My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 43


__ADS_3

Dariush menghentikan langkah kaki saat Cathleen menghalangi jalannya. Sorot mata tajam itu menghunus wanita di hadapannya. Dia tidak balas menyapa. Tak ingin coba-coba membuat Alceena cemburu lagi karena takut memberikan harapan pada anak terakhir keluarga Pattinson, dan pasti hubungannya akan rumit nantinya. Lebih baik bersikap dingin daripada mempermainkan Cathleen hanya untuk keuntungan pribadi.


“Kau datang ke sini sendirian?” tanya Cathleen basa-basi.


“Tidak.” Dariush hanya menjawab singkat.


Namun, mendadak fokus mata Cathleen berpindah pada suara seorang wanita yang berajalan keluar dari restoran yang hendak dia tuju.


“Dariush, tung—” Alceena menghentikan ucapannya. Mematung di tempat saat melihat ada Cathleen dan Selena di sana. Mendadak pikirannya blank karena tidak ingin membuat kembarannya berpikiran yang aneh-aneh dengannya, dan tak mau dianggap ingkar janji.


“Ceena?” panggil Cathleen sembari menatap penuh curiga. “Katanya mau ke rumah sakit, kenapa kau ke sini?” Dia terus mengintrogasi. Dan mata pun memicing, menyorot kembarannya lalu berganti pada Dariush. “Kalian datang berdua?”


“Tidak,” jawab Alceena. Namun, lain hal dengan Dariush yang menjawab iya. Mereka berucap secara bersamaan.

__ADS_1


Cathleen melongo, mana yang harus dia percaya?


“Apa kalian mulai berkencan?” Kini Selena yang ikut penasaran pun mengajukan pertanyaan juga.


“Bukan urusan kalian.” Dariush menjawab dengan nada bicara sangat dingin. Dia menengok ke belakang di mana Alceena sedang berdiri. “Ayo, kau jadi minta diantar ke bengkel atau tidak?” tanyanya dengan ketus.


Alceena menggelengkan kepala. Dia berasa seperti selingkuhan Dariush yang ketahuan oleh Cathleen. Padahal kembarannya tak memiliki hubungan apa pun juga. Tapi tak enak saat dia menjilat ludahnya sendiri. “Nanti aku diantar oleh Cathleen saja,” tolaknya.


‘Sial! Kenapa harus bertemu Cathleen dan Selena di sini!’ Alceena bergumam dalam hati, merutuki situasi yang membuatnya canggung.


Sedangkan Dariush, dia bisa menilai bahwa Alceena terlihat tak enak dengan Cathleen. Instingnya membawa kaki mendekati sang wanita dan meraih tangan keturunan kedua keluarga Pattinson itu. “Aku sudah menyanggupi untuk mengantarmu ke bengkel, maka kau tak bisa membatalkan begitu saja.”


Dariush sengaja memperlihatkan kedekatan tersebut di depan Cathleen. Mempertegas bahwa yang dia sukai adalah Alceena, agar tak menumbuhkan harapan pada wanita lain.

__ADS_1


Dariush menggandeng Alceena, sedikit menarik wanita itu untuk berjalan. Dengan santai, keturunan Dominique berjalan melewati Cathleen dan Selena. Sedangkan Alceena menggigit bibir bawahnya. Tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.


‘Maafkan aku Cath.’ Alceena rasanya kelu untuk mengatakan hal tersebut. Tapi jujur, dia merasa bersalah. Ini tak seperti dirinya yang selalu ketus dan malas berdekatan dengan Dariush. Sekarang dia justru mengharapkan lebih dengan pria yang dia anggap musuh sejak lama.


Cathleen menatap kepergian Alceena dengan mata yang berkaca-kaca. “Apa menurutmu mereka memiliki hubungan yang serius?” tanyanya pada Selena.


Selena yang paham bahwa saudara tirinya sedang bersedih pun mengelus lengan Cathleen. “Kurasa tidak, mungkin Dariush memaksanya lagi seperti biasa. Lihat saja bagimana reaksi Alceena yang tak senang saat diajak pergi oleh anak Tuan Dominique itu.”


Cathleen mencoba mengulas senyum kaku. ‘Jangan bilang jika aku akan bersaing lagi dengan Alceena? Ya Tuhan ... kenapa memiliki kembaran yang lebih seksi selalu membuatku tersisihkan,’ gumamnya dalam hati merutuki nasib cinta yang selalu saja dihadapkan pada pria yang sama dengan kembarannya.


...*****...


...Kok jadi kasian sih sama Cathleen. Kayanya kalo ada di posisi dia tuh sakit banget gitu. Cowo yang disukai selalu demen sama kembarannya. Argh ... tidak, kau jangan seperti Fenny ya Cath. Dia titisan setan soalnya....

__ADS_1


...Makanya Ceena, sebelum dijilat, ludahnya dikasih garem, micin, sama masako sebungkus dulu biar enak wkwkwk...


__ADS_2