My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 79


__ADS_3

Alceena tak langsung menutup pintu, dia menunggu dan memastikan Dariush selamat sampai di balkon sebelah.


“Ceena! Buka pintunya!” Suara Cathleen sedari tadi tak gentar memanggil pun membuat Alceena segera menutup pintu dengan kaca transparan besar, tak lupa menarik gordennya.


“Iya, sebentar.” Alceena merapikan dirinya, membiarkan lampu tetap remang-remang. Dia menuju pintu berbahan kayu dan segera membuka. “Ada apa?”


“Lama sekali kau membukanya,” protes Cathleen. Dia menyelonong masuk ke dalam walaupun belum dipersilahkan. Di mansion pun mereka sering seperti itu, jadi sudah hal biasa.


“Baru dari kamar mandi, aku tak mendengarmu,” kilah Alceena seraya menutup pintu, lalu menatap punggung Cathleen yang mulai mendekati ranjang.


“Malam ini aku tidur di sini, menemanimu.” Cathleen langsung merebahkan tubuh di tempat tidur.


“Kamarmu mau buat apa jika kau bersamaku?” tanya Alceena seraya ikut memposisikan diri di sampung kembarannya.


Cathleen berubah menjadi miring, berhadapan dengan Alceena. “Nanti kuncinya akan ku kembalikan pada resepsionis. Kau sedang hamil dan pasti membutuhkan teman dan bantuan. Aku ingin memastikan keponakanku baik-baik saja.” Sembari menjelaskan, tangan mengusap perut kembarannya.


“Tapi aku—” Alceena hendak mengajukan protes, namun bibir sudah dibungkam oleh Cathleen.


“Aku tidak menerima penolakan karena ini demi kebaikanmu dan keponakanku.” Cathleen mulai memejamkan mata. Dengan santainya wanita itu hendak terbang ke alam mimpi.

__ADS_1


Dalam hati Alceena menggerutu karena kehadiran Cathleen. Dia membalikkan tubuh, memunggungi kembarannya. “Ck! Mengganggu saja,” celetuknya dengan suara lirih.


“Kau berbicara sesuatu?” tanya Cathleen yang samar-samar mendengar suara Alceena.


“Tidak.”


“Oh, katakan padaku jika kau membutuhkan sesuatu, bangunkan saja kalau aku tidur,” titah Cathleen sebelum benar-benar hilang kesadaran.


“Hm.” Alceena hanya menjawab dengan gumaman yang tak jelas.


Jika Cathleen bisa tidur sangat cepat, lain hal dengan Alceena yang sulit untuk terlelap. Dia mengelus perut, mencoba memberikan pengertian pada anaknya. ‘Sabar Sayang. Besok kita bertemu Dariush lagi.’ Dia berbicara dalam hati agar tak terdengar sampai ke telinga Cathleen.


...........


Alceena berjalan dengan sangat hati-hati menuju kamar mandi. Mengeluarkan seluruh isi di dalam perutnya.


“Ceena, kau baik-baik saja?” tanya Cathleen yang ikut masuk, menyusul kembarannya.


“Aku akan baik jika kau keluar dari kamarku, Cath. Anakku ingin kesunyian.” Terpaksa Alceena mengusir Cathleen. Dia melepaskan tangan keturunan terakhir keluarga Pattinson itu dari lengannya.

__ADS_1


“Kau yakin?”


Kepala Alceena mengangguk mantap. “Itulah kenapa setiap pagi aku tak ingin keluar kamar karena lebih senang menyendiri.” Dia berkilah lagi demi bertemu dengan Dariush.


“Baiklah, aku akan meninggalkanmu sendiri.” Karena tak ingin membuat Alceena mual terus, Cathleen pun menurut. Dia keluar untuk kembali ke kamarnya. “Sepertinya aku hanya bisa menjaga saat malam saja jika seperti ini kondisinya,” gumam wanita itu saat berada di dalam lift.


Sedangkan Alceena, dia segera menelepon Dariush untuk ke kamarnya. Dan pria itu dengan sigap sudah menggedor pintu di balkon sang wanita, untung saja langsung dibukakan.


Sepasang calon orang tua tersebut langsung merebahkan diri di ranjang dan saling berpelukan seperti kemarin.


...........


Cathleen sudah siap untuk ke ballroom, melanjutkan acara yang kemarin dijeda. Dia berpapasan dengan Madhiaz yang baru keluar dari kamar juga.


“Kau melihat Selena? Sejak kita memperhatikan Alceena terus, aku jadi jarang melihat dia,” tanya Cathleen pada kembaran laki-lakinya.


...*****...


...Selena aku sembunyiin Cath wkwkwk...

__ADS_1


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie....


__ADS_2