
Hanya Dariush yang menengok ke belakang, Alceena tidak berniat untuk melihat ke arah sumber suara yang sangat dikenal. Sedangkan Alceena sendiri sedang berdebar-debar jantungnya, takut ketahuan.
“Apa?” tanya Dariush dengan suara yang tidak terdengar antusias untuk mengobrol dengan Cathleen. Bahkan wajah pun dingin beserta mata tajam menyorot kembaran dari wanita yang berdiri di sampingnya.
“Apa itu kekasih barumu?” Cathleen yang penasaran dengan sosok wanita berkaos hitam pun akhirnya bertanya juga. Ingin memastikan apakah masih ada celah untuk dirinya masuk ke dalam hidup Dariush atau tidak.
Cathleen tak mengenali penampilan kembarannya sendiri karena Alceena adalah seorang wanita modis yang selalu memakai pakaian seksi, bukan style seenaknya seperti orang yang ada di samping Dariush. Alas kaki juga pastinya heels walaupun hanya pendek, tidak menggunakan sendal dari hotel seperti wanita yang memunggunginya.
Dariush kian merapatkan tubuh dengan Alceena. Memperlihatkan kemesraan di depan Cathleen. “Ya.”
Cathleen menghembuskan napas kecewa. Namun tak bisa dilihat mimik wajahnya oleh Dariush karena jarak mereka berbicara kurang lebih dua puluh meter. “Apa kau berniat menikah dengan wanita itu?” Lagi-lagi dia memastikan bahwa rasa sukanya harus berhenti atau tetap lanjut.
“Tentu saja.”
Wajah Cathleen mencoba mengulas senyum getir. “Oh, semoga rencanamu menikahinya berhasil,” doanya setengah tulus.
“Hm.” Dariush segera membalikkan tubuh lagi saat lengan merasakan ditarik oleh Alceena untuk berjalan.
Kedua orang itu pun kembali mengayunkan kaki menuju lift.
__ADS_1
Sedangkan Cathleen masih menatap kepergian pria yang dia sukai. “Setidaknya wanita itu bukan kembaranku, jadi tak akan terlalu sakit saat mengetahui hubungan Dariush dengan kekasihnya.” Dia bergumam sendiri, lalu mengetuk pintu kamar Alceena untuk mengajak ke tempat acara.
“Ceena?” panggil Cathleen. Tapi tak mendapatkan sahutan dari dalam. Dia sampai mengulangi sebanyak tiga kali. Namun sama saja.
“Apa Alceena tidur lagi?” pikir Cathleen. Dia hendak memastikan jika kembarannya memang sedang istirahat. Mengeluarkan ponsel dari dalam tas kecil untuk menelepon Alceena. Tapi tak diangkat.
“Apa orang hamil kalau tidur juga menjadi tuli? Sejak kemarin selalu tak mendengar jika aku panggil,” oceh Cathleen seorang diri. Karena dia tak tahu tentang ibu hamil, maka memilih untuk menelepon orang tuanya saja.
“Ya, Cath?” sapa Mama Gwen.
“Ma, apa wanita hamil selalu ingin tidur terus?” Cathleen langsung mengajukan pertanyaan.
“Sejak kemarin, Alceena kalau tidur tak pernah mendengar jika dipanggil. Apakah itu hal wajar?”
“Wajar saja, mungkin dia sedang lelah dan tak ingin diganggu.”
“Oh, tak mungkin terjadi hal yang membahayakan dengannya, ‘kan?”
“Tidak, kembaranmu wanita yang kuat dan bisa mengurus diri sendiri.”
__ADS_1
“Baiklah, kalau begitu aku tak akan mengganggu tidurnya.” Cathleen pun menutup panggilan tersebut. Dia kembali lagi ke ballroom untuk melanjutkan mengikuti acara di sana.
Sementara itu, Dariush dan Alceena sudah sampai di lobby hotel.
“Kenapa kau tadi tak menyapa kembaranmu?” tanya Dariush seraya membukakan pintu mobil yang sudah menunggunya sedari tadi di depan pintu masuk hotel.
“Tak apa, aku sedang malas saja,” kilah Alceena. Dia menyatukan pantat di kursi bagian belakang dan langsung bergeser agar Dariush bisa masuk.
Dariush pun duduk di samping Alceena dan tak lupa menutup pintu kendaraan roda empat itu. “Kenapa? Kalian sedang bertengkar?”
Alceena menyengir, walau hanya terlihat matanya yang menyipit karena mulut tertutup masker. “Bisa dikatakan seperti itu jika aku menyapanya.”
“Ada-ada saja kalian, hidup bersama sejak di dalam rahim masih saja bertengkar saat sudah besar,” omel Dariush yang hampir tak pernah bertikai dengan saudara kembarnya.
...*****...
...Badai terpantau masih sangat jauh, pawang cinta sedang ingin manis-manisan saja, sebelum disuguhkan yang pait-pait wkwkwk. Munich bukan tempat tercyduknya hubungan Alceena dan Dariush, tapi terungkapnya pelaku penyebar rumor....
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...
__ADS_1