
Sesampainya keluarga Pattinson di ruangan yang luasnya enam puluh meter persegi, mereka langsung bergeleng kepala. Mendadak mansionnya penuh dan ramai oleh anak kecil serta keluarga Dominique beserta menantu.
“Dariush sudah seperti orang mau melabrak saja, dibawa semua keluarganya,” bisik Cathleen pada Madhiaz yang berdiri di sampingnya.
Madhiaz hanya menjawab dengan senyuman dan mengajak Cathleen berdiri saja. Sebab, semua sofa sudah penuh.
Sedangkan Alceena, wanita itu main mendusel saja duduk di samping Dariush. Memang sudah hilang dan lupa diletakkan mana urat malunya itu.
Tuan dan Nyonya Pattinson mengambil posisi di sofa yang berhadapan dengan Dariush serta mantan kekasihnya.
“Alceena, duduk sebelah Papa!” titah pria yang di masa muda pernah menjalin hubungan asmara dengan Nyonya Dominique, walaupun akhirnya kandas.
Wanita berperut buncit itu mencebikkan bibir, tapi tetap saja mengikuti perintah orang tuanya. “Baru juga ingin menyalurkan rindu.” Gerutuan itu terlontar sangat lirih. Dia duduk di tengah antara Mommy dan Daddynya.
__ADS_1
Jika keluarga Pattinson meributkan formasi duduk, lain hal dengan Dominique yang terlihat santai. Justru Mommy Diora dan sang suami sedang cekikikan.
“Kita seperti ingin reuni mantan, ya, Dad,” kelakar Mommy Diora saat melihat dua keluarga berkumpul memenuhi ruang tamu.
Celetukan Mommy Diora itu membuat anak-anaknya tertawa. Karena baru sadar bahwa orang tua Alceena adalah mantan dari Tuan dan Nyonya Dominique.
“Benar juga, Dariush mempersatukan pasangan yang dulu gagal menikah, justru sekarang akan menjadi besan,” imbuh Delavar.
“Setidaknya, tak jadi suami istri, besan pun jadi,” tambah Deavenny yang ikut tertawa dengan peribahasa buatannya.
Namun lain hal dengan Dariush yang melotot ke arah dua kembarannya. Dia meletakkan telunjuk kanan ke hadapan bibir agar mereka diam. Jika sedang tak menjaga image di depan calon mertua, sudah pasti pria itu melayangkan geplakan karena mengganggu ketertiban jalannya prosesi lamaran. Padahal persiapan saja tak ada, modal tekad dan nekat. Yakin Tuan Pattinson akan menerima. Apa lagi cincin dengan diamond graff pink sudah disiapkan.
“Ehem!” Dariush berdeham untuk memberikan peringatan pada keluarganya yang dimana saja bisa membuat ruangan seperti berisi orang satu komplek.
__ADS_1
Begitulah jika anggota Dominique sudah menganggap orang lain seperti keluarga. Pasti tak akan malu mengeluarkan sifat asli.
Suasana yang tadi diisi gelak tawa dari Delavar dan Deavenny pun akhirnya menjadi sunyi. Semua kembali dalam mode serius.
Terutama Dariush yang sudah bersitatap dengan orang tua Alceena. “Selamat malam, Tuan dan Nyonta Pattinson.” Sebelum mengutarakan inti kedatangan, dia menyapa dengan ramah terlebih dahulu.
Orang yang disapa pun membalas dengan anggukan dan senyuman.
“Aku ingin langsung pada inti saja. Jadi, kedatanganku ke sini adalah untuk meminta izin pada Tuan dan Nyonya Pattinson, sebagai orang tua dari wanita yang sangat aku cintai, Alceena.” Dia berhenti sejenak untuk menatap penuh kasih pada sosok cantik yang selalu menyita perhatiannya. “Dengan rasa hormat, aku ingin menjadikan putri kalian, Adaire Alceena Pattinson, untuk menjadi istriku.”
Suara tegas penuh keyakinan dari bibir Dariush itu langsung ditanggapi oleh Tuan Pattinson yang memang sudah tahu jawabannya. Pria tersebut mengulas senyum. “Maaf, Dariush. Aku tidak bisa memberimu izin. Keluarga kalian terlalu sempurna untuk kami yang seorang pebisnis biasa.”
...*****...
__ADS_1
...Emangnya di dunia nyata aja kalo mau nikah banyak cobaan. Dunia halu juga gamau kalah lah wkwkwk ...