
Hampir tengah malam Rafael dan Shifa menunggu jemputan helikopter Papi Faro tetapi tidak kunjung datang, saat hampir pukul satu malam suara ketukan pintu dari luar.
"Tok..tok..tok.."
Pintu di buka oleh Rafael dengan suara menggerutu hanya menggenakan celana pendek saja.
"Aaaaaah kak El porno" teriak Aisyah dan Agnes bersamaan dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ngapain kalian kesini tengah malam begini?".
Datang Kanno dan Cello berlari mendekati Aisyah dan Agnes yang melengos tidak mau melihat Rafael.
"El, mengapa elo cuma pakai kolor begitu, jangan jangan Shifa tidak memakai baju sama sekali" Cello mencoba mengintip memasukkan kepalanya ke dalam kamar.
Rafael langsung menoyor kepala Cello untuk keluar dan tidak mengintip kedalam kamar.
"Jangan macam-macam lo, di larang mengintip bini orang".
"Disini sebentar, gue pakai baju dulu, awas kalian masuk, gue beri lo".
Rafael menutup pintu kamar hotel berlari mendekati Shifa yang masih berbaring di tempat tidur tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya.
"Honey, diluar ada Aisyah dan Agnes serta Cello dan Kanno, cepatlah pakai baju, gara-gara mereka datang aku tidak bisa tambah lagi".
"Kak El mengapa tidak ada puas puasnya sih, ambilkan bajunya sini!".
Rafael mengambil baju yang berserakan di lantai diserahkan kepada Shifa "Ini bajunya jangan lupa pakai hijabnya juga sebentar lagi mereka masuk".
Rafael juga memakai baju dengan cepat dan kembali membuka pintu kamar hotel untuk setelah Shifa rapi, danmempersilahkan masuk tamu yang tidak tahu waktu sudah tengah malam tetap saja mengetuk pintu.
"Sebenarnya ada apa, seharusnya gue di jemput jam delapan malam tadi, mengapa malah kalian berempat nyusul kesini?" tanya Rafael duduk di sofa yang ada di depan tempat tidur.
"Ini mengenahi tugas dari agen rahasia pemerintah, kemarilah kita bicarakan bertiga" titah Kanno.
Mereka bertiga sedang konsentrasi membicarakan tentang tugas yang harus di lakukan di pulau Madura selama tiga hari, Kanno dan Cello sengaja menjemput Rafael akan langsung terbang ke Madura, disana sudah menunggu komandan Conan berserta anggota agen yang lain.
Itulah sebabnya Agnes dan Aisyah datang untuk menemani Shifa jalan jalan di Bali karena merasa bersalah sudah mengganggu bulan madu keduanya.
Tugas memang harus di laksanakan, walaupun dengan hati yang berat terpaksa Rafael harus berpisah untuk sementara waktu padahal baru menikmati indahnya berumahtangga.
"Sorry honey, bersenang senanglah, maaf sementara aku tinggal untuk tugas yang harus dilakukan ini demi bangsa dan negara" pamit Rafael setelah selesai mempersiapkan untuk berangkat ke Madura.
__ADS_1
"Kak El hati-hati, berapa hari bertugas disana jangan lama-lama ya".
Dengan spontan Rafael memeluk Shifa tanpa memperdulikan sama ngumpul menunggu drama perpisahan pengantin baru.
"Baru mau berpisah sudah tidak rela begini, aku cuma tiga hari honey setelah selesai langsung menyusul kesini lagi ok".
Dengan anggukan kepala Shifa, Rafael berangkat dengan setengah hati, meninggalkan istrinya untuk misi yang tidak bisa di tinggalkan, setelah tiga Elang Emas berangkat di kamar Agnes dan Aisyah menggoda Shifa karena terburu-buru Shifa mengenakan hijab terbalik.
"Ketahuan ya coba lihat pakai hijab saja Sampai terbalik berarti---" ucap Aisyah tanpa dilanjutkan sambil mengedipkan matanya cepat.
"Bagaimana rasanya?" Agnes juga mengganggu Shifa menyondongkan badannya.
"Aaah kalian ini jangan buat aku malu". jawab Shifa memperhatikan hijabnya yang terbalik.
Shifa membuka hijabnya dan meletakkan di dastbord tempat tidur, sehingga terlihat betul wajah Shifa yang merona karena di goda oleh kedua sahabatnya.
"Ayo jawab dulu, bagaimana rasanya?" ulang Agnes mentowel hidung Shifa yang mancung.
"Kak Agnes mana bisa di ceritakan, bisanya hanya di rasakan, pokoknya nano nano ada sakit, ada enak dan------" Shifa ikut menggantungkan ucapannya.
"Dan------ ?" Agnes dan Aisyah berucap bersamaan karena penasaran.
"Rasakan aja sendiri dengan kak Cello atau kak Kanno ha ha ha" gelak tawa Shifa membuat Aisyah dan Agnes menjadi cemberut kesal.
"Ngomong ngomong sudah mengunjungi daerah mana saja selama disini?" tanya Aisyah.
"Boro-boro jalan jalan, ke lobi hotel ini saja aku baru sekali saat tiba disini".
"Haaa, jadi dari kemarin sampai sekarang ini kamu di kamar hotel terus, cuma ngadon aja kerjaannya?" tanya Agnes dengan bahasa yang tidak di mengerti oleh Shifa.
"Kak kalau ngomong bahasa Indonesia yang betul, aku tidak faham apa itu ngadon?" Shifa mengerutkan keningnya berpikir.
Agnes dan Aisyah menjadi tertawa lepas karena keluguan Shifa dan bahasa Indonesia yang dimiliki Shifa terbatas.
"Ngadon itu artinya bercinta, dasar gelo" jawab Aisyah juga mengeluarkan bahasa yang tidak mengerti oleh Shifa.
"Naaah itu juga dasar gelo dari dulu aku juga tidak faham artinya?" jujur Shifa lagi.
"Gelo itu artinya begini!" Agnes memberikan kode di keningnya memiringkan gerakan tangan dari dahi atas sebelah kanan ke bawah sebelah kiri.
"Waah berarti selama ini aku di bilang gila dong, kalian jahat banget sih".
__ADS_1
Mereka bercanda sampai menjelang pagi, setelah melaksanakan sholat subuh tertidur di tempat tidur khusus pengantin baru bertiga tanpa reservasi kamar baru untuk Agnes dan Aisyah.
Pagi harinya pukul sepuluh pagi ketiganya baru bangun tidur, karena terlalu asyik bercerita Shifa tidak memperhatikan kondisi tempat tidur yang berantakan habis pergumulan bersama Rafael sebelum Aisyah dan Agnes datang, saat Agnes mengerjapkan matanya terpampang nyata di depan mata sebuah CD milik Rafael .
"Shifaaaaaa!!" teriak Agnes dengan keras padahal mata baru saja terbuka.
Sedangkan Aisyah dan Shifa langsung tersentak kaget dan duduk karena teriakan Agnes.
"Ada apa sih kak Agnes bikin aku kaget saja?" kata Aisyah mengucek matanya.
"Ada apa kak?" Shifa juga bingung karena teriakan Agnes.
"Coba kalian lihat, ada apa di depan mukaku?" Agnes menunjuk CD yang berada didepan wajahnya.
Shifa membuka matanya dengan sempurna, langsung mengambil CD dan di sembunyikan di belakang badannya.
"Maaf kak Agnes tidak sengaja".
Aisyah dan Agnes tertawa terbahak bahak melihat wajah Shifa yang merah padam karena malu.
"Gelo ha ha ha" ucap Aisyah dan Agnes bersamaan.
"Maaf kak, tapi jangan bilang aku gelo dong, tega banget" cabik Shifa dengan mengerucutkan bibirnya karena kesal.
"Bercanda Shifa, jangan marah begitu jadi tidak cantik tau".
Dalam waktu hampir tiga hari ini Shifa, Agnes dan Aisyah berwisata ke daerah yang terkenal di Bali, baik pantai, tempat beribadah, adat istiadat dan tata cara upacara juga mereka kunjung, bahkan wisata kulinernya juga tidak ketinggalan sudah banyak yang sudah mereka coba.
Walaupun Shifa harus melakukan penyamaran seperti biasa, menggunakan softlens biru, memakai masker di setiap dia keluar dari hotel tetap tidak mengurangi kebahagiaannya.
Hari ini adalah hari ketiga mereka berada di Bali, berencana akan mengunjungi pantai Sanur tetapi mereka sedikit terganggu karena di hotel menginap di suit room untuk bulan madu tetapi di tempati oleh tiga wanita cantik yang dua berhijab dan satu lagi berbadan atletis banyak pasangan pengantin baru yang menatap nanar kepada mereka bertiga.
"Aneh mereka bertiga, menyewa kamar khusus untuk honeymoon".
"Atau jangan-jangan mereka penyuka sesama jenis".
"Padahal mereka berhijab tetapi mengapa kelakuannya seperti itu".
"Tetapi yang aneh lagi mengapa harus bertiga, jika berpasangan seharusnya berdua".
Masih banyak lagi ocehan pengunjung tentang mereka bertiga, tetapi bukannya marah Aisyah, Shifa dan Agnes sengaja berjalan bergandengan dengan tertawa lepas seolah olah menunjukkan ketiganya memang pasangan yang serasi dan kompak ketiganya kompak mengucapkan "Gelo...!!!".
__ADS_1
Yang penting membayar hotel dengan lunas, tidak masalah jika setiap orang memandang dengan tatapan mata yang tidak bisa di artikan, yang penting tidak menggangu dan tidak merugikan mereka itu sudah cukup bagi mereka bertiga.
Tanpa memperdulikan ocehan pengunjung hotel mereka bertiga keluar dari hotel memesan mobil online untuk pergi berwisata di sebuah pantai yang terkenal di Bali yaitu pantai Sanur, pantai yang sangat terkenal disana.