My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 11


__ADS_3

Alceena mengerjapkan mata seraya memijat pelipis yang terasa pusing. Semalam dia pulang dini hari karena menghabiskan waktu di club untuk menyegarkan pikiran dari teka-teki dibalik rumor yang memusingkan otak.


“Jam berapa ini?” gumam Alceena. Tangan memencet tombol untuk menghidupkan lampu dan mata bisa melihat waktu pada jam digital yang ada di atas nakas.


“Untung baru jam setengah tujuh, masih ada waktu untuk bersiap ke kantor.” Alceena pikir karena tidur dalam kondisi mabuk akan membuatnya kesiangan. Ternyata kehidupan di alam mimpinya membuat dia memilih terbangun daripada terlelap menikmati moment pernikahannya dengan Dariush.


Tangan Alceena menyibakkan selimut tebal hingga memperlihatkan tubuh seksi yang terbalut bikini berwarna hitam. Berjalan dengan santai ke kamar mandi yang ada di dalam sana. Membersihkan tubuh di bawah guyuran air shower. Dan segera bersiap dengan setelan kerjanya.


Kemeja ketat berwarna merah maroon yang dua kancing atas sengaja terbuka, dan dimasukkan ke dalam rok hitam span yang panjangnya hanya menutupi sampai setengah paha saja, sudah melekat di tubuh Alceena. Membuat penampilan wanita itu terlihat seksi seperti biasa, karena memang seorang Alceena lebih percaya diri dengan pakaian yang terbuka dibandingkan sedikit tertutup seperti kembarannya.


Suara hentakan heels yang menuruni anak tangga pun menggema di mansion Pattinson. Alceena segera bergabung dengan keluarganya yang sudah bersiap untuk sarapan.


“Selena dan Aldrich belum pulang dari urusan kerja mereka?” tanya Alceena yang masih belum mendapati dua saudara tirinya ada di mansion.

__ADS_1


“Belum, mungkin urusannya masih banyak,” jawab Mama Gwen seraya mengambil roti dan salad ke atas piring.


Alceena hanya berohria dan tidak menanggapi lagi. Pertanyaannya tadi hanya sebatas ingin tahu saja.


Mereka pun sarapan dengan tenang dan tidak ada yang mengungkit insiden kemarin. Sebab, Alceena terlihat baik-baik saja, sehingga membuat mereka juga tak khawatir dengan mental salah satu keturunan Pattinson itu.


“Aku berangkat ke kantor dulu,” pamit Alceena setelah menyelesaikan sarapannya.


“Kau tidak jadi mengambil cuti?” tanya Papa Danzel yang sudah siap untuk menggantikan putrinya mengelola perusahaan untuk sementara waktu.


“Ceena, aku berangkat bersamamu, ya? Supirku tidak bisa datang hari ini karena anaknya sakit,” pinta Cathleen sebelum Alceena mengayunkan kaki.


“Iya, ayo berangkat sekarang,” ajak Alceena. Dia melangkahkan kaki mendahului Cathleen.

__ADS_1


Danzel Pattinson memberikan anak perusahaan dengan fokus bisnis yang berbeda-beda untuk masing-masing putra dan putrinya, bahkan termasuk dua anak sambungnya juga. Tujuannya agar mereka bisa hidup mandiri setelah dia tiada dan tidak saling iri atau saingan satu sama lain. Namun, perusahaan pusat Patt Group hanya dia berikan pada Madhiaz, putranya.


Alceena sudah duduk di kursi kemudi. Dia tidak suka memakai supir seperti Cathleen, lebih seru dan menantang jika mengendarai sendiri. Menghidupkan mesin dan melihat ke arah luar seraya menurunkan kaca. “Cath, jalannya dipercepat sedikit, perusahaanmu dan aku berlawanan arah!” teriaknya.


“Iya, sebentar.” Cathleen yang mendengar kembarannya sudah berteriak pun segera berlari dari dalam mansion dan duduk di samping Alceena.


Alceena langsung melesatkan kendaraan roda empatnya dengan cepat.


“Apa kau sudah berhasil menyelesaikan masalahmu?” tanya Cathleen mencoba mencari obrolan agar perjalanan tidak terlalu sunyi.


...*****...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan kirim hadiah sebanyak-banyaknya ya bestie....

__ADS_1


...Sengaja buat kalian pusing bestie dengan karakter tokoh yang semuanya mencurigakan wkwkwk biar aku ga pusing sendirian....


__ADS_2