
Hampir satu Minggu ini hubungan Rafael, Shifa berjalan dengan lancar, dengan kirim pesan WA ataupun vedio call, karena prosesi pemakaman sesuai dengan keyakinan bibi pengasuh pemakaman baru di lakukan setelah lima hari, dan selama itu pula Shifa berada di kediaman bibi pengasuh bersama keluarganya.
Dengan Aisyah dan Agnes juga berjalan dengan lancar walaupun hanya lewat pesan WA dan vedio call juga, Agnes juga bercerita jika sudah menemukan aunty Ara walaupun belum menyadari jika itu adalah ibu kandung dari sahabat pacarnya sendiri yaitu ibunya Cello, tetapi Agnes sengaja tidak menceritakan lewat pesan atau vedio call, akan menceritakan jika Shifa kembali ke Indonesia.
Setelah dua hari prosesi pemakaman bibi pengasuh berlalu, Shifa di jemput paksa oleh uncle Agus, di paksa tinggal di rumah utama, Shifa menolaknya dengan keras, beralasan tidak ingin bertemu dengan Papi, uncle Agus bercerita jika Papi masih berada di Eropa untuk berobat.
Hari ini dengan terpaksa Shifa harus tinggal di rumah utama yang sudah empat tahun ini dia tinggalkan, saat perjalanan antara rumah bibi pengasuh dan rumah utama milik Papi Thora Shifa masih sempat mengirim pesan WA kepada Aisyah.
"Ais, hari ini saya terpaksa harus tinggal di rumah Papi Thora, di paksa oleh uncle Agus, Papi masih di Eropa, uncle Agus pulang ke Singapura hanya untuk menjemput paksa saya, jika setelah ini saya tidak bisa menghubungi kamu atau kamu tidak bisa menghubungi saya, kamu tahu kan apa yang harus dilakukan"
Setelah mengirim pesan WA kepada Aisyah, sengaja Shifa menghapus pesan itu, seolah sudah mempunyai firasat apa yang akan terjadi, sampai di rumah utama Shifa di sambut oleh bibi pengasuh baru yang akan membantu Shifa, beserta bodyguard yang dulu sering mengawal dirinya sebelum kuliah di Jakarta.
Sampai di rumah betul saja handphone disita, hanya dompet dan kartu identitas saja yang di berikan oleh uncle Agus, bahkan kartu ATM juga ikut di sita, untungnya kartu ATM yang isinya hasil penghasilan dari Mami Fatty tidak di letakkan di dompet itu, kebetulan habis di gunakan sebelum di jemput olehnya jadi kartu itu masih berada di saku celananya yang dua kenakan.
Bersamaan dengan handphone Shifa di sita, bersamaan Rafael, Cello dan Kanno mendapatkan tugas ke Thailand selama empat hari dari agen rahasia pemerintah.
Aisyah menjadi seperti kebakaran jenggot setelah lost Contact karena tidak bisa menghubungi empat orang sekaligus dalam waktu empat hari ini, Agnes yang mengetahui ke beredaan ketiga kekasih hanya diam seribu bahasa tidak berani mengungkapkan karena memang sudah di sumpah oleh komandan Conan.
Sedangkan empat hari ini Shifa di paksa selalu menandatangani berkas yang tidak tahu apa isinya, jika tidak di lakukan akan di ancam untuk tidak boleh keluar rumah untuk selamanya, diancam juga tidak akan di berikan uang untuk kebutuhan sehari-hari, sebenarnya Shifa tidak perduli diancam tidak di berikan uang, tetapi uncle Agus selalu mengancam akan tidak memberikan gaji untuk para bibi dan bodyguard yang sedang bekerja.
Shifa tidak ingin di curigai jika memiliki uang selain dari Papi Thora, untuk sementara Shifa hanya bisa bertahan dan bertahan sambil mencari celah bagaimana bisa keluar dari rumah atau keluar dari cengkeraman tangan uncle Agus.
Beberapa kali ingin meminjam handphone kepada bibi dan bodyguard yang bekerja di rumah utama tetapi mereka juga tidak memberikannya dengan alasan jika sedang bekerja di larang menggunakan handphone.
__ADS_1
Hari ini uncle Agus memiliki agenda terbang ke Aceh untuk menyelesaikan kasus yang masih menggantung selama dua bulan ini.
"Shifa persiapkan dirimu kita akan terbang ke Aceh untuk menyelesaikan kasus yang belum selesai" ucap uncle Agus dengan tegas berdiri di depan pintu kamar Shifa setelah pintu terbuka dan ada empat bodyguard yang berdiri di luar pintu kamar Shifa.
Dengan malas Shifa menanggapi perintah uncle Agus, tetapi setelah mengingat Aceh adalah bagian dari Indonesia, Shifa langsung memiliki ide untuk bisa merencanakan sesuatu nanti disana.
"Untuk berapa hari uncle, saya packing baju?"
"Sekitar satu Minggu, cepatlah siang ini kita berangkat"
"Baik uncle"
Selain Shifa mempersiapkan baju untuk satu Minggu Shifa membawa wig warna classic blue dan makeup yang pernah dia pakai saat di Indonesia serta sepatu high heels juga.
Pasport Shifa masih di pegang oleh uncle Agus, Shifa hanya memegang KTP asli dan kartu keluarga itupun hanya fotokopi, uncle Agus juga belum menyadari di KTP dan pasport Shifa agamanya sudah berganti Islam.
Ternyata dari kota Aceh Shifa dan uncle Agus masih harus menempuh perjalanan menggunakan mobil selama hampir empat jam sampai di daerah pegunungan dan penduduk yang masih jarang.
Dengan terpaksa Shifa tinggal sebuah barak atau mes yang sangat sederhana, hampir dua hari uncle Agus meninggalkan Shifa tanpa ada kabar sama sekali, Shifa mengenali dan mengeksplor daerah sekitar dengan hati-hati, walaupun Shifa tidak di awasi oleh bodyguard tetapi daerah itu sangat terpencil akan sangat sulit keluar dari daerah itu, hanya ada satu pasangan suami istri yang membantu Shifa saat beraktivitas.
Tetapi sayangnya pasangan suami istri itu tidak memiliki handphone atau alat komunikasi yang bisa di gunakan untuk menghubungi Aisyah ataupun Rafael, ini sudah hampir sepuluh hari sejak handphone Shifa di sita oleh uncle Agus.
Siang hari ini sengaja Shifa ikut Mak cik (panggilan untuk orang yang membantu Shifa selama di barak) pergi ke ladang untuk menyusul Pak cik mengirim makan siang, tetapi menu makan siang yang dibawa Mak cik lumayan banyak sekitar untuk lima orang, karena jumlah menu makanan itulah Shifa mencurigai ada lagi orang yang tinggal selain dirinya dan satu pasang suami istri yaitu Mak cik dan Pak cik.
__ADS_1
Mak cik bercerita jika ladangnya berada di atas bukit setelah melewati sungai, setelah satu jam berjalan kaki, Shifa dan Mak cik sampai di sungai.
"Mak cik, airnya jernih sekali" pekik Shifa senang sambil mencipratkan air itu ke segala arah.
Mak cik hanya menggelengkan kepalanya, merasa bahagia melihat Shifa bahagia dan tersenyum padahal selama tinggal di barak gadis itu selalu murung.
"Kamu disini saja ya nak, Mak cik keatas sebentar mengirim makanan untuk Pak cik" ucap Mak cik melangkah menyeberangi sungai perlahan, airnya memang tidak terlalu deras hanya sekitar dua puluh cm tetapi airnya sangat jernih dan segar.
"Ya Mak cik, aku tunggu di sini saja" Shifa masih bermain air berlari kecil dan mengayunkan tangannya mencipratkan air ke seluruh tubuh dan daerah sekitarnya.
Tetapi setelah Mak cik berjalan agak jauh, Shifa mengikuti Mak cik dari belakang dan menyapu seluruh area itu dengan kedua matanya dengan tajam.
Sampai Mak cik berhenti di sebuah gubug kecil ada sekitar lima orang mendekati Mak cik, diantara mereka ada uncle Agus juga berada disana, Shifa hanya mengawasi mereka dengan teliti, tetapi alangkah terkejutnya Shifa melihat tanaman yang ada di sekitar gubug adalah barang terlarang, dengan mengendap-endap Shifa mengitari daerah itu hanya ingin mengetahui ada sekitar berapa luas dan jumlah pohon yang sudah di taman dan jumlah yang sudah di panen.
Sampai di pinggir jurang jauh dari gubug Shifa menghentikan langkahnya saat melihat ada dua orang lagi yang memakai pakaian berbeda dengan orang yang ada di gubug tadi, setelah Shifa perhatian secara khusus wajah mereka bukan orang Melayu atau orang Indonesia, melainkan orang kulit hitam.
Tetapi setelah ingin berbalik badan Shifa kepergok oleh kedua orang berkulit hitam itu terpaksa harus menghadapi mereka dengan berkelahi.
Satu lawan dua tidak bisa di hindari oleh Shifa dengan sekuat tenaga Shifa melawan orang yang berbadan tinggi tegap itu.
"Hyaaaaaat bhuuuuk"
"Come on baby, I like your style!!" dengan sedikit menyeringai dua orang laki-laki itu kembali menyerang Shifa, tanpa sengaja salah satu laki-laki berkulit hitam itu menarik kalung yang Shifa kenakan, kalung bertuliskan CL itu terputus dan menggelinding jatuh ke jurang.
__ADS_1
"Oh no, kak CL ku, no...no...kak CL" teriak Shifa dengan keras tanpa memperdulikan keadaan sekitar Shifa langsung mengejar cincin yang menggelinding ke jurang.
"Shifa....... Shifa...." ada suara yang tidak jauh dari sana memanggil namanya.