
“Jangan rusak dressku, ini mahal,” pinta Alceena seraya menahan kedua tangan Dariush yang terus memainkan dua ujung bagian sensitif daerah atasnya.
“Memangnya seberapa mahal pakaianmu ini?” Dariush justru melakukan berlawanan dari jawaban sang wanita. Dia sekuat tenaga merobek kain yang membalut tubuh Alceena. “Aku bisa membelikan lagi untukmu,” tuturnya dengan sombong.
“Argh! Shitt! Ini dress kesayanganku!” umpat Alceena seraya mendorong dada Dariush agar menyingkir dari atas tubuhnya.
Tangan Alceena menjambak rambut sang pria karena kesal. “Kau merusaknya! Sudah tak ada yang menjual dress dengan model ini! Yang kau rusak adalah edisi terbatas.” Hasrat bercintanya mendadak hilang. Padahal tadi dirinya menginginkan sebuah penyatuan. “Kalau kau sudah memiliki jawaban sendiri, untuk apa bertanya pendapat padaku!” Terus saja wanita itu mengomel.
Alceena berpindah posisi menjadi duduk. Kedua bagian tubuhnya yang menonjol di bagian atas sampai terekspose karena dirinya memang jarang memakai bra. Ditambah pakaiannya sudah disobek.
Kedua tangan Alceena memukul anak kedua Tuan Dominique, di bagian manapun, asalkan pria itu merasakan kesakitan. “Dariush sialan! I hate you! Fuckk you!”
“Sepertinya kau kurang bercinta, sampai membuatmu sangat emosi hanya karena dress yang ku rusak.” Dariush mencoba mendekap Alceena agar lebih tenang.
__ADS_1
Tapi wanita itu menolak dengan mendorong dada bidang yang mulai mendekatinya. “Tidak mau! Hasrat bercintaku sudah hilang karena kau membuatku kesal!” gerutu Alceena. Dia menurunkan kaki, hendak meninggalkan kamar Dariush.
“Kau mau ke mana?” tanya Dariush yang kini menatap punggung mulus Alceena mulai menjauh.
“Kembali ke kamarku! Aku malas denganmu!” jawab Alceena tanpa berniat menatap Dariush.
“Dengan pakaianmu seperti itu? Kau mau memperlihatkan buah dadamu pada seluruh orang yang ada di hotel?” Dariush mengayunkan kaki mendekati Alceena yang mulai mematung di depan pintu tertutup.
Alceena melihat tubuhnya, sudah tak keruan lagi. Dia membalikkan badan, dan langsung menubruk dada bidang Dariush yang sudah berdiri di hadapannya. Bibir sensual itu terlihat mengerucut. “Semua gara-gara kau! Pokoknya kau yang salah!”
Alceena menangis sedih karena dress kesayangannya sudah hancur. Memukul dada bidang Dariush dengan brutal, meluapkan segala emosi jiwa dan raganya.
Dariush segera memeluk Alceena. Membawa wanita itu ke dalam dekapan hangatnya. “Oke, aku minta maaf.” Dia tak tahu jika mengkoyak sebuah pakaian milik wanita pujaan hatinya bisa membuat urusan jadi runyam.
__ADS_1
Tangan Dariush mencoba mengelus punggung mulut Alceena dengan lembut. Membiarkan dadanya merasakan ada cairan yang basah. “Nanti aku belikan dress edisi terbatas lainnya, tapi jangan menangis. Aku sudah mengaku salah.” Dia jadi seperti sedang membujuk anak kecil yang tengah merajuk.
“Aku tidak mau satu, kau harus ganti rugi dengan sepuluh dress edisi terbatas dari desainer ternama yang berbeda,” pinta Alceena dengan suaranya yang masih terdengar marah.
“Oke, sesuai permintaanmu. Tapi kau harus memaafkan aku.” Dariush meminta sembari mencium puncak kepala Alceena dengan penuh kasih sayang.
“Kau harus berjanji dulu.” Alceena masih terus mencubit, kali ini punggung Dariush yang menjadi sasaran.
“Iya, aku janji.” Dariush mengangkat tubuh Alceena untuk dia gendong di depan. Melingkarkan kedua paha mulus itu agar melingkar di pinggangnya.
Anak kedua keluarga Dominique itu menidurkan Alceena di ranjang lagi. “Kita lanjutkan proses bercinta yang belum selesai, oke?” Sorot matanya terlihat jelas jika penasaran dan sangat menginginkan merasakan tubuh Alceena.
...*****...
__ADS_1
...Walah, mbake mau diajak merem melek malah ngambek. Cian babang Dariush wkwkwk...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...