
Mendengar nama Dominique disebut, Alceena langsung mengedarkan pandangan ke seluruh lounge. Dan sorot matanya berhenti pada salah satu meja yang jauh berada di balik punggungnya, di mana ada tiga orang pria sedang duduk di sana. Danesh, Delavar, dan Dariush nampak sedang mengobrol.
Alceena berpindah posisi duduk menjadi di kursi yang tadinya ditempati oleh Brandon, dan kini kosong karena mantan calon suaminya sedang menuju ke arah tiga anak Tuan Dominique. Dia sengaja agar bisa memandangi Dariush dari kejauhan.
Bibir Alceena terus tersenyum seraya tangan mengelus perut. “Walaupun dia tak menatap ke arahku, tapi melihat wajahnya dari kejauhan membuatku nyaman. Apakah mungkin Dariush diam-diam mengutukku agar selalu merindukannya?” gumamnya menyeletuk secara asal.
Tak bosan Alceena memandang Dariush. Dan kini tiba-tiba pria itu menatap ke arahnya dengan wajah datar. Alceena langsung menganggukkan kepala seraya mengulas senyum seolah sedang menyapa.
Tapi tak ditanggapi oleh Dariush. Sebab, ada Danesh dan Delavar yang selalu mengingatkan padanya agar kuat meneruskan sandiwara.
“Tahan, Dariush. Jika dia merindukanmu, pasti akan datang ke pelukanmu,” tegur Delavar dengan berbisik. Tahu betul jika kembarannya pasti sudah gatal ingin menghampiri Alceena.
Tiga putra Tuan Dominique itu memang sengaja duduk di lounge di mana Alceena berada, karena keinginan Dariush yang terbakar cemburu saat tak sengaja memergoki Brandon Brooks sedang bersama anak kedua Pattinson.
__ADS_1
“Tapi aku sangat ingin tahu, apakah dia tersiksa saat mengandung anakku? Rasanya ingin menemani di masa kehamilannya,” balas Dariush tanpa mengalihkan pandangan mata dari Alceena. Keduanya saling bertemu pandang dari kejauhan, mengobati sedikit rindu yang sudah menggunung.
“Tenang, biasanya orang hamil ada yang ingin dekat dengan Daddy anaknya. Kau berdoa saja semoga Alceena seperti itu,” tutur Danesh. “Tapi ingat, jangan mengejarnya. Biarkan dia merasakan kehilanganmu sampai meruntuhkan gengsinya sendiri. Kau cukup mendalami peran sebagai pria acuh.”
Dariush menghela napas pelan. “Sampai kapan aku harus menyiksa diri seperti ini? Setiap hari dihantui rasa penasaran. Apakah dia sehat? Anakku menyusahkannya atau tidak? Gizinya tercukupi atau tidak?”
Delavar yang duduk di samping Dariush pun mendaratkan tangan di pundak kembarannya. Memalingkan wajah Dariush agar berhenti menatap Alceena lagi. “Sebentar lagi, aku yakin jika dia mulai menyukaimu jika dilihat dari gelagatnya, kau harus kuat menahan rindu.”
“Tuan, maaf. Ada apa mencariku?” Brandon yang sedari tadi sudah berdiri di dekat keturunan Dominique pun mengajukan pertanyaan karena tak kunjung diajak bicara.
“Duduklah!” titah Dariush seraya menunjuk kursi kosong di samping Danesh.
Brandon pun mengikuti perintah keluarga yang sangat berkuasa dalam bisnis itu.
__ADS_1
“Apa yang kau bicarakan dengan Alceena?” Dariush langsung bertanya pada intinya.
“Aku hanya meminta maaf saja atas kejadian saat membatalkan pernikahanku,” terang Brandon dengan jujur.
Dariush menyunggingkan senyum sinis. “Untuk apa kau meminta maaf? Masih memiliki rasa dengannya?”
Brandon sedikit mengaggukkan kepala. “Tentu saja, Tuan. Satu tahun kami menjalani hubungan, pasti ada sedikit rindu dan sisa rasa yang belum hilang.”
Seketika itu Dariush langsung menatap tajam Brandon. “Kau jangan pernah bermimpi untuk kembali dengannya! Semua yang terjadi saat itu adalah kesalahanmu. Jika kau sampai tak tahu malu mengajak balikan Alceena, ku bongkar rahasiamu!” ancamnya dengan nada penuh penekanan.
...*****...
...Si Dariush udah cemburu duluan sebelum buat Alceena cemburu wkwkwk...
__ADS_1
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...