Merajut Asa Bersama Putri Mafia

Merajut Asa Bersama Putri Mafia
29 Calon Pengganti Papi


__ADS_3

Dunia kampus dan dunia kerja sangatlah berbeda, setelah Rafael terjun seratus persen menangani perusahaan dan di tambah dengan tugas agen rahasia pemerintah, membuat dunia Rafael jungkir balik, pasalnya sangat sulit mengatur jadwal pertemuan dengan pujaan hati.


Hampir dua Minggu sudah tidak bisa bertemu, hanya lewat pesan WA dan vedio call saja yang dilakukan setiap hari untuk mengobati rasa rindu yang menggebu, selama satu Minggu kedepan Rafael harus melaksanakan tugas dari agen rahasia, ke negara konflik.


Sehingga malam ini walaupun sudah pukul sepuluh malam Rafael nekat bertemu dengan Shifa pujaan hatinya di apartemen Wika City.


Shifa sudah menunggunya di ruang tamu saat Rafael masuk dan duduk di samping Shifa.


"Apakah kamu tidak merindukan aku?".


"Sangat kak El sangat, tetapi kita kan masih bisa vedio call, kenapa harus memaksakan kesini, sudah malam harusnya kak El istirahat".


"Tidak bisa, harus sekarang, karena besok aku harus tugas luar kota selama satu Minggu mungkin bisa lebih"


"Sekarang jaman tegnologi modern kak El kenapa harus risau?".


"Selama disana aku tidak bisa menghubungi lewat pesan WA ataupun vedio call"


"Kenapa kak El?".


"Dengar sayang, dengarkan aku, tempat yang akan saya kunjungi tidak ada Signal sama sekali"


Shifa hanya mengerutkan keningnya, "Dunia yang sudah modern ini apakah masih ada yang tidak tersentuh oleh tegnologi?"


Dalam hati Rafael hanya bergumam sendiri bukan tidak tersentuh oleh tegnologi tetapi keadaan yang tidak boleh menghubungi itulah inti masalahnya, tetapi karena identitas yang harus di rahasiakan membuat Rafael terpaksa berbohong demi kebaikan.


"Aku akan menunggu kak El pulang jangan khawatir, kita juga harus saling percaya, walaupun tidak bisa menghubungi sementara waktu, no problem ok" hibur Shifa dengan tenang.


"Ok baiklah, aku pulang jaga diri baik-baik,


I love you, apakah aku tidak mendapatkan pelukan"


"Baiklah, hanya pelukan ya, tidak lebih, belum halal" kata Shifa memeluk Rafael dengan erat.


"See you my heart"

__ADS_1


"See you next week"


Beda lagi alasan dari Cello kepada Aisyah, gadis berhijab itu hanya mengaggukkan kepalanya saja saat Cello berpamitan mengikuti Kanno ke Bandung tetapi daerah pinggiran tempat Enin nya, daerah itu tidak tersentuh oleh internet, sehingga akan susah jika ingin berkomunikasi melalui online.


Tetapi untuk Kanno dan Agnes yang notabene anggota angkatan, apalagi komandan Conan adalah pamannya mereka sudah tahu dengan tugas serta konskwesi masing-masing, hanya saja Agnes dilarang bercerita dan harus tutup mulut tentang siapa sebenarnya mereka.


Benar benar tidak bisa di hubungi, bahkan ketiganya bak menghilang di telan bumi, dari nomor handphone, sosial media bahkan email juga tidak aktif, yang awalnya menganggap hanya berpisah sekejap mata saja tetapi setelah di lalui waktu seolah berhenti, berlalu dengan lamban, kerinduan yang menggebu-gebu menambah kegelisahan hati bagi Shifa dan Aisyah.


Dua gadis itu hanya bisa menunggu dan berharap ada kabar segera dari mereka, selain kegiatan kampus yang banyak menyita waktu, akhirnya Shifa dan Aisyah memutuskan untuk mencari informasi tentang aunty Ara yang sampai saat ini belum di temukan.


Dari lima belas mama yang sama baru tiga orang yang Shifa dan Aisyah selidiki dan jadinya nihil dan nol besar, setali tiga uang dengan kekasihnya aunty Ara juga susah di tembus keberadaannya.


Waktu begitu cepat berlalu, menghilangnya kekasih jika berpamitan keluar kota lama kelamaan jadi terbiasa karena itu sering kali terjadi, demikian juga dengan pencarian aunty Ara, sudah 15 orang yang bernama Amara Khadijah di kunjungi satu persatu tetap saja tidak menemukan sampai saat ini Shifa dan Aisyah duduk di semester akhir dalam kuliahnya.


Hampir putus asa seorang Shifa mencari informasi tentang aunty Ara, hampir selama tinggal di Jakarta dari awal kuliah sampai hampir lulus kuliah tetap saja tidak menemukannya.


Bahkan satu tahun yang lalu saat pulang libur semester pulang ke Singapura sendiri mendatangi kantor catatan sipil Singapura secara langsung tetap nihil dan tanpa jejak nama Amara Khadijah ataupun Achara Thanapon.


Hari ini Shifa dan Aisyah akan mulai menyusun skripsi sehingga keduanya jarang bertemu secara langsung, demikian juga dengan sang kekasih yang sama-sama sibuk hanya sering berhubungan melalui pesan WA ataupun vedio call.


Sampai hari ini hari Sabtu saat uncle Agus menghubungi Shifa jika sudah berada di apartemen Wika City tetapi Shifa belum pulang ke apartemen, pukul tiga sore baru Shifa selesai dengan tugasnya.


Ternyata saat tiba di apartemen Wika City Shifa mendengar suara uncle Agus berbincang dengan asistennya di ruang makan tanpa sengaja.


"Apakah dengan kebebasan bos besar Minggu depan karena mendapatkan remisi akan mengembalikan dia pada posisinya semula bos?" tanya asisten yang bernama Ali.


"Sepertinya tidak, bos besar menginginkan putrinya yang akan memimpin organisasi ini selesai kuliah" jawab uncle Agus dengan tegas.


Hati Shifa seperti tercabik-cabik mendengar ucapan dari dua orang laki-laki yang sedang menikmati hidangan yang ada di meja makan, tetapi tetap diam dan mendengarkan.


"Berarti ini tujuannya mendidik Putri bos besar selama ini dengan keras?" tanya Ali lagi dengan mengerutkan keningnya.


"Sebenarnya ini bukan murni semata-mata kemauan bos besar, karena sampai sekarang ingatan bos besar tidak pernah kembali" cerita uncle Agus kembali.


"Jadi semua ini kemauan anda bos?".

__ADS_1


"Tidak Ali, ini kemauan dari seluruh Ketua cabang yang ada di Asia tenggara".


"Ooo begitu, tetapi saya dengar ada rumor tentang cucu kandung laki-laki dari bos besar masih ada, mengapa tidak dia aja yang di jadikan ketua?".


"Putrinya itu sudah keluar dari kehidupan bos besar sejak lulus SMU, dia sangat menutup diri dari jangkauan kita bahkan namanya pun dalam dokumen dengan identitas nya aslinya tidak sama sehingga susah terdeteksi" cerita Uncle Agus lagi.


"Tapi bos tahu kan dimana mereka?"


"Tahulah, tetapi dia dalam lindungan agen rahasia pemerintah dan agen rahasia Eropa, kita sama sekali tidak bisa menyentuhnya, sama saja kita masuk kandang macan jika mengusik mereka.


Kembali hati Shifa berdenyut keras mendengar percakapan mereka, pantas saja hampir empat tahun saya mencarinya tetapi tidak terendus jejaknya gumamnya dalam hati.


"Jadi gimana bos, kalau Putri bos besar menolak menjabat ketua apa yang harus dilakukan?" tanya Ali lagi sambil menyesap kopi hitam.


"Harus mau, kalau perlu kita paksa sampai mau?" Jawab uncle Agus dengan suara lantang.


Deg suara hati Shifa sambil memegangi dadanya yang sesak, sambil menerawang jauh ke masa lalu yang sering dia alami saat sebelum kuliah di Jakarta, berlatih dengan keras ternyata hanya untuk menggantikan posisi Papi menjadi ketua mafia seluruh Asia tenggara, akhirnya Shifa berbalik badan kembali ke pintu dan berteriak.


"Uncle..I am home" dengan menata hati pura-pura baru sampai Shifa menunjukkan giginya yang putih dan tersenyum ceria.


Uncle Agus dan asisten Ali spontan berdiri menyambut kedatangan Shifa, dan Uncle Agus memeluk Shifa layaknya putrinya sendiri.


"How are you my daughter?" tanya uncle Agus dengan suara lembut.


"Fine uncle, and uncle how are you?"


"Fine, Oya Shifa Papi Minggu depan akan berkunjung ke Singapura, apakah bisa kamu bertemu dengan beliau sebentar?"


"No uncle, I can't go home now" jawab Shifa tegas.


"Kenapa hanya sehari saja bukankah besok Minggu libur?" tanya asisten Ali heran dan penasaran.


"Saya sedang skripsi, tidak mengenal hari libur, banyak sekali tugas yang harus saya selesaikan" jawabnya dengan alasan dengan logika, padahal dalam hatinya tidak ingin bertemu dengan sosok Papi yang pernah lihatlah sekitar dua tahun lalu.


"Please Shifa, just one day!" pinta uncle Agus penuh harap.

__ADS_1


"Sorry uncle, I can't, saya tidak mau meninggalkan skripsi, ini sangat penting bagi saya, toh dari kecil Papi juga tidak perduli dengan saya, mengapa sekarang minta bertemu, I don't care about Papi" pekik Shifa meninggalkan mereka masuk kamar dan menutup pintu kamar dengan keras.


__ADS_2