My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 118


__ADS_3

Alceena dan Dariush masih berada dalam perjalanan. Rasanya sangat lama sekali sampai ke mansion Pattinson. Sebab, anak Tuan Dominique itu mengendarai pelan sekali, sengaja agar masih bisa berlama-lama dengan sang pujaan hati.


“Apa kau tak bisa lebih pelan lagi mengendarainya?” tanya Alceena dengan maksud sarkas atau menyindir.


“Bisa.” Dariush justru semakin menurunkan laju kendaraan. Bahkan orang berlari pun masih lebih cepat daripada mobil yang mereka tumpangi.


Alceena menghela napas kasar hingga rambut yang berada di dahi berhamburan. “Maksudku, lebih cepat sedikit, perutku sakit ingin buang air besar.” Akhirnya, dia pun memberi tahu juga keluhan yang beberapa menit lalu mulai melanda perut.


“Kenapa tak katakan sejak tadi.” Dariush langsung menginjak pedal gas lebih dalam lagi. “Masih bisa menahannya?” Pertanyaan itu dijawab anggukan kepala oleh wanitanya.


“Jika kau ingin meremasnya untuk menahan agar tak keluar di sini.” Dariush yang kasian melihat wajah pujaan hatinya terus menggigit bibir bawah pun mengulurkan tangan kanan ke hadapan Alceena, dan mengemudi menggunakan sebelah kiri.


Alceena meraih tangan Dariush, tapi bukan untuk diremas seperti yang diperintahkan oleh pria itu. Justru diposisikan pada perut. “Usap perutku saja,” pintanya dengan wajah yang terlihat menggemaskan.


Dariush rasanya ingin mencubit Alceena karena terlalu manis, tapi tak sungguh-sungguh dilakukan. Dia mulai menggerakkan telapak tangan di atas permukaan kulit sang wanita.


Anak Tuan Dominique yang kedua itu sangat sabar dan perhatian sekali menghadapi Alceena. Hingga kendaraan roda empat milik Dariush sampai juga di depan bangunan utama mansion Pattinson.

__ADS_1


“Kau tidak perlu turun mengantarku sampai dalam. Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk menemani sampai tempat tinggalku,” ucap Alceena diakhiri dengan kecupan sekilas di pipi Dariush saat pria itu sedang tak menatap ke arahnya.


Dariush yang terkejut mendapatkan kecupan secara mendadak pun otomatis memalingkan pandangan agar lebih fokus pada wanitanya. “Sekarang kau sudah mulai berani menciumku, ya?” Dia berucap dengan nada menggoda seraya menoel dagu Alceena.


“Itu masih belum seberapa dibanding kau.” Alceena menjulurkan lidah mengejek.


“Memangnya aku kenapa?” Dariush menaikkan sebelah alis.


“Kau lebih parah karena sudah berani menelanjangiku,” ucap Alceena sangat frontal.


Alceena tak langsung meninggalkan kendaraan begitu saja. “Salam perpisahannya belum.” Dia memanyunkan bibir untuk meminta ciuman.


Dariush sampai tak bisa menahan diri untuk menahan senyum. Desiran halus menyelimuti dada saat merasakan bahwa sekarang perilaku Alceena terhadapnya sudah berbeda seratus enam puluh derajat.


Tangan Dariush melepaskan seatbelt agar bisa bergerak lebih leluasa, duduk dengan posisi menghadap ke Alceena. Pria itu meraih tengkuk sang wanita dan melabuhkan ciuman penuh cinta, bukan sekedar hasrat bercinta.


“I love you, Adaire Alceena Pattinson.” Setelah menyudahi ciuman, Dariush mengucapkan kata cinta dan melabuhkan kecupan di kening untuk beberapa detik. Kedua tangannya bersemayam di kepala Alceena bagian samping dengan ibu jari mengusap pipi. “Ku harap kau juga merasakan hal yang sama.”

__ADS_1


Setiap kali Dariush mengungkapkan kata cinta, Alceena tak pernah menjawab dengan ucapan. Dia diam seribu bahasa, hanya tersenyum dan mengusap punggung tangan sang pria.


Dan disaat itu terjadi, Dariush tetap masih mengucap, “it’s ok, jika kau masih belum bisa membalas cintaku.” Walaupun wajah yang nampak sedikit kecewa itu memang tak bisa ditutupi.


“Kenapa kau mengatakan itu?” tanya Alceena. Dalam hatinya merasa tak enak saat menangkap raut kecewa dari sang pria. Tapi mau bagaimana lagi? Dia tak ingin mengobral kata cinta kalau belum benar-benar yakin seratus persen.


“Karena aku akan menunggumu,” balas Dariush seraya mengusap pipi Alceena. “Aku yakin jika suatu saat nanti kita bisa hidup bersama.”


...*****...


...Dar dar, sini deh ke Indonesia, terus katakan cinta padaku. Aku bakalan langsung jawab i love you too, ga perlu banyak mikir wkwkwk...


...Dariush ngucapin ke Ceena, tapi aku yang berdebar....


...Cuss liat cuplikan video updatean hari ini ke instagram aku @heynukha biar makin berasa ngehalunya...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...

__ADS_1


__ADS_2