My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 181


__ADS_3

Demi mendapatkan kata maaf dan supaya Alceena mau berbicara lagi dengannya, Dariush pun mengikuti saran dari sang Daddy. Pilihannya jatuh pada meminum racun, tapi tak sungguhan. Dia terpaksa mencari suatu bahan yang tidak terlalu mematikan untuk dijadikan media pengganti racun.


“Bagaimana caranya agar sandiwaraku sangat meyakinkan? Kalau pura-pura langsung pingsan, pasti Alceena tak akan percaya,” gumam Dariush sembari menyangga kepala yang terasa bingung.


Lumayan lama Dariush mencari ide, dia sampai melihat referensi pasa cuplikan video di youtube. “Selian kejang-kejang, berarti aku harus mengeluarkan busa dari mulut.”


Berbicara sendiri, dijawab anggukan kepala sendiri oleh Dariush. “Busa buatan itu dapat dari mana? Tidak mungkin sabun, ‘kan? Baunya terlalu wangi, mana percaya Alceena kalau aku keracunan.”


Lagi-lagi Dariush harus memutar otak. Sampai kedua tangan mengacak-acak rambut sendiri. “Lama-lama ku minum racun sungguhan kalau gemas,” lirihnya berucap karena tak mau rencana terdengar sampai ke kamar di mana Alceena berada.


“Aku sulit berpikir karena dalam posisi duduk, mungkin kalau sambil berdiri dan menghirup udara segar akan membuat otak mudah mendapatkan ide,” tutur Dariush. Pria itu melepaskan pantat dari sofa, dan memilih untuk keluar dari chalet.


Dariush terus mengayunkan kaki sampai tak terasa hingga ke danau, tempat terakhir kali keluar bersama Alceena. Dan tiba-tiba ide muncul begitu saja.


“Lupakan tentang racun, sepertinya lebih bagus kalau aku tenggelam ke danau.” Dariush mengulas senyum dengan wajah yang akhirnya tak menunjukkan pusing seperti tadi lagi.

__ADS_1


Mata Dariush menyapu ke arah sekitar, dia harus meminta pertolongan salah satu orang untuk memberitahukan pada Alceena kalau dia tenggelam.


Dariush berjongkok di hadapan sepasang kekasih yang sedang berlibur juga di sana. “Maaf mengganggu.”


“Ya?” Pria yang duduk bersama wanita itu membalas dengan ramah.


“Boleh aku minta tolong?” pinta Dariush.


“Selagi bisa, akan kami tolong,” sahut wanita berpakaian sedikit terbuka.


“Jadi, aku sedang bertengkar dengan kekasihku dan ini sangat rumit, serta tak bisa ku ceritakan pada kalian,” ungkap Dariush.


“Aku ingin berbaikan dengan dia, tapi menggunakan cara yang sedikit ekstrim, dengan berpura-pura tenggelam ke danau, dan tolong kau beritahukan pada kekasihku yang sedang berada dalam chalet itu.” Dariush menunjuk rumah kayu yang dia sewa. “Yang paling kecil dari semua penginapan di sini.”


Sepasang kekasih tersebut mengikuti arah tunjuk Dariush, dan mengangguk paham. “Kalau hanya itu, kami bisa membantu.”

__ADS_1


“Boleh kekasihmu saja yang ke sana? Mereka sama-sama perempuan, mungkin akan lebih percaya,” pinta Dariush lagi pada pria yang sepertinya lebih tua dari dirinya.


Pria itu mengangguk dan mengelus punggung kekasihnya agar segera menuju chalet yang dimaksud.


Setelah melihat wanita tersebut berjalan menuju penginapan, Dariush kembali menatap pria di hadapannya. “Apa kau bisa menyelam tanpa bantuan oksigen?”


“Bisa, tapi hanya sampai delapan meter, selebihnya aku tak kuat.”


“Nah, tolong kau bantu selamatkan aku keluar dari danau, bagaimana?” Banyak sekali permintaan Dariush. “Tenang, nanti akan aku berikan imbalan pada kalian, tapi dompetku ada di chalet,” imbuhnya agar pria itu mau totalitas membantu sandiwaranya.


“Oke, aku akan membantumu.”


Dariush pun bisa mengulas senyum tipis yang menunjukkan rasa puas.


Sementara itu, wanita yang bertugas untuk memberitahukan pada Alceena pun sampai juga di chalet yang dimaksud. Dia segera mengetuk pintu kayu sekeras mungkin.

__ADS_1


...*****...


...Kayanya ni Dariush sama Alceena lebih cocok jadi pasangan tukang drama deh. Sandiwara mulu kerjaannya....


__ADS_2