My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 121


__ADS_3

Selena tak mungkin menceritakan kejadian yang sesungguhnya. Dia tidak mau orang tuanya membenci Brandon jika tahu pada malam itu dirinya disetubuhi dengan brutal hingga masuk ke rumah sakit. Toh ayah dari bayi dalam kandungannya juga berniat bertanggung jawab dan membantu pengobatannya setelah kejadian tersebut.


“Maaf, aku tidak bermaksud merebut Brandon dari Alceena.” Selena hanya bisa menjawab pertanyaan Mamanya dengan kalimat yang tak menyudutkan siapa pun. Dia menundukkan kepala, memperlihatkan rasa bersalahnya.


“Lalu, bagaimana bisa kau hamil dengan seorang pria yang seharusnya akan menjadi calon adik iparmu?” Mama Gwen lagi-lagi mengajukan pertanyaan. Rasanya dia kecewa dengan dirinya sendiri karena merasa gagal mendidik.


Papa Danzel sampai menggelengkan kepala menghadapi tiga putrinya yang tak beres dalam masalah percintaan. “Sebenarnya kalian ada masalah apa? Beberapa bulan lalu, Cathleen dan Alceena sempat bertengkar karena pria yang sama. Sekarang Selena dan Alceena terlibat dengan orang sama. Dari sekian banyak pria normal di dunia ini, kenapa kalian harus berakhir dengan percintaan yang rumit antar saudara?”


Papa Danzel sampai tak habis pikir dengan keluarganya. Dia selalu mengajarkan hal yang baik pada anak-anaknya. Tapi, kenapa selalu ada saja masalah yang membuat putrinya berdebat masalah cinta.


“Ma, Pa, jangan menyudutkan Selena. Aku tidak ingin mempermasalahkan kejadian yang membuat kakaku sampai hamil. Aku sudah melupakan Brandon Brooks, karena dia memang tak pantas untukku.” Alceena menengahi situasi yang sepertinya sudah mulai membuat orang tuanya menunjukkan wajah kecewa.

__ADS_1


Selena yang sejak tadi dadanya berdebar karena bingung harus menghadapi orang tuanya pun menghembuskan napas lega tat kala Alceena membantunya berbicara. “Terima kasih, Ceena, kau sudah membelaku,” ucapnya dengan mengulas senyum lembut.


Alceena mengerutkan kening dan menatap Selena. “Aku tidak membelamu, hanya tak ingin memperpanjang masalah kehamilanmu saja. Lagi pula aku sudah merelakan Brandon, silahkan jika kau ingin memilikinya.”


Selena mengucapkan terima kasih karena adiknya ternyata memiliki hati yang cukup besar untuk memaafkan kesalahannya. Bahkan dia tak menyangka jika Alceena yang tegas dan keras itu bisa melepaskan dirinya begitu saja.


“Kau yakin baik-baik saja?” tanya Papa Danzel memastikan kondisi hati Alceena.


“Mama senang karena kau bisa menerima kejadian yang menimpa kakakmu dengan lapang dada.” Mama Gwen menghela napas lega. Dia pikir akan ada perdebatan sengit di sana. Ternyata hanya kecemasannya saja.


“Selena kakakku, dan aku tak ingin membuat orang tuaku cemas jika melihat anak-anaknya bertengkar karena seorang pria,” jelas Alceena. “Sebab, bagiku ada hal yang jauh lebih penting daripada mempermasalahkan hubungan Selena dan Brandon,” imbuhnya kemudian.

__ADS_1


Dan memancing keingintahuan Tuan dan Nyonya Pattinson. “Apa?”


“Aku sudah mengetahui dalang di balik rumor diriku yang madul.” Alceena mengalihkan pandangan mata ke arah Selena. Sebelum memberitahukan pada orang tuanya, dia menarik satu sudut bibir pada sang kakak. Dan berhasil memudarkan senyum di wajah Selena.


“Jangan.” Selena mengucapkan satu kata itu tanpa suara. Dia berpikir jika Alceena hendak mengungkap bahwa dirinya adalah sang pelaku yang dimaksud. Karena adiknya memiliki rekaman saat dia mengaku kala diinterogasi beberapa hari lalu.


Namun, Alceena bukan seseorang yang mudah mengampuni kesalahan fatal seseorang. “Pelakunya adalah ayah dari janin yang ada di kandungan Selena. Karena dia merasa bersalah sudah menyetubuhi kakakku, dan ingin bertanggung jawab pada Selena.”


...*****...


...Sabar ya Danzel sama Gwen. Nasibmu dari dulu selalu jelek terus ditangan aku. Udah pernah jadi sadboy sama sadgirl, sekarang keluarganya dibikin ga baik-baik saja. Yah terima nasib aja deh kalian berdua ya...

__ADS_1


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...


__ADS_2