
Setelah melewati perjalanan selama tiga jam tiga puluh menit, Dariush dan Alceena akhirnya sampai juga di Swiss Alps. Keduanya langsung mencari penginapan di sana untuk ditinggali selama beberapa hari kedepan.
Karena mereka datang secara dadakan dan tanpa rencana matang, akhirnya Dariush pun harus mencari tempat tinggal sementara dengan bertanya secara langsung pada rumah ke rumah. Sebab, saat mencari melalui aplikasi, tak ada yang kosong. Tapi sudah terlanjur berangkat ke daerah pegunungan Alpen.
“Kau duduk di sini saja, biar aku yang berjalan mengelilingi desa ini.” Dariush menuntun sang kekasih untuk istirahat di sebuah kursi kayu.
Alceena menggelengkan kepala saat sudah duduk sempurna. “Aku ingin ikut, masih kuat berjalan. Lagi pula kandunganku sudah masuk trimester tiga, jadi kata dokter harus banyak bergerak kalau ingin melahirkan secara normal.” Dia menolak seraya mengulurkan tangan agar Dariush membantu dirinya bangkit.
“Kau itu keras kepala sekali.” Dariush memang meraih tangan Alceena, tapi tak melakukan sesuai keinginan wanita itu. Justru mencium kulit mulus tersebut. “Nanti aku akan kembali lagi ke sini kalau sudah mendapatkan penginapan yang jelas. Untuk sekarang, kau istirahat yang manis terlebih dahulu, nanti juga akan ku ajak jalan ke sana.” Dia mencoba menjelaskan dengan hati-hati agar ibu hamil yang seperti singa tersebut tak mengaum lagi.
“Cium dulu kalau mau aku menurut.” Alceena memanyunkan bibirnya. Sudah sebelas hari tak mendapatkan serangan dari sang pria, tentu saja membuatnya sangat merindukan hal tersebut.
__ADS_1
Dariush perlahan merendahkan tubuh, menyatukan lutut dengan tanah yang tertutup oleh rerumputan hijau. “Kalau syaratnya hanya itu, pasti dengan senang hati akan ku lakukan.” Tangannya terulur meraih tengkuk Alceena. Dengan pergerakan pasti, dia memajukan wajah, membuat penyatuan bibir yang menggelora karena bukan sekedar kecupan belaka.
Walaupun banyak wisatawan berlalu lalang di sana, tapi tak ada yang peduli dengan Dariush dan Alceena yang tengah asyik berciuman. Mereka sudah biasa melihat hal seperti itu, jadi bukan sesuatu yang mengejutkan bagi turis lokal maupun mancanegara.
“Hubungi aku kalau kau diganggu oleh orang lain, atau kau bisa berteriak minta tolong agar banyak orang yang membantumu.” Setelah menyudahi ciuman, Dariush menitipkan sebuah pesan terlebih dahulu. “Paham?” Tangan kekar itu mengusap bibir Alceena yang masih basah akibat ulahnya.
“Iya, Sayangku, kekasihmu ini sangat paham dengan perintah yang kau berikan,” balas Alceena seraya mengelus rambut cokelat Dariush.
Alceena mengangguk dengan ulasan senyum yang mempesona. Dia melambaikan tangan saat Dariush mulai berlari menuju penginapan berbentuk rumah. Matanya tak berhenti mengikuti kemanapun perginya sang kekasih. Bahkan saat jangkauan jauh pun tetap tak mengalihkan pandangan. “Dia terlihat bersemangat sekali mencari penginapan untukku,” gumamnya diiringi mengusap perut. “Walaupun terkadang dia sering membuat Mommymu kesal, tapi kalian selalu senang dan aktif saat berada di dekat Dariush,” ucapnya seolah mengajak anak-anaknya berkomunikasi.
Tak lama kemudian, mata Alceena kembali melihat Dariush yang berlari menuju ke arahnya. Dia menyambut dengan sebuah senyuman. “Sudah mendapatkan penginapan?”
__ADS_1
Dengan napas terengah-engah, Dariush mengangguk. “Sudah, tapi lumayan jauh dari sini.”
“Tak masalah, setidaknya kita tak tidur di luar,” balas Alceena. Melihat sang kekasih yang nampak lelah, dia menarik tangan Dariush hingga pantat pria itu menyantu dengan kayu yang sama persis dengan tempatnya. “Duduk dulu.”
Tangan Alceena lalu masuk ke dalam tas ransel besar yang berisi keperluannya dan sang kekasih selama liburan di Swiss Alps. Dia mengambil air mineral sisa dari kereta. “Minum.” Tanpa mendapatkan persetujuan, langsung saja menyatukan botol ke mulut Dariush.
...*****...
...Enak ya punya pasangan yang usahanya tuh totalitas buat pasangannya. Aku iri, makanya selalu julid sama mereka. Jiwa velakorku meronta-ronta nih, semoga Alceena marah dan keguguran pas tau kalo Dariush yang hamilin wkwkwk jadi kan aku ada celah buat masuk ke dalam kehidupan mereka HAHAHAHA *tawa jahat*...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...
__ADS_1