
Rayuan receh Rafael berhenti saat mereka tiba di sebuah restauran yang di sebutkan oleh Rafael sebelum meninggalkan bandara tadi pagi.
"Ayo sarapan dulu" ajak Rafael turun dari mobil berlari memutari mobil bagian depan dan membukakan pintu untuk Shifa.
"Turunlah, hati-hati..!"
"Terima kasih" jawab Shifa singkat.
Aisyah langsung turun dari mobil saat Cello sudah memarkirkan mobilnya dengan sempurna tanpa menunggu lama mendekati Shifa yang mukanya berseri seri.
"Kenapa turun duluan, tidak bisa diajak romantis sih" gerutu Cello masih dalam mobilnya.
"Ais, bagaimana kak Cello bisa tahu kalau kita mau pulang, nanti kalau pacarnya tahu apa tidak marah?" bisik Shifa di telinga Aisyah, sedangkan Aisyah hanya mengangkat bahu dan menggelengkan kepalanya saja.
"Nanti kalau aku di bilang pecakor bagaimana?" Aisyah masih berbisik tetapi terdengar suaranya sampai di telinga Rafael.
"Apa itu pecakor Ais?" tanya Rafael penasaran.
"Anu kak itu artinya perebut pacar orang" jawab Aisyah ragu-ragu.
Rafael mengerutkan keningnya ada ada saja singkatan anak jaman now, siapa yang dikira merebut pacar orang gumamnya dalam hati.
"Maksudnya siapa yang mau merebut pacar orang, Shifa?" tanya El lagi mendekati Shifa.
"Itu kak, kak Cello mengapa jemput Ais, bagaimana dengan kak Norma?" jawab Shifa ragu-ragu.
"Emang Cello tidak cerita sama kamu Ais?" tanya Rafael sambil berjalan menuju pintu restauran.
"Cerita apa kak?" jawab Aisyah singkat.
Datang Cello menyusul mereka bertiga dengan sedikit berlari dan berada di samping Rafael sedangkan Shifa berjalan berjajar sedang Aisyah.
"Elo kagak cerita sama Aisyah tentang Norma, bro?" tanya Rafael berbisik di telinga Cello.
"Belum, dari tadi dia diam aja, seperti menjaga jarak ama gue" cerita Cello sedikit kesal.
"Dasar b*d*h Aisyah kan belum tahu kalau elo sudah putus dengan Norma, makanya dia memilih menjaga jarak" nasehat Rafael memukul pundak Cello.
"Betul juga ya, pantes aja dia diam aja, kemarin juga saat dia di Singapura jarang sekali menjawab pesan WA gue" celetuk Cello dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Masuk dalam restauran, mencari meja kosong, Rafael menarik kursi untuk Shifa saat sampai di meja makan yang masih kosong
__ADS_1
"Duduklah" sambil tersenyum Rafael menarik kursi untuk Shifa.
"Terima kasih kak" Shifa ikut tersenyum dan duduk di kursi diikuti Rafael duduk di sebelah Shifa.
Cello akhirnya juga mengikuti Rafael menarik kursi untuk Aisyah "Duduklah Aisyah silahkan" memberikan senyum terbaiknya.
"Terima kasih kak Cello" dengan malu-malu Aisyah duduk perlahan, Cello juga duduk di samping Aisyah.
Memesan menu makanan pagi menjelang siang karena waktu menunjukkan pukul sebelas siang, ayam bumbu asam manis, dan ikan mas bumbu saus lada hitam ditambah nasi panas membuat selera makan menjadi lebih nikmat.
"Shifa mau tambah lagi?" tawar Rafael melirik piringnya yang hampir habis.
"Tidak kak, terima kasih, sudah kenyang, kak El saja yang tambah" tolak Shifa tersenyum manis dengan hati yang menghangat.
"Cello tadi katanya elo laper berat gara-gara tidak sempat sarapan, ini tambah kalau perlu di habiskan, sayang mubazir!" perintah Rafael memberikan piring yang berisi ayam bumbu asam manis.
"Kok tidak sempat sarapan kak, kenapa?" tanya Aisyah penasaran dengan memandangi wajah Cello yang sendu.
"Itu gara-gara takut tidak bisa bertemu dengan elo Aisyah" celoteh Rafael memiringkan kepalanya dan mengedipkan matanya kepada Cello yang masih konsentrasi makan dengan lahap.
"Kok bisa?" tanya Aisyah lebih heran lagi, pasalnya Aisyah berfikir seharusnya dia menghabiskan waktu bersama dengan kekasihnya bukan menjemput dirinya.
"Bukannya kak Cello seharusnya menghabiskan waktu dengan----?" ucap Shifa tidak jadi dilanjutkan karena Rafael yang memberikan kode dengan menggelengkan kepalanya.
"Dengan Norma maksudnya, gue sudah putus satu bulan yang lalu dengan wanita ****** itu" jawab Cello ketus dan terlihat kesal karena menyebut nama wanita yang membuat muak dalam hatinya.
Aisyah dan Shifa kembali kaget, saling pandang seolah keduanya ingin bertanya apa yang sedang terjadi dengan hubungan Cello dengan Norma.
"Nanti aja aku ceritakan" bisik Rafael di telinga Shifa dan melirik kearah Cello.
"Tidak usah bisik-bisik gue dengar" celetuk Cello masih kesal, selalu membuat hatinya memburuk jika mengingat wanita cantik tetapi tidak memiliki akhlak yang baik.
Rafael memanggil pelayan untuk meminta bill dan membayar makanan yang sudah di pesan dengan menggunakan uang kes.
"Ais pulang ke panti asuhan atau mampir ke apartemen terlebih dahulu?" tanya Shifa berdiri ingin keluar dari restauran.
"Saya pulang saja, ini sudah di tanyakan sama bunda, baru saja bunda mengirim pesan" jawab Aisyah cepat.
"Baiklah salam buat bunda, terima kasih sudah membantu saya" Shifa memeluk Aisyah dengan erat dan berbisik di telinganya "Sekarang ada peluang untuk mendapatkan si doi, berjuanglah".
"Jangan terlalu berharap Shifa, aku sudah mulai ikhlas, jangan beri aku PHP" ucap Aisyah dengan lirih bahkan terdengar oleh Rafael dan Cello.
__ADS_1
"Shifa ayo pulang, biar Cello yang antar Aisyah pulang" Rafael berjalan keluar ruangan dengan menarik tangan Shifa.
"Kak Cello, saya pulang naik mobil online saja, tidak usah repot-repot, permisi" Aisyah berjalan meninggalkan Cello yang masih duduk di tempatnya sedang konsentrasi membaca di handphonenya.
"Aisyah tunggu sebentar!" Cello berdiri badan berlari mendekati Aisyah.
Mobil Rafael sudah berjalan meninggalkan parkiran menuju jalan raya saat Aisyah baru tiba di samping Mobil Cello yang masih terparkir rapi disana.
Aisyah berdiri di belakang bagasi Mobil menunggu Cello membukakan bagasinya agar bisa mengambil koper dan kardus yang berisi oleh oleh dari Shifa untuk para adik yang masih sekolah.
"Ayo masuk Ais, aku yang akan mengantar kamu pulang" perintah Cello membukakan pintu mobil Cello bagian depan.
"Maaf kak, aku pulang sendiri aja, jangan repot-repot, takutnya nanti ada yang marah" Asiyah masih bersikukuh ingin pulang sendiri.
"Mau aku gendong masuk mobil, atau
Jalan sendiri masuk mobil?" kesal karena Aisyah menolak untuk diantar pulang hanya karena takut ada yang marah jika dia diantar pulang.
"Tapi kak, saya... saya--?" terbata bata Aisyah mencoba menolak secara halus agar Cello tidak perlu mengantarkan untuk pulang.
"Masuklah!" akhirnya Cello menarik tangan Aisyah dengan paksa dan mendorong masuk di dalam mobil, menutup pintu, memutari mobil dan masuk serta mengendarai mobil itu dengan cepetan lumayan cepat, hatinya merasa nyeri teringat penghianatan Norma.
Dalam lima belas menit kecepatan mobil dalam kecepatan tinggi, Aisyah hanya diam dan memejamkan matanya karena takut tetapi tidak berani mengatakan kepada Cello yang emosi, setelah Cello melihat wajah Aisyah yang ketakutan, baru sadar seharusnya tidak harus emosi, Aisyah tidak tahu apa-apa, akhirnya Cello mengurangi kecepatan mobilnya, sesekali melirik wajah Aisyah, mobil dalam kecepatan sedang Aisyah kembali membuka mata dan menengok kearah Cello, ternyata wajahnya sudah mulai berubah dengan menyunggingkan senyuman walaupun tidak terlihat
Ada taman kota dipinggir jalan, Cello menghentikan mobilnya disana, membuka sabuk pengaman, duduk menghadap kearah Aisyah yang masih diam saja.
"Maaf, maafkan aku" ucap Cello lirih sambil memegangi kedua telinganya.
"Kakak salah apa, kenapa harus minta maaf?" pandangan mata Aisyah awalnya kearah pintu, spontan melihat Cello yang sedang memegangi kedua telinganya.
"Seharusnya aku tidak melampiaskan emosiku saat bersamamu, tetapi aku tidak bisa mengontrol diri jika mengingat wanita ****** itu" emosi Cello mulai lagi saat mengingat Norma.
"Maksud kakak Cello apa sih, aku tidak faham?".
Akhirnya Cello menceritakan tentang kejadian satu bulan yang lalu saat putus dengan Norma dan menceritakan siapa sebenarnya Norma, Cello juga bercerita jika dia berpacaran selama satu tahun ini tidak pernah melebihi dengan norma agama.
Aisyah hanya mengangguk saja saat Cello bercerita tanpa menyela cerita Cello, tidak tahu harus berkata apa, bahkan memberikan nasehat pun Aisyah tidak berani.
"Sebaiknya kakak beristirahat, jangan terlalu stres, nanti jadi sakit" nasehat Aisyah singkat.
"Terima kasih kita lanjutkan perjalanan ya, maaf sekali lagi".
__ADS_1