My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 110


__ADS_3

Delavar sengaja menyunggingkan senyum menggoda ke arah Dariush. Apa lagi kembarannya sudah bisa menangkap arti dari satu kali kedikan alis yang dia layangkan. Dalam hatinya tertawa terbahak-bahak kala melihat wajah anak kedua di keluarga Dominique itu sedang memelototinya seolah memberikan peringatan agar tak sembarangan berbicara dengan Alceena.


Tapi, bukan Delavar namanya kalau tak mengerjai kembarannya. “Jadi, anakmu itu—” Ucapannya terputus karena ada suara yang tiba-tiba menyahut.


“Sudah kami anggap sebagai keponakan, karena kau telah menginjakkan kaki di mansion Dominique. Artinya kau sudah bersedia menjadi bagian dari keluarga kami.” Danesh baru saja datang dari kamarnya setelah mengurus dua anaknya yang sangat aktif. Dia melihat wajah Dariush dari kejauhan yang menatapnya seolah meminta bantuan agar menghentikan Delavar yang hendak mengungkap rahasianya.


Untung saja masih memiliki saudara seperti Danesh yang pengertian dan bisa membaca situasi, sehingga kini Dariush bisa mulai bernapas lega. Jantungnya yang sejak tadi berdebar karena belum siap mendapatkan respon tak menyenangkan dari Alceena kalau tahu dirinya adalah pendonor saat wanita itu inseminasi, kini sudah mulai kembali normal.


“Ya, seperti itu keluargaku, mereka sangat senang saat aku berhasil berkencan denganmu, setelah sekian lama dimusuhi oleh wanita yang ku cintai,” imbuh Dariush seraya kembali duduk dengan posisi tegak seperti semula.

__ADS_1


Alceena mengangguk paham. Jadi tak bingung lagi kenapa keluarga Dominique sangat hangat padanya yang baru pertama kali masuk ke dalam bagian keluarga itu.


“Tapi kau harus hati-hati dengan Dariush, Ceena. Jangan sampai dibodohi olehnya. Dia itu sangat licik.” Deavenny menyempatkan diri untuk berbisik di telinga Alceena sebelum duduk di sofa yang kosong. Tapi suaranya bisa didengar oleh semua orang yang ada di ruangan itu.


Delavar tertawa dengan ucapan kembarannya. “Benar sekali, jangan sampai kau terkejut dengan kelicikannya yang pasti akan membuatmu naik darah jika mengetahui siapa sebenarnya a—” Dia tak jadi melanjutkan ocehannya yang mulai tak terkontrol kala terlalu senang mengerjai Dariush. Sebab, pria itu justru terpekik akibat merasakan kakinya tiba-tiba diinjak oleh saudaranya yang berjalan lewat di depannya. “Argh ... Danesh! Kau menginjak kakiku!”


“Oh, maaf. Aku memang sengaja karena kau terlalu banyak bicara,” balas Danesh dengan reaksi datarnya. Dia duduk dengan santai seolah tak merasa bersalah dengan Delavar, karena memang adiknya perlu diperingatkan agar tak membuat hubungan Dariush dan Alceena yang mulai membaik itu harus runtuh lagi.


Dariush terkekeh di samping Delavar. “Rasakan, Danesh adalah manusia yang paling sulit untuk kau ajak bercanda. Untung ada dia sebagai penyelamatku.” Dia berbicara dengan suara berbisik.

__ADS_1


“Ck! Kau tertawa di atas penderitaan kakiku,” gerutu Delavar.


“Agar tak sakit sebelah, ku tambah yang satunya.” Dariush menginjak kaki Delavar yang tak sakit. Hingga kembarannya memekik lagi.


“Argh ... Dariush! Kau sialan, sama saja dengan Danesh!” teriak Delavar seraya menyingkirkan kaki kembarannya.


Alceena yang sejak tadi bingung sendiri dengan interaksi anak-anak Tuan Dominique, menaikkan sebelah alis. “Kenapa mereka bertengkar dan saling menyakiti?” Pertanyaan itu keluar dari bibirnya, terdengar sangat polos dan jelas jika belum mengenal dibalik sosok keluarga Dominique.


...*****...

__ADS_1


...Bingung kan kamu Ceena sama keluarga Dominique. Aku juga, mereka terlalu aneh wkwkwk...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...


__ADS_2