarga besarnya, Shifa dan Rafael dilarang mengawal jenazah Papi Thora karena akan sangat beresiko dengan keselamatan mereka berdua.


Jenazah Agus Martono yang notabene penduduk asli Indonesia di makamkan di pemakaman umum yang ada di Jakarta dengan persetujuan dari putranya Anjas.


Dari kejadian penembakan itu banyak anak buah Agus Martono yang ada di Jakarta di tangkap oleh polisi dari berbekal CCTV yang berada di TKP,


Satu Minggu terakhir ini Shifa banyak melamun, sering teringat pertemuan terakhir dengan Papi Thora, Rafael sering tidak tega saat meninggalkan Shifa untuk berangkat ke kantor, Rafael sering bekerja dari rumah saja.


"Honey, jangan melamun terus, ikhlas saja dan lebih baik kita doakan saja semoga beliau diampuni dosanya".


"Aamiin, iya kak El, terima kasih".


Hari demi hari semakin Shifa ikhlas menerima dengan ikhlas takdir illahi, setelah kepergian Papi Thora tidak ada lagi yang mengawasi kehidupan keluarga Rafael, mendengar dari berita jika ketua mafia se-Asia Tenggara sudah berganti generasi tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga Theo Thanapon, hampir tiga bulan berlalu Shifa mulai menjalani kehidupan normal layaknya keluarga pada umumnya.


Ada pesan dari komandan Conan menceritakan tentang Anjas yang mencari kakaknya sampai meminta bantuan kepolisian, Anjas tidak mengetahui profesi Papi Thora dan Agus Martono sampai ayahnya itu meninggal dunia, yang Anjas tahu mereka berbisnis impor pakaian jadi dari Indonesia dan di salurkan ke departemen store ataupun toko baju di seluruh wilayah Singapura.


"Bagaimana apakah kamu ingin menemui pemuda itu?" tanya Rafael setelah Shifa mendapatkan cerita dari komandan Conan tentang Anjas.


"Sekarang Anjas ada dimana kak?".


"Sekarang dia tinggal bersama adik kandung dari Agus Martono".

__ADS_1


"Apakah Uncle Agus masih memiliki saudara kandung di Indonesia?".


"Dia memiliki dua saudara kandung yang bekerja di restauran Mama Ara".


"Apakah aku boleh bertemu dengan adikku Anjas kak?"


"Tentu honey, tetapi dengan satu syarat".


"Apa syaratnya kak?".


"Tidak boleh murung dan melamun terus, nanti hari Minggu kita bertemu dengan dia di rumah Mama Ara".


Pukul sepuluh pagi hari Minggu tiga Elang Emas beserta pasangan masing-masing berkumpul di rumah Mama Ara, jadwalnya akan bertemu dengan Anjas saat makan siang.


Anjas datang bersama pamannya masuk di kediaman keluarga Papa Mario, dengan ragu-ragu masuk sambil melihat-lihat keberadaan orang yang hampir satu tahun ini dicarinya, setelah melihat kakaknya berdiri mematung dengan penampilan yang berbeda mengenakan hijab dan terlihat dewasa, Anjas langsung berlari mendekati Shifa.


"Kakak Shifa" langsung memeluknya dengan erat sambil terisak.


Rafael yang selalu jealous kepada siapapun yang mendekati Shifa langsung menarik Shifa dari pelukan Anjas.


"Siapa yang mengijinkan elo peluk bini gue?".


"Dia suami kakak, jangan tersinggung dia memang suka jealous kalau aku didekati orang yang tidak di kenalnya, kenalkan dulu namanya kak Rafael".


"Salam kenal kak, aku Anjas adik kak Shifa maaf membuat kakak tidak nyaman" ucap Anjas sambil mengulurkan tangannya.


"Hhmm salam kenal" jawab Rafael singkat.


Setelah berkenalan dengan semua keluarga Anjas dan Shifa bercerita tentang niatnya berkuliah di universitas di salah satu di Jakarta dengan tujuan ingin mencari kakaknya yang hampir enam tahun terakhir menghilang tanpa jejak.


"Sebenarnya kemana aja kak Shifa tidak mengabari aku, bahkan menikah juga kakak tidak menemui aku terlebih dahulu" tanya Anjas penasaran.


"Apa Papi kamu tidak bercerita, apa kamu tidak bertanya kepada asisten Ali?"


"Tidak ada yang memberi tahu aku kak, setelah lulus SMU aku tinggal lagi di rumah utama, bibi bilang Kakak sudah lama tidak pulang, pernah kakak pulang aku masih di Thailand sekolah SMU disana"

__ADS_1


Bercerita panjang lebar tentang kehidupan mereka tetapi Shifa sengaja tidak menceritakan tentang profesi sebenarnya orang tuanya, lebih baik memutus mata rantai antara kehidupan kelam masa lalu dan menyongsong masa depan yang lebih baik sesuai ajaran agama dan nilai moral yang ada dalam masyarakat.


Mendengar sekarang kelompok mafia tidak lagi berhubungan dengan keluarga Theo Thanapon, sebagian besar kelompok mantan anak buah Papi Thora di tangkap oleh polisi, ada juga yang bergabung dengan kelompok baru.


Dengan terputusnya hubungan antara kelompok mafia terbesar se-Asia tenggara Keluarga besar Faro Sanjaya Wiguna menjadi lebih tenang dan bahagia, tidak ada lagi yang sering mengawasi gerak-gerik mereka.


Rafael dan Shifa sangat bahagia menjalani kehidupan rumah tangga seperti pasangan muda pada umumnya, berencana membangun rumah untuk keluarga kecilnya yang akan di tempati bersama putra putrinya kelak.


Cello dan Aisyah juga sangat bahagia mengarungi kehidupan rumah tangga, Cello membangun klinik bersalin khusus untuk Aisyah karena Asiyah berencana ingin melanjutkan pendidikan mengambil spesialis dokter Ogym.


Kanno dan Agnes tidak kalah bahagianya, berencana membangun rumah dekat dengan Rafael dan klinik yang didirikan oleh Cello agar tetap terjaga persahabatan mereka sampai akhir hayat.


Shifa, Aisyah dan Agnes sudah terbiasa di tinggal berhari hari saat para suaminya bertugas sebagai agen rahasia pemerintah yang tidak bisa menghubungi mereka.


Ketiga Elang Emas bersama pasangan hidup bahagia dengan kesibukan masing-masing, baik sebagai pengusaha, agen rahasia pemerintah dan sebagai warga masyarakat.


TAMAT


____________________________


ASSALAMUALAIKUM


Shobatku semua , akhirnya tamat cerita Keluarga Faro Sanjaya Wiguna.


Sampai bertemu dengan cerita lainnya.


Mohon maaf jika ada salah kata.


Mohon maaf jika ceritanya tidak sesuai dengan imajinasi shobat semua.


Semoga shobat semua sehat selalu,


bahagia bersama keluarga, selalu dalam lindungan Allah SWT, dan selalu melimpah ruah rejeki nya AAMIIN YA ROBBAL ALAMIIN


WASSALAMU'ALAIKUM W.W

__ADS_1


Salam sayang dari Balikpapan


MUDA ANNA


__ADS_2