My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 103


__ADS_3

“Malam itu aku memaksa orang yang ku seret masuk ke dalam kamar hotel untuk bercinta denganku. Sungguh, dalam halusinasiku, dia adalah kau. Aku menyetubuhinya dengan brutal dan ku lakukan lebih dari satu kali.”


“Aku sangat yakin jika dia kesakitan malam itu. Tapi ekstasi membuat hasratku semakin bersemangat untuk bercinta. Pada awalnya, wanita itu sudah menolak, tapi aku terus memaksa.”


“Malamku pada saat itu tak terkendali. Sampai efek narkoba yang aku konsumsi hilang, barulah aku tersadar jika yang ku setubuhi bukan calon istriku, tapi kakaknya. Selena.”


“Ini bukan kesalahan kakakmu, jadi kau jangan menyalahkannya. Dia adalah korbanku, bahkan karena kebrutalanku saat bercinta dengannya, sampai membuat Selena harus ku larikan ke rumah sakit akibat aku bermain terlalu kasar.”


“Stop!” pinta Alceena dengan suara yang terdengar sedikit bergetar. Bukan dia ingin menangis, tapi justru semakin kesal dan marah dengan Brandon saat mendengarkan cerita kebrutalan mantan calon suaminya terhadap kakaknya.


Brandon menuruti permintaan Alceena. Padahal masih banyak yang belum dia sampaikan. “Kenapa? Aku belum selesai cerita. Tadi kau memintaku untuk menjelaskan semuanya. Sekarang justru kau memintaku berhenti di tengah jalan.”

__ADS_1


Alceena menghirup udara dalam-dalam, mengeluarkan secara perlahan untuk menetralkan amarahnya yang mulai berada di puncak. Tapi sulit sekali, hatinya terlalu kesal dengan perlakuan Brandon pada kakaknya.


“Dariush, aku ingin menghajarnya. Pasti Selena tak tega membuat si Pecundang ini babak belur, maka aku mau dia merasakan sakit juga seperti yang dirasakan oleh kakakku. Walaupun tak akan sama, setidaknya aku ingin memberi dia pelajaran.” Karena Alceena tak bisa meluapkan amarah disaat ada Dariush yang selalu mencegahnya agar tak emosi, lebih baik dia meminta pada sang pria yang rela menggantikannya untuk melakukan apa pun.


“Sesuai keinginanmu, Sayang.” Sebelum melakukan permintaan Alceena, Dariush mencium pelipis wanitanya. Dia berdiri dan langsung menatap tajam pada Brandon yang mulai menghindarinya.


“Aku tak memiliki masalah dengamu, jadi jangan menyakitiku karena aku tak pernah mengusik keluarga Dominique,” pinta Brandon seraya kaki mengayun ke belakang agar dia tak tertangkap oleh Dariush.


“Maaf, Dariush, aku masih menyayangi tubuhku. Jadi, lebih baik aku permisi keluar.” Brandon sudah yakin jika pria yang sedang mengincarnya tersebut akan menghajarnya. Itu tak boleh terjadi. Dia segera menghampiri pintu untuk dibuka.


Dariush yang melihat Brandon ingin melarikan diri darinya pun hanya menyunggingkan senyum. “Pergilah jika kau bisa.” Dia justru semakin menantang.

__ADS_1


“Yang benar saja, Dariush! Urusanku dengannya belum selesai, jangan kau usir pecundang itu!” pinta Alceena. Dia berdecak kesal kala Brandon sudah meninggalkan ruangan VIP di mana dirinya berada.


“Tenang, Sayang. Dia tak akan bisa keluar dari restoran ini. Kita tunggu saja,” sahut Dariush seraya mengelus puncak kepala Alceena agar tak khawatir.


Alceena menaikkan sebelah alis dengan bingung. “Bagaimana bisa? Ini tempat umum dan semua pengunjung bisa keluar masuk sesuka hati.”


“Memang tempat umum, tapi restoran ini adalah salah satu cabang milik keluargaku. Dan saat reservasi, aku sudah meminta sekretarisku untuk menaruh pengawal di dalam restoran. Mengantisipasi jika dia akan kabur saat tak kuat menghadapi kemarahan ibu hamil satu ini,” jelas Dariush seraya mendusel di tubuh Alceena.


...*****...


...Brandon stres! Minum alkohol aja kadang dah oleng, tambah ekstasi makin ngefly dah tu. Cari perkara emg ni laki satu...

__ADS_1


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...


__ADS_2