
Tentu saja mudah bagi Alceena untuk menyatu dengan keluarga Dominique. Sebab, mereka menunjukkan sebuah kehangatan yang unik dan tidak sembarang orang bisa mengetahui di balik layar keanehan dari sifat-sifat yang dimiliki oleh seluruh anggota keluarga orang terkaya di Eropa itu.
Oh ... sungguh beruntung sekali nasib Alceena karena dicintai oleh Dariush, sehingga bisa mencontoh bagaimana keluarga Dominique tetap harmonis dan kompak sampai saat ini. Mungkin dia bisa menerapkan pada keluarganya kelak, mengajarkan agar anak-anaknya bisa saling menyayangi dengan cara dan gaya masing-masing.
Setelah bersenda gurau bersama di ruang keluarga hingga waktu hampir menunjukkan siang hari, Mommy Diora mengajak kaum wanita menyiapkan masakan bersama untuk para pria. Kecuali Alceena yang tak dia ajak.
“Kenapa aku tak disebut namanya? Aku juga ingin ikut memasak,” protes Alceena saat melihat Mommy Diora, Felly, Amartha, dan Deavenny berdiri.
“Ceena, bukannya aku tak ingin mengajakmu. Tapi, kau sedang hamil, dan Dariush pasti tak mengizinkanmu untuk berkutat di dapur, bisa saja di sana tiba-tiba lantainya basah akibat air yang mungkin menetes tak sengaja. Anak lelakiku semuanya protektif pada pasangannya.” Mommy Diora mencoba menjelaskan alasannya tak memanggil Alceena saat hendak ke dapur.
“Benar kata Mommyku, lebih baik kau di sini saja bersamaku. Lebih enak karena hanya menunggu makanan matang,” ucap Dariush seraya kian mengeratkan pelukan di pinggul wanitanya.
Alceena mencebikkan bibir dan melengos begitu saja. “Kau sudah seperti Daddy dari anakku saja, protektif sekali pada kandunganku,” gerutunya dengan wajah kesal.
__ADS_1
“Pft ....” Delavar menahan tawanya agar tak pecah karena melihat Dariush yang sedikit mati kutu menghadapi Alceena. “Sudahlah, biarkan saja dia ikut ke dapur. Toh semua yang mereka masak juga menggunakan bahan-bahan mati, bukan singa hidup.”
“Nah benar, kau saja yang terlalu berlebihan,” tutur Alceena seraya mencubit lengan kekar Dariush.
“Oke, tapi cium dulu.” Dariush menaikkan sebelah alis seolah menantang Alceena.
“What?” pekik Alceena seraya menengok ke arah seluruh orang yang ada di ruangan itu. “Di sini ada anggota keluargamu, yang benar saja kau. Dasar gila!” Dia menoyor kepala Dariush karena tak habis pikir dengan sang pria yang tak tahu tempat.
“Memangnya kenapa dengan keluargaku? Kau tak tahu saja jika mereka juga tak memiliki urat malu kalau berhubungan dengan masalah seperti itu,” jelas Dariush.
Mata Alceena melihat pergerakan Tuan Dominique. Dia menyaksikan bagaimana Daddy dari empat anak kembar itu tak memberikan jarak dengan Mommy Diora.
“Ini adalah tutorial mencium pasangan dengan penuh gairah,” ucap Daddy Davis dengan wajahnya yang masih berwibawa walaupun umurnya sudah tua. Tanpa malu, dia menyatukan bibir dengan sang istri, saling bertukar saliva di dalam perang lidah yang menggelora.
__ADS_1
Alceena melongo dan membulatkan mata saat menyaksikan bagaimana Tuan dan Nyonya Dominique memberikan contoh berciuman di depan seluruh anggota keluarga. Seketika dia shock dengan tingkah laku keluarga Dominique.
“Sekarang aku tahu kenapa kau selalu mesum tak kenal tempat, ternyata diturunkan dari Daddymu. Ku kira pengusaha terkaya di Eropa yang terkenal sangat tegas dan berwibawa itu akan dingin dimanapun dia berada. Ternyata tak ku sangka kalau orang tuamu lebih parah,” ucap Alceena berbicara dengan Dariush. Dia sampai menggelengkan kepala karena menghadapi tingkah unik setiap anggota keluarga Dominique.
...*****...
...Shock dah lu Ceen liat tingkah keluarga Dominique kalo lagi sama keluarganya. Kaga punya urat malu semua, kecuali Danesh doang yang normal wkwkwk...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiah bestie...
...*****...
...Cuss mampir yuk ke novel temen aku judulnya “Pilihan yang Tepat” karya author Eypila...
__ADS_1