Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
85. Kata Hati Papi Thora


__ADS_3

Setelah lampu hijau Kanno melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sampai melihat ada truk container di depannya, langsung menyelip lewat sebelah kiri truk itu, sekarang posisi mobil Kanno, truk dan di belakangnya mobil merah yang mengikuti mereka sampai di terowongan.


Sampai di tengah terowongan lampu jalan mati, hanya ada sorot dari lampu mobil yang ada didalam terowongan, Kanno langsung tancap gas melesat cepat berbelok ke kiri sesuai dengan instruksi komandan Conan, bersamaan saat mobil Kanno belok kiri ada mobil yang sama warna dan merk yang tadinya berhenti didepan terowongan langsung melesat kearah kanan.


Sudah hampir dua kilometer Kanno berjalan sudah tidak ada lagi yang mengikutinya, langsung mengantar pulang Rafael dan Shifa ke rumah, mengantar Agnes baru pulang ke rumahnya sendiri.


Sedangkan mobil yang di tumpangi Anjas, dia terkena razia identitas kependudukan polisi tiga kilometer dari terowongan, keempat orang laki-laki yang memiliki identitas Jakarta diijinkan untuk pulang, tetapi Anjas lupa tidak membawa identitas dan pasport Sehingga di tahan oleh polisi.


Keesokan paginya Kanno dan Rafael mendapatkan kabar jika hari ini Anjas masih ada di kantor polisi karena saat mengikuti mobil Kanno tidak membawa identitas, setelah anak buah Agus Martono memberikan identitas, kartu mahasiswa dan pasport milik Anjas, akhirnya tengah hari Anjas di bebaskan oleh kepolisian.


Saat di interogasi oleh petugas polisi, Anjas berterus terang seperti melihat kakaknya dalam mobil yang diikutinya semalam, tetapi Anjas tidak berhasil menemukan orang yang di carinya.


Waktu cepat berlalu, tiga bulan setelah Cello dan Aisyah menikah, Rafael dan Shifa hidup bahagia tidak ada yang mengikuti mereka dalam tiga bulan terakhir ini, pernikahan Kanno dan Agnes tinggal satu Minggu lagi.


Hari ini Kanno dan Agnes sedang mengadakan konferensi pers tentang rencana dan tanggal pernikahan mereka, di dampingi oleh Cello dan Aisyah, berempat duduk memberikan keterangan pers.


_________________


Sedangkan di rumah utama di Singapura hampir setengah tahun ini terakhir Papi Thora sering berselisih paham dengan asistennya Agus Martono, karena kemarahan Shifa saat bertemu di lapas Nusa Kambangan waktu itu banyak sekali perubahan yang terjadi padanya.


Sudah hampir setengah tahun ini juga Papi Thora diam diam mengumpulkan bukti dan menyelidiki tentang kasus Shifa, berbekal informasi dari putra angkatnya Anjas jika pernah merasa Bertemu dengan Shifa di sebuah mall, menyelidiki jika Shifa tidak di ketahui publik saat sidang saat dia di hukum seumur hidup di Indonesia.


Dan hari ini Papi Thora melihat Konferensi Kanno, Agnes, Aisyah dan Cello yang ada di media sosial, Papi Thora kemudian mencari informasi terkait tentang teman atau suami dari Aisyah, tanpa di sengaja ada foto tiga sahabat Elang emas yang ada di media sosial Kanno.

__ADS_1


"Pemuda ini sorot matanya seperti aku kenal, tetapi mengapa rambut dan penampilannya sangat berbeda" monolog Papi Thora setelah mengamati lekat-lekat foto wajah Rafael.


Hampir setengah hari Papi Thora mencari informasi di internet mengenai tiga sahabat jenius baik dari internet media sosial bahkan berita bisnis, sampai Papi Thora bisa menemukan foto saat Papi Faro, Mami Inneke, Rafael, Shifa, Papa Mario dan Daddy Rendi duduk dalam satu meja saat konferensi pers.


Papi Thora mengambil foto Rafael dan dan Shifa yang duduk bersebelahan, Papi Thora memang amnesia tetapi kemampuan mengenali orang tetap mumpuni, kemampuan menembak juga tidak bisa dianggap remeh, apalagi sekarang banyak waktu senggang sering digunakan untuk latihan menembak.


"Sorot mata dari gadis dan Rafael itu seperti sorot mata Jaya dan Fatma, tetapi yang lebih aneh lagi mengapa seperti Fatma sama seperti putriku Shifa, sebentar sebentar Fatma, Malla, Shifa mengapa seperti satu orang yang sama, ada apa ini?" monolog Papi Thora didalam kamarnya sendiri.


Temuan dan analisa Papi Thora di sembunyikan dengan rapat olehnya, tidak ingin di ketahui oleh Agus Martono, asisten Ali, ataupun anak buahnya, yang di lakukan hanya sesuai dengan kata hati, dilema antara tanggung jawab dan kata hati terus saja menghantui pikirannya.


Saat makan malam tiba, Papi Thora Keluar dari kamarnya ingin bergabung dengan seluruh anggota inti dari anak buahnya tidak sengaja Papi Thora mendengar percakapan mereka tentang rencana yang akan di lakukan mereka.


"Bagaimana, apakah rencananya sudah final kah bos?" tanya asisten Ali kepada Agus Martono.


"Siapa yang bertugas menembak gadis itu saat resepsi pernikahan sahabatnya yang bernama Kanno?" tanya lelaki muda yang duduk di samping asisten Ali.


"Aku sendiri yang akan melakukannya".


Mengapa harus anda sendiri bos?".


"Aku sudah di permainkan oleh mereka hampir satu tahun ini, lagian kita sudah tidak memerlukan gadis itu lagi".


"Bagaimana dengan bos Thora bos?".

__ADS_1


"Dia sering membantah sekarang, toh dia tahunya Shifa di penjara seumur hidup, nanti aku langsung yang menangani laki-laki tua itu" Agus Martono berkata tanpa menyadari Papi Thora ada di balik lemari dekat ruang makan.


Setelah mendengar percakapan itu Papi Thora dan perlahan meninggalkan tempat dan kembali ke kamar dengan amarah yang di tahan.


Setelah mengetahui rencana dari Agus Martono dan anak buahnya, Papi Thora membuat rencana besar, walaupun hatinya masih ragu harus berbuat apa, tetapi Papi Thora hanya melaksanakan rencananya sesuai dengan kata hati.


Ada keuntungan yang dari awal Papi Thora masuk penjara syukuri adalah tentang keuangan yang ada di bank setiap pemasukan dan mengeluarkan harus dengan persetujuan dirinya membuat Papi Thora mengambil langkah awal yaitu sebagian keuangan di alihkan kepada keluarga besar kakek Theo Thanapon dan di bagi rata setiap pengirimannya, informasi tentang Keluarga dari Theo Thanapon didapatkan dari anak buahnya sendiri, tetapi masih di sisakan untuk kesejahteraan para anak buahnya.


Langkah kedua yang di lakukan oleh Papi Thora yaitu membalik nama rumah utama yang awalnya atas namanya menjadi atas nama Anjas tanpa sepengetahuan oleh Agus Martono dan anak buahnya.


Langkah ketiga Papi Thora membuka rekening bank baru atas namanya tanpa sepengetahuan oleh siapapun, dan membeli handphone baru dan nomor baru.


Setelah Papi Thora mendengar percakapan Agus Martono dan anak buahnya, pagi ini Papi Thora ijin berolahraga keliling komplek, biasanya jika hanya berolahraga tidak akan ada pengawalan di samping karena tidak membutuhkan waktu lama waktu juga masih pagi saat itulah di manfaatkan untuk bertemu pengacara untuk mengurus semua yang sudah di rencanakan, dalam waktu tiga hari semua sudah selesai tanpa ada kecurigaan dari anak buahnya.


Sore harinya Papi Thora meminta ijin untuk berziarah ke makam kakeknya Theo Thanapon ke Thailand, tentu saja langsung di setujui oleh Agus Martono karena dalam waktu dekat dia akan terbang ke Indonesia untuk melaksanakan rencana yang telah di sepakati oleh seluruh anggota mafia.


Pagi harinya tiket sudah siap untuk berangkat ke Thailand, di kawal oleh dua orang anak buahnya Papi Thora berangkat dengan penerbangan pertama, setelah sampai di Thailand beristirahat sampai menjelang sore hari, baru Papi Thora diantar oleh kedua anak buahnya ke pemakaman Theo Thanapon.


Papi Thora memberikan uang, memesan kamar hotel dan tiket wisata kepada kedua anak buahnya yang ternyata baru pertama kali mengunjungi Thailand, karena Papi Thora selama empat hari akan mengunjungi makam dan akan pulang ke apartemen saja pasti akan membuat anak buahnya bosan.


Dengan senang hati kedua anak buahnya menerima pemberian Papi Thora tanpa curiga sama sekali, setelah rencananya berhasil dan dua anak buahnya berwisata, dan mengawasi anggota mafia yang berada di Thailand tidak mengikutinya, Papi Thora memesan taksi ke bandara internasional Suvarnabhumi Bangkok.


Hanya menggunakan pakaian yang melekat di tubuhnya Papi Thora memesan tiket pesawat menuju Jakarta semua dilakukan manual, handphone di matikan, agar tidak terlacak oleh Agus Martono, hanya handphone baru yang dia gunakan tetapi di handphone baru tidak ada nomor kontak anak buahnya hanya ada dua nomor telepon yang ada di dalamnya yaitu Aisyah dan Anjas.

__ADS_1


__ADS_2